Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Kisah Nyata: Pel4cur Jadi Bu Nyai Dadakan Pada Acara Pengajian

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Rabu, 22 Februari 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Ini cerita nyata yang dialami oleh KH. Ali Yahya Lasem (alm). Pada suatu malam, ketika beliau akan ceramah (ngisi pengajian) di Jepara, tiba-tiba dalam perjalanan (lampu merah) mobil, beliau dihadang seorang cewek cantik.

    Maklum, waktu itu beliau yang duduk di samping sopir melepaskan kopyah dan serbannya. Dan karena KH Ali Yahya Lasem (alm) itu adalah seorang bule (mirip orang Australi), maka mungkin cewek jalanan tersebut mengira bahwa beliau adalah seorang turis manca negara yang banyak duwit. 

    Cewek: "Malam om.."(wiis, yai dipanggil om)
    Kiai: "Malam.."
    Cewek: "Ikutan dong om, boleh ya!"
    Kiai: "Oo boleh boleh.. silahkn masuk". (Cewek bergegas masuk mobil)
    Cewek: "Om mau kemana? Butuh aku nggak? Aku tem3nin sampai pagi ya om?" (Cewek merayu yai. wkwkwkw) 
    Kiai: "Oo ini lho mau ngaji di Jepara. Ndak apa-apa silahkan ikut saja" (sambil pakai lagi kopyah dan sorban) 
    Cewek: "Oo, jadi bapak ini kiai ya?" (tadi panggil om, skrg panggil yai, he) "maaf yai saya bener-benar tidak tahu, sekali lagi maaf" (dengan ekspresi tegang dan ketakutan)
    Kiai: "Oo, ndak apa-apa, santai saja mbak. Sekali-kali ikut pengajian, bagus itu".
    Cewek: "Ndak usah Yai, saya turun di sini saja"
    Kiai: "Nggak bisa, pokoknya harus ikut. Tadi kan smpyan bilang mau ikut, jadi ya harus ikut".
    Cewek: "Tapi kan saya nggak pake jilbab yai". 
    Kiai: "Gampang, nanti tak pinjam jamaah" (Untung si cewek pakai r0k sopan)
    Cewek: "Tapi saya malu yai".
    Kiai: "Loh, sampeyan jadi pel4cur ndak malu kok, pengajian malah malu piye to?"
    Cewek: "Gimana ni yai.." (semakin salting), "Sya takut yai" (tadi malu sekarang takut, wkwkwkw)
    Kiai: "Sudahlah, santai saja".

    Setelah sampai di tempat pengajian, yai langsung pinjam jilbab sama ibu-ibu jamaah.

    Kiai: "Maaf bu, bisa pinjam jilbab? Ini lho Bu Nyai lupa bawa jilbab" (Hahaha, masak bunyai lupa bawa jilbab)
    Ibu-ibu: (Sambil sedikit agak bingung ibu-ibu jawab) "Oo bisa Yai.. bentar saya ambilkan". 

    Setelah pakai jilbab, Bu Nyai cewek langsung turun dari mobil. He he. Dan begitu turun dari mobil, masyaAllah, Bu Nyai cewek langsung di serbu sama ibu-ibu untuk bergantian cium tangan. Ngalap barokah kaliee, hehehe. 

    Mendapat penghormatan seperti itu, seketika wajah Bu Nyai cewek langsung pucat, lisannya kelu, diam sejuta bahasa dan tubuhnya pun serasa kayu. Ia begitu merasa terhormat dipersilakan masuk lalu dijamu dan dilayani dengan sebaik baiknya selayaknya Bu Nyai sungguhan.

    Setelah pengajian selesai, jamuan dahar dihidangkan (tempat hanya terpisah kiri dan kanan dengan tempat kiai, jadi masih tetep terlihat). Dan, sebelum acara makan-makan dimulai (di tempat jamuan bunyai cewek), para ibu-ibu jama'ah memohon barokah do'a dari Bu Nyai cewek. Allahu Akbar!

    Bagaikan disambar petir saat ia dimintai barokah doa. Untung masih hapal Robbana Atina..hehehe. 

    Seperti saat baru datang, Bu Nyai cewek kembali di kerumuni ibu-ibu untuk bergantian cium tangan ketika berpamitan pulang, sambil diantar bareng-bareng ke mobil. (Welehhh, cik mulyonee dadi bunyai dadakan hehehe.. Tahu bulat keleess digoreng dadakaann). 

    Di dalam mobil (pulang) Bu Nyai cewek menangis sejadi jadinya, kayak orang yang baru terkena musibah besar. Setelah agak reda nangisnya, Kiai mulai memberi nasehat.

    "Apakah sampeyan tidak melihat dan berfikir, tentang bagaimana cara orang-orang tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu dan mereka juga rela antri hanya untuk dapat menciumi tanganmu satu demi satu, bahkan meminta barokah doa darimu.. Padahal sebenarnya kamu itu siapa? Orang yang tidak lebih mahal dari harga sayuran kangkung, bayam, terong dan lain sebagainya," (Bu Nyai cewek kembali mengangis tetapi Yai tetep melanjutkan nasehat).


    "Ketika Anda menjual sayuran kangkung, bayam dan terong, Anda masih memiliki harga diri tetapi ketika Anda menjual diri anda sudah tidak lagi memiliki harga di hadapan Allah.. Hari ini Anda mendapatkan nasehat yang mungkin adalah nasehat terbesar dalam hidup Anda maka segeralah bertaubat dan memohon ampun sama Allah. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum anda bertaubat". 

    Setelah mendengar nasehat Yai, Bu Nyai cewek tadi akhirnya berbicara walaupun masih sambil terisak, "terimakasih yai atas nasehatnya. Dan berkah dari kejadian ini, mulai saat ini saya bertaubat dan akan berhenti dari pekerjaan laknat ini, sekali lagi terimakasih yai".

    Alhamdulillahhh, berkah tindakan bijaksana, seorang kiai bisa menyentuh hati pel4cur hingga bertaubat dalam semalam. 

    Seperti itulah derajat manusia (walau seorang pel4cur sekalipun) hanya Allah Yang Maha Tahu. Semoga saja dapat istiqomah dalam taubatnya. [dutaislam.com/ ed]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: