Minggu, 19 Februari 2017

Ingin Punya Anak Jadi Ulama, Kiai, Sholeh? Ini Resepnya


DutaIslam.Com - Siapa sih yang tidak ingin punya anak sholeh yang jadi ulama? Jika Anda punya cita-cita ingin punya anak yang alim, monggo ini kiat cespleng yang dinukil dari kitab تعليم المتعلم / Ta'lim Muta'allim.

Terjemahan bebasnya begini: "Barang siapa yang ingin punya anak alim, hendaklah dia senantiasa memuliakan, menghormati dan menghadiahi sesuatu kepada para ulama. Kalau tidak anaknya yang jadi alim, ya cucunya yang akan jadi alim."

Memang benar dulur, resep itu kayaknya sudah jadi semacam kaidah di kalangan dunia pesantren, walau sekarang sudah kian dilupakan atau diabaikan. Tapi ingat dulur, resep ini sudah dibuktikan oleh banyak orang tua, tak terhitung banyaknya yang sudah membuktikan resep ini sejak berabad abad yang lampau.

Di antara contohnya adalah seorang tukang pembuat dan penjual kue halwa' (حلوانى /halwani, dalam bahasa Arab) yang miskin. Berkat beliau tawaddlu' dan senang memuliakan serta memberi (walaupun ala kadar semampunya) kepada para ulama sambil memohonkan doa untuk anaknya, oleh Allah, akhirnya beliau dianugerahi putra luar biasa yang menjadi ulama besar bergelar syamsul a'immah, yaitu Syaikh Al Halwany.

Imam Ghazali juga sama, beliau adalah putra seorang pemintal benang !! (غزال /ghozal dalam bahasa Arab). Meski begitu, beliau adalah ulama besar dunia alim dan luar biasa, mutabahhir ('nyegoro' dalam bahasa Jawa) ilmunya hampir mengusai semua fan ilmu, bergelar hujjatul Islam (hafal 300.000 ribu hadist lengkap dengan sanadnya), kitabnya ihya' ulumuddin dibaca dan dipelajari diseluruh dunia, semua ulama dan auliya' dari berabad-abad lalu hingga sekarang dapat dipastikan pernah ngaji kitab karya ulama ini.

Itu semua berkat ayah beliau yang sholeh, senang memuliakan para ulama', senang hadir dalam majelis pengajian para ulama, senang memberi sesuatu kepada para ulama ala kadar kemapuan, sambil selalu memohon kepada Allah agar dianugerahi anak yang bisa seperti para ulama-ulama tersebut. Beliau dianugerahi dua orang putra, yaitu Imam Muhammad al-Ghozaly dan adiknya, Ahmad Al-Ghazaly, dua-duanya ulama besar dan wali.


Karena itulah, orang-orang dahulu kalau liburan suka sekali mengajak anak-anaknya sowan/ziarah ke kiai-kiai, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Tidak seperti orang sekarang, yang kebanyakan liburannya sowan ke mall-mall dan tempat rekreasi saja.

Jika ingin punya anak yang alim, kita bisa mengubah tujuan rekreasi. Dari mall ke kiai, ustadz, habib atau guru-guru alim kita. Dengan harapan agar kelak akan muncul generasi-generasi baru ulama yang ditunggu umat Nabi Muhammad. [dutaislam.com/ ab]

Referensi:

  1. Ta'lim Muta'allim, Syaikh Azzarnujy, hlm. 17 dan 33.
  2. Risalah Muqoddimah Ihya' Ulumuddin, hlm. 7.
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Assqlamualaikum wr wb.tolong diulas tentang kitab Imdad dan kitab dalail khairat yg merupakan warisan Guru Sekumpul yg dikeluarkan oleh yayasan AlZahra sekumpul martapura,kalimantan selatan,,,khusus kitab Imdad sendiri ia adalah "sawariqul anwar"nya Guru Sekumpul,,,yg merupakan kumpulan wirid,doa dan ratib.Sedangkan dalail khairat keluaran AlZahra sekumpul selain merupakan warisan Guru Sekumpul utk umat,istimewanya adalah tdp ijazah sanad kitab dalail tsb dihalaman awal kitab,sehingga barokah bagi para pengamalnya,tolong diulas agar banyak yg mengamalkan,,,

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini