Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • Muna Adalah: Ikut Aksi Tolak Pemimpin Kafir Tapi Minta Berkat ke Yang Dikafirkan

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Senin, 13 Februari 2017
    A- A+
    AHY saat minta berkah ke umat Nasrani dan berdoa di Istiqlal
    DutaIslam.Com - Tak ada kebenaran dalam politik. Siapa pun yang mendukung dan sudi memenangkan calon, dari agama manapun dan makhluk apapun jenisnya, akan dirangkul dan didekati. Itulah yang nampaknya terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 ini.

    Beredar foto menarik di media sosial tentang calon gubernur nomor urut 1, Agus Harimurti Yidhoyono (AHY) dan juga Sandiaga Uno, yang khusyuk sedekap mengamini doa yang dipimpin oleh seorang "imam" dengan cara ala umat Kristiani.

    Namun, di lain sisi, AHY juga nampak sangat khusyuk berdoa bersama pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di masjid Istiqlal saat aksi damai 11 Februari 2017 kemarin (lihat foto di atas). Sama-sama khusyuk berdoa, namun beda tempat dan umat. Satu di masjid, satunya lagi bukan. Netizen di Facebook pun banyak yang berkomentar. Ada yang sinis, ada pula yang manis.

    Robby atau Robertus Rubiyanto misalnya, dalam foto Sandi yang diberkati umat Kritiani, ia membuat caption begini, "Saya agak kesulitan memahami logika calon kepala daerah yang menjegal calon lain dengan alasan kafir tapi minta didoakan oleh orang kafir sebagai pemberkatan sebelum pelaksanaan pilkada," tulisnya, Sabtu (11/02/2017).

    Kontan saja catatan foto Robby kemudian viral dishare oleh banyak orang hingga 900-an kali. Ada yang kemudian meresponnya begini, "non muslim dihina tapi dirindukan juga kehadirannya pada pencoblosan," kata Andirana Ririn di bawah postingan Robby.

    Namun ada juga yang berharap positif. "Alhamdulillah, semoga semuanya sama-sama paham mereka menyembah Tuhan yang sama. Karena toh mereka diciptakan oleh Tuhan yang sama," ujar Syaifullah Amin.


    "Inilah yang namanya munafik. Mengafir-kafiriin Nasrani tapi butuh pemilihan suara dari si kafir," tulis Annita Panggabean di Facebooknya.

    Karena itulah, saran salah satu Netizen NU, Mundzir, jangan mempermainkan agama dan SARA dalam politik. Semua orang harusnya dirangkul. "Menggunakan isu agama untuk kepentingan politik akibatnya akan melahirkan kebencian dan kemunafikan," katanya kepada Dutaislam.com, di Semarang, Ahad (12/02/2017) malam.

    Munafik itu bukan yang membela Ahok. Mereka adalah yang bermuka dua. Satu sisi ikut mendukung isu menolak pemimpin kafir, tapi di lain tempat dan waktu, ia meminta berkat kepada yang dituduh sebagai kafir. Ironisnya, tidak ada rumus dan kategori munafik dalam politik. Semuanya halal.

    Jika Anda ingin mengetahui screenshoot foto AHY dan Sandiaga Uno yang diberkati umat Kristiani, silakan download dan lihat di link yang ada di bawah editorial Dutaislam.com ini. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    2 komentar

    Dilengkapi pernyataannya, biar NU tidak masuk ke ranah politik: "Munafik itu bukan yang membela Ahok atau yang menolak Ahok. Mereka adalah yang bermuka dua." Mungkin itu seharusnya kalimat yang ditulis.

    Preet, saking takutnya dituduh kafir, ngaku punya kakak Muslim...padahal cm kakak angkat..munafik mana?