Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Dosa-Dosa Khalid Basalamah Sehingga Dia Layak "Dinerakakan"

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Senin, 06 Maret 2017
    A- A+
    Khalid Basalamah al Bahlul
    DutaIslam.Com - Khalid Basalamah bukan kali ini saja ditolak kehadiran ceramahnya di beberapa tempat. Da'i wahabi ekstrim itu, dulu juga pernah ditolak oleh masyarakat Gresik Jawa Timur karena ceramahnya dianggap provokatif bin takfiri. Baca beritanya DISINI.

    Bicara soal agama silakan, tapi jika sudah menuduh orang lain bahkan menuduh kafir orang tua Nabi, Banser dan Ansor berserta umat Islam yang mempedulikan persatuan, akan siap menghadang ustadz berjenggot tidak rapi itu. Kutu-kutu petuah Khalid Basalamah membuat orang lain yang mendengar ceramahnya gatal. Jangan salahkan jika ia ditolak di mana-mana.

    Karena itulah, ia termasuk dalam daftar ustadz wahabi radikal ekstrim yang perlu diwaspadai. Apa yang dilakukan oleh Khalid Basalamah ini, kerap mengakibatkan kisruh di beberapa tempat.

    Beberapa catatan di bawah ini kiranya cukup jadi alasan untuk memblokir ustadz tersebut dari ceramahnya. Walau ceramahnya membahas rumah tangga, tapi bisa merembet kepada hasutan takfiri. Berikut adalah dosa-dosa Khalid Basalamah:

    1) Menyebut Orang Tua Nabi Muhammad Kafir
    Pemilik nama asli Khalid Zeed Abdullah Basalamah itu pernah menyebutkan kalau orang tua Nabi termasuk kafir. Karena itu, orang tua Nabi, masuk neraka. Kurangajar banget kan! Dia tidak mengenal masa vakum kenabian (fatroh), apalagi soal konsep hidayah. Bahkan pengikutnya banyak yang membebek menyebut orang tua nabi menyembah berhala, syrik dan kafir. Innalillah.

    Perkataan Khalid Basalamah menyakitkan umat Islam, terutama keturunan langsung dari Nabi Muhammad. Tanpa perasaan, Khalid hanya berujar, "itu memang yang dikatakan Nabi, mau bagaimana lagi". Ia tidak pernah berpikir, Andai Ibunda Nabi tidak selamat dari neraka, apa Khalid Basalamah akan selamat?

    Bantahan dosa Khalid Basalamah ini, Anda bisa baca:
    - Bantahan Kepada yang Mengafirkan Orang Tua Nabi
    - Yang Berfatwa Orang Tua Nabi di Neraka Itu Kurangajar
    - Orang Tua Rasul Pokoknya Kafir Syirik Penyembah Berhala, Bantah, Syirik

    2) Tsunami Aceh Karena Maksiat
    "Sebab Terjadinya Tsunami di Aceh," Khalid yang juga pemilik Resto Ajwad di Jakarta itu dengan tanpa rasa sungkan menuduh kalau Tsunami Aceh disebabkan karena banyak warga di Serambi Makkah melakukan maksiat dengan mengonsumsi ganja dan menamam ganja. Itu pernah dikatakan olehnya pada Mei 2016. Akhirnya ia meminta maaf.

    3) Gempa Jogja Disebut Sebagai Akibat Orang Jogja yang Suka Freeseks
    Karena tidak ada yang menggugat di media, tuduhan Khalid Basalamah soal Gempa Jogja 2016, tidak terlalu meluas. Namun ia mengaitkan dengan maksiat warga Jogja. Andai saja si Khalid ini tidak mengaitkan langsung dengan nama kota, ia akan baik-baik saja. 

    4) Menyebut Sayyidina Sebagai Merendahkan Nabi
    Sayyidina, yang bermakna "Baginda Tuan Kami" sebagaimana disematkan kepada Nabi Muhammad Saw malah disebut oleh Khalid doktor lulusan Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia) itu sebagai merendahkan Nabi.

    "Ini (kata Sayyidina) kalau diucapkan kepada Nabi Saw menurunkan derajat Nabi Saw, karena kata yang lebih mulya, lebih tinggi adalah Nabi dan Rasul," begitu kata Khalid. Naudzubillah.

    Karena itulah, ia mengajak orang lain mengikuti dosanya itu, dengan mengatakan, "kalau saran saya, dan kembali pendapat para ulama, lebih baik kata Sayyidina ditinggalkan dari Nabi Saw karena akan menurunkan derajat beliau Saw," katanya.

    Baca:
    Bantahan Kepada Khalid Basalamah yang Menyebut Sayyidina Merendahkan Nabi
    Kata Sayyidina dan Kritik Kepada Kelompok Anti Tatakrama Kepada Nabi
    - Kata Sayyidina Sebelum Menyebut Nama Nabi

    5) Menyebut Kaki Allah Gede Sekali
    Ini memang keyakinan tauhid wahabi yang dianut oleh Khalid Basalamah. Ia menyebarkan paham mujassimah sehingga menyebut Allah ada Arsy dan mengatakan kaki Allah sangat gedeee sekali sehingga disebut sebagai Allah Akbar. Naudzubillah.

    Baca:
    Khalid Basalamah: Kaki Allah Gedee Banget

    Khalid yang keturunan keluarga Wahabi dari Basalamah itu sebetulnya banyak membualkan kontroversi sehingga dosa-dosa fatwanya sangat bejibun kalau ditulis. Dia pernah mengatakan kalau buaya itu halal dimakan, ironisnya, dia hanya mendasarkan pada teks dalil tanpa metode.

    Khalid Basalamah al mal'unah, juga pernah menyebut kalau Nabi Muhammad itu menggauli para budak tanpa menikah. Kekurangajaran Khalid Basalamah ini jelas bertentangan dengan genetika ideologi NU, Banser dan Ansor, yang sejak awal memang berdiri tegak melawan paham-paham yang diusung Khalid Basalamah Cs laknatullah.

    Jadi, tanpa diperintah, jika ada orang-orang macam Khalid Basalamah, Firanda Ad Durjana, Reza Basalamah, dkkm bakal menghadapi kader-kader aswaja. Dosa-dosa Khalid terlalu banyak dan terlalu sulit dimaafkan kecuali dia meminta maaf secara terbuka. Tapi lihatlah, dia akan terus membantah, lalu dibela para bahlulers Nusantara al wahabi. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    4 komentar

    Jika ada rekaman ceramah dia, terkait beberapa "dosa" itu, mohon dishare...

    Kritik yang tidak berdasar dengan dibumbui taqlid buta terhadap manhaj as ariyah. Apakah sekarang setiap penulis di Duta Islam adalah bagian dari Syiah Rafidhah. Semoga Allah menunjukkan kepada Jalan yang Lurus, bukan menunjukkan ke jalan karbala

    Sy awam..yg bikin artikel syiah kah..ato yg komentar memang pengikut arab yahudi?

    Sebaiknya admin duta Islam in belejar dulu agama Islam yang benar sebelum berkomentar tentang Ustadz-ustadz Salafy. Mereka Insha Allah menyampaikan agama Islam kembali ke kemurniannya yang berdasarkan Qur'an dan Hadits tidak mengikuti tradisi tradisi yang dapat mendekatkan Islam dalam kemusyrikan. Sebagai para ulama tentu saja para Ustadz ini harus menyampaikan bagaimana ibadah yang sesuai dengan tuntunan Nabi & Qur'an dan apa apa yang dikatakan Nabi sesuai dengan hadits yang sahih, kalau tidak demikian mereka akan terkena dosa.
    Pada umumnya Ustadz Ustadz Salafy ini belajar agama Islam di Madinah kota, pusatnya Islam, kota kelahiran Nabi dan belajar dari ulama ulama salaf yang jauh dari melaksanakan bid'ah dsb.yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi maupun para sahabat Nabi. Dari sini dapat ditarik kesimpulan apa yang disampaikan oleh para Ustadz salafi ini jauh lebih mendekati kebenaran.
    Bagi para pembenci Wahabi, coba anda tolong pelajari dulu apa itu yang disebut Salafi-Wahabi dari sumber sumber yang benar, dengarkan dakwah mereka secara langsung maka anda akan dapat menilainya sendiri, jangan hanya membebek kata orang Salafi-Wahabi ini begitu, begini. Dari penyebutan Salafi-Wahabi sudah menyiratkan kebencian dan tentu saja sudah salah, bagaimana para pembenci Salafi-Wahabi ini bisa menilai Salafi-Wahabi itu sesat menyesatkan.?