Kamis, 02 Februari 2017

Kata Netizen: Kalau Semua Jadi NU, Sepi!


DutaIslam.Com - Tagar #MendadakNU yang menjadi trending topic pada 1-2 Februari 2017 adalah bukti kalau Nahdlatul Ulama (NU) masih selalu dinantikan perannya menjaga suasana politik dan iklim sosial negeri ini agar lebih ayem, adem dan tanpa tensi.

Kegaduhan negeri ini selalu disulut oleh kelompok-kelompok radikal yang (konon) diciptakan bukan dari adam, tapi dari tanah sengketa karena hamil (ingin) besar atas terciptanya revolusi, perang saudara lalu menang sendiri, "mereka itu seperti TOA," kata salah satu netizen di Fanpage Dutaislam.com, Kamis (02/02/2017).

Tamsil TOA, katanya, nyaring bersuara saja, tapi nol pruthul, tidak ada efeknya kecuali keras dan lantang teriak saja. Nah, dalam kondisi ini, NU selalu dijadikan sebagai pamadam, "saya yang non muslim bisa bedain kok mana FPI mana NU. Beda jaauuuuuh ahklaknya NU, kyai nya saya hormati, santun akhlaknya jempol. Si kaum sumbu pendek mendadak NU. Watak dan karakter NU mau dicopas kelihatan imitasinya," tulis Heiske Palar Sumayku, salah satu likers Page Dutaislam.com.

Sayangnya, setiap sikap yang diambil oleh pimpinan NU, selalu diterima beda tafsir oleh sumbu pendek ber-TOA itu. Ketika diam dalam sebuah kasus, dianggap lembek, namun ketika tegas, dianggap memihak juga. Karena itulah, menurut Cak Fahmi, Netizen NU Jawa Timur, warga NU jangan sampai baper (bawa perasaan) pada satu kelompok tertentu lalu memusuhi kelompok lain.

"NU memang tidak boleh terus-menerus diam ketika diseret kanan-kiri, contoh kasus Yai Ma'ruf Amin kemarin, NU jadi bulan-bulanan berbagai kelompok dengan banyak kepentingan. Ngintip anak-anak FPI, mereka semula ngompori Banser, sekarang setelah NU bersikap ayem, balik nuduh Banser tidak tegas. Ngintip Ahokers, masih memuja NU tapi memaki Yai Ma'ruf. NU berada di antara dua kelompok yang berpotensi menikam NU lagi," terang Fahmi kepada Dutaislam.com, Kamis (02/02/2017) malam via WhatsApp.

Ada Netizen NU yang mengeluh karena akhir-akhir ini energi NU mulai dikuras dan dipinjam "tangannya" untuk naboki Ahok, musuh bagi mereka yang ingin gaduh. Atas alasan itu, muncul harapan semoga semua penduduk muslim negeri ini jadi warga NU dengan akhlak kiai NU semua.

Ujaran populer di kalangan netizen atas harapan itu adalah, "semuanya akan NU pada waktunya", "semua akan butuh NU pada akhirnya", "semuanya akan berterimakasih kepada NU pada waktunya", dan ujaran lain senada.

Namun, bagi Fathekah, facebookers yang nge-like page Komunitas Islam Nusantara, jika semua jadi NU, sepi. "Dengan adanya yang lain, jadi semangat mengikuti kajian-kajian tentang NU, mengenal tokoh, mengenalkan ke anak tentang NU dll," tulisnya. Ini screenshoot nya:


Karena itulah, Cak Fahmi mengingatkan agar hati-hati dalam bermedia sosial, "omongan Ansor, Banser, PBNU dan semua elemen NU lagi jadi sorotan dan digunakan sebagai pembenaran sikap masing-masing kelompok. Ini bahaya yang seringkali kurang disadari kita semua," katanya. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini