Kamis, 16 Maret 2017

Kisah KH Hasyim Muzadi Dibujuk HTI Agar Mau Perintah Banser Tidak Halau Agenda Mereka


DutaIslam.Com - Kisah ini dituturkan oleh salah satu murid KH Hasyim Muzadi dari luar Jawa kepada Dutaislam.com pada awal bulan Maret 2017 dalam perbincangan di sebuah kafe di Semarang, sesaat setelah ia mengisi acara yang diselenggarakan oleh pendamba ilusi khilafah.

Sekitar tahun 2015, KH Hasyim Muzadi kedatangan tamu para para pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di rumah beliau, Malang. Walau mengaku ke media hanya silaturrahim, namun tetap ada agenda khusus yang tentunya berkaitan dengan pengembangan diskursus khilafah.

Menurut santri KH Hasyim Muzadi yang tidak mau disebutkan namanya itu, momen HTI tersebut ingin memanfaatkan situasi politik internal NU pasca Muktamar Jombang ke 33 (2015) yang dianggap akan menguntungkan mereka jika KH Hasyim Muzadi berhasil diarahkan sesuai keinginan HTI.

Baca juga:
Ini Pesan-Pesan KH Hasyim Muzadi yang Layak Kita Sebarkan!
Biografi Singkat KH Hasyim Muzadi Hingga Jadi Ketua Umum PBNU
Cerita Lucu Banser Subhan Pengawal KH Hasyim Muzadi

Orang banyak paham, pada Muktamar lalu, KH Hasyim Muzadi berbeda kubu dengan struktur PBNU yang sekarang aktif. Dalam kultur wahabi, beda kubu biasanya akan melahirkan pereselisihan tanpa ujung yang sering berakhir pada caci maki dan klaim takfiri di internal mereka sendiri. Nah, di NU, menurut pemahaman mereka, ada situasi seperti itu.

Dengan sopan mereka meminta kepada sesepuh KH Hasyim Muzadi yang sesepuh di NU itu agar mau membujuk kader-kader NU di Banser dan Ansor serta sayap pemuda nahdliyyin lainnya untuk tidak menghalangi dakwah mereka, memperjuangkan khilafah islamiyah.

Mereka sepertinya mengaku cukup kewalahan melawan gerakan deradikalisasi Ansor dan segenap anak muda NU yang dimana-mana selalu menentang gerakan khilafah, baik di tingkat wacana maupun gerakan.

Baca juga:
Kiai Said: KH Hasyim Muzadi Tokoh Dunia yang Masih Peduli Hal-Hal Kecil
Guyonan KH Hasyim Muzadi Soal NU Ruwet
10 Tahun Menemani KH Hasyim Muzadi, Luas dan Luwes Bergaul

Sebagaimana diketahui, perlawanan keras anak muda nahdliyyin selama beberapa tahun terakhir memang cenderung berani menentang khilafah seiring vulgarnya cara mereka melakukan propaganda kepada warga NU di seluruh Nusantara. Ansor bahkan pernah memberikan instruksi ke seluruh Banser Indonesia untuk berani mencabut spanduk bernada khilafah dimanapun mereka berada.

Apa yang dikatakan KH Hasyim Muzadi? Bukannya menuruti malah menasehati mereka agar berhenti mengampanyekan khilafah di Indonesia. "Saya ini orang NU, kalau kalian minta saya menghentikan Banser ya kalian keliru," begitu kira-kira jawaban Kiai Hasyim.

Baca juga:
Meninggalnya Ulama Adalah Musibah Tak Tergantikan
In Memoriam KH Hasyim Muzadi, Kiai Penuh Diksi
KH Hasyim Muzadi Sosok Orator yang Memikat

Gagal membujuk, mereka malah pulang membawa pesan-pesan penting KH Hasyim Muzadi agar diingat oleh mereka supaya tidak mengganggu kedaulatan NKRI dengan propaganda khilafah.

Ini loh yang namanya ahlussunnah wal jamaah (aswaja), bukan ahlusunnah saja. Aswaja itu memiliki prinsip bersatu dalam perbedaan pandangan, tanpa mudah dipecah belah dengan adegan saling menyalahkan dan caci maki. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini