Rabu, 22 Februari 2017

MoU UNU dan KPK, Kiai Said: NU Mendorong KPK Masuk Sektor Swasta Juga

Foto: MoU antara UNU yang dihadiri Prof. Maksum (Waketum PBNU), Helmy Faisal (Sekjen) dan Andi Najmi Fuadi (Ketua PBNU) dengan Ketua KPK, Agus Rahardjo.

DutaIslam.Com - Ketum PBNU, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA menyambut baik atas kerjasama yang terjalin antara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya menghilangkan budaya korupsi di Indonesia.

Pembentukan Pusat Kajian dan Pendidikan Anti Korupsi di UNU Indonesia sudah tepat. "Ini sudah tepat dalam rangka memperkuat KPK dan sebagai komitmen meminimalisir korupsi," kata Kiai Said Aqil di Gedung PBNU, Senin (20/02/2017) tersebut.

Menurut Kiai Said, pada waktunya nanti. NU harus mendorong bagaimana KPK diberi kewenangan untuk masuk ke sektor privat di samping terus memperkuat perannya di sektor publik.

"Perusahaan-perusahaan swasta itu disinyalir potensi korupsinya lebih besar dibanding sektor publik yang di situ ada pejabat pemerintah, uang APBN," tegas Kiai Said Aqil.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan harapannya agar Civitas Akademika UNU Indonesia menjadi penggerak dalam memerangi korupsi.

"Bapak, ibu, mahasiswa terutama yang hadir di sini harus menjadi pelopor dan garda terdepan dalam pencegahan korupsi, sebagaimana ajaran kiai-kiai NU," kata Agus.


Menurut Agus, idealnya memberantas korupsi itu komprehensif namun pekerjaan ini penuh tantangan.

"Jika koruptor tertangkap, misalnya, perlu dikembangkan dia menerima suap? Apalagi, pencucian uang, dan seterusnya, namun hal ini butuh waktu lama," terangnya.

"MoU ini sangat bermanfaat untuk masa depan NKRI. Smoga semangatnya bisa ditularkan ke semua lini," ujar Andi Najmi Fuadi, Ketua PBNU yang hadir dalam acara. [dutaislam.com/ anw/ ksf/ dan]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini