Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Posting Selfie Bersama Mobil Kiai di IG, Lha Kok Disebut Syirik dan Nyembah Kuburan!

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Sabtu, 11 Februari 2017
    A- A+
    Potingan IG AIS Jawa Tengah ini dianggap berlebihan oleh pengguna IG
    DutaIslam.Com - Instagram sekarang sudah mulai bisa dijadikan sebagai ruang dakwah Islam yang cukup menarik mengingat kebanyakan penggunanya adalah remaja, pelajar dan santri. Kaula muda banyak yang nongkrong di instragram (IG).

    Netizen NU pun sudah setahun terakhir melakukan safari dakwah online menggunakan instagram setelah Twitter dan Facebook. Para santri NU ngumpul dalam majelis dakwah instagram yang disebut sebagai Admin Instagram Santri (AIS). Untuk Jawa Tengah, nama akun AIS-nya adalah AIS Jateng. Alamat url nya ada di https://www.instagram.com/ais.jawatengah/.

    Kemarin, Jumat (10/02/2017) ketika admin AIS Jateng membuat foto santri selfie di depan mobil kiai dengan catatan "Bisa Selpi Sama Mobilnya Pak Kiai Udah Girang Setengah Mati. Namanya Juga Santri..." mendapatkan respon galak dari salah satu pengguna instagram, Radit36.

    Postingan yang sebetulnya ditujukan untuk menunjukkan rasa hormat santri yang begitu tinggi malah direspon ngamuk dan tidak nyambung. Ia menuduh kalau postingan AIS Jateng tersebut adalah berlebihan, syirik, nyembah kuburan dan lainnya.

    "Umat Nabi Nuh dulu juga awalnya sangat mencintai orang soleh, lalu di generasi keduanya mulai membuat patung orang soleh tersebut dan di generasi ketiga mereka menyembahnya. Nama-nama berhalanya pun dinamain orang-orang-orang soleh tersebut. Kaum kafir Quraish Mekah sama juga, mereka awalnya sangat mencintai orang soleh lalu membuat patung dan akhirnya menyembahnya. Silahkan simpulkan sendiri ya? Mungkin sekarang Anda hanya mencintai kiai Anda, tapi apa yang akan terjadi kepada anak cucu anda nanti? Berlebih-lebihan itu tidak baik sodaraku," tulis Radit36 sinis.

    Namun hal itu disanggah oleh pengguna IG lain (ahmadsidiq1). Ia mengatakan, "kita tuh gak men-tuhan-kan kiai, kita hanya menghormati mereka sebagai penerus waliyullah. Lu tahu waliyullah gak? Gua tanya dulu dah. Lu lahir gak langsung Islam. Kalau gak sebab para wali dulu, kita gak akan menjadi muslim seperti sekarang. Dan kiai itu penerus wali, apa salah kita hanya menghormati, ada rasa seneng dan cinta terhadap penerus waliyullah," tulis Sidiq.

    Ada kiai lewat pakai mobilnya di jalan, santri turun dari kendaraan dan nunduk, kata Sidiq, itu saking hormat kepada kiai, bukan menyembah. "Ini malah sekarang jaman edan, kiai tidak dihormatin," lanjutnya.

    Ia menambahkan begini; "Kita gak menduakan Allah, kita tetap cinta Rasulullah. Kiai itu sudah banyak bikin orang-orang tahu agama, bisa bikin orang hafal quran, bikin orang tahu kitab. Dan elu sudah bisa berbuat apa untuk Islam? Kok enak bener langsung cap-cap orang kayak gitu? Maaf kawan, saya cuma menjelaskan. Kita satu saudara. Berbeda pendapat udalah hargain tradisi masing-masing, oke," kata Sidiq yang salah ketiknya diedit Dutaislam.com agar enak dibaca.


    Bukannya berterimakasih, Radit36 malah menambahkan tuduhan soal wali. Dalam wall akun IG AIS Jateng tersebut ia membalas Sidiq. "Pergilah ke kuburan-kuburan Walisongo. Kalau Anda mau melihat orang-orang mulai meminta berkah dan lain sebagainya. Tidak jadi rahasia umum sodaraku, bahkan pasir kuburannya Sunan Kalijogo dianggap menjadi berkah. Ini baru awal terjadinya kesyirikan, tapi belom proses menyembah," tuduhnya ngawur.

    Ia pun merembet soal tuduhan cinta berlebihan, "kalau tetap seperti ini, mungkin 30 atau 40 tahun lagi bisa jadi mereka menyembahnya. Jangankan mencintai kiai atau waliyullah, mencintai Rasulullah secara berlebihan saja tidak boleh. Dan seharusnya jika memang dibolehkan mencintai berlebihan, maka Nabi Muhammad lah yang pantas dicintai. Tapi sayangnya itu tidak dibolehkan, jadi untuk apa kita mengagung sesama manusia," Radit36 tambah meracau, tidak paham membedakan mana cinta dan mana menyembah.

    Karena sudah menuduh menyembah waliyullah, Sidiq kembali menulis bantahan, "apa dari jaman wali di Indonesia kita menyembah beliau? Jelas kita mewajibkan tetap sholat 5 waktu untuk menyembah Allah. Kita cinta waliyullah dan para penerusnya seperti halnya mencintai kedua orang tua kita, melindungi mereka," tegas Sidiq kepada Radit.

    Masih nggacor terus, Radit kemudian diserang oleh pemilik akun @byaniq. Tidak terima dituduh menyembah kuburan, Byaniq mengatakan, "yang nggak suka ziarah wali ya sudah terserah Anda, tapi jangan nuduh kita minta ke kuburan, lagian yang minta ke kuburam itu siapa?", bantahnya ke Radit.

    Tuduhan cinta berlebihan yang disamakan dengan menyembah sebetulnya bukan hal baru dalam tradisi pemikiran Islam. Itu pemikiran wahabi kuno sejak terbit di Najd berabad-abad silam. Orang seperti Radit memang butuh sentuhan nalar waras mengingat dia hidup belum ada 30 tahun. Penelusuran Dutaislam.com, Radit adalah pengagum Reza Basalamah, ustadz wahabi takfiri yang sangat ekstrim menyerang Aswaja.

    Argumen para peziarah yang akan jadi syirik, kemudian membuat patung, sudah dibantah oleh kiai-kiai NU sejak zaman bahulak. Hasilnya, hingga ratusan tahun diziarahi pun, patung Walisongo juga belum dibuat-buat, apalagi disembah. Alasan itu jelas syadz (menyimpang) dari fakta dan sejarah. Apalagi Radit menyebut khawatir generasi 30 tahun kemudian setelah dia mati. Ada-ada saja. Ziarah itu beda dengan menyembah. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: