Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Ikut Aksi Bela Agama Tapi Tidak Shalat Dengan Alasan: Allah Saja Tidak Shalat

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 12 Februari 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Satu lagi logika nyonyor dari peserta aksi bela Islam. Malam ini (12/02/2017), Dutaislam.com mendapatkan kiriman chatting WhatsApp antara seorang bernama Dikoy dan orang di seberang chat.

    Seperti orang makrifat Allah saja si Dikoy itu. Percakapan dimulai dari pencarian Dikoy kepada temannya.

    "Loe dimana?" Dikoy mencari temannya.

    "Gua dah pulang. Loe diomelin bu Nefi ama Pak Bahroin lu. Tinggal kenanya doang. Lagian lu gak pernah masuk," jawab teman. Entah apa yang dimaksud tidak masuk.

    "Gua Aksi".

    "Peduli lah".

    "Iyalah, gua bela agama," Dikoy pede.

    "Bela agama tapi kok gk pernah sholat?" ketus teman Dikoy.

    "Allah nyuruh kite sholat tapi Allah sholat gk? Diem aja kalau gak ngerti," Dikoy jawab ini seperti Tuhan saja. Chatting selesai.


    Betapa miris dan ironis, anak muda banyak yang tidak paham makna bela agama. Mereka lebih mengutamakan ikut aksi bela agama daripada membela dirinya sendiri dari maksiat meninggalkan shalat hingga meninggalkan kewajiban bekerja, absen masuk.

    Lalu, apa yang dicari dalam aksi kalau ternyata setelah aksi tidak ada perubahan apapun terhadap diri sendiri. Maklum, aksi-aksi berjilid-jilid itu lebih banyak berisi hujatan sembari memenangkan calon pasangan daripada nasehat keagamaan.

    Lebih baik ikut maulid sebetulnya Dikoy itu. Adem dan tidak bikin emosian. Jika Anda penasaran bukti chattingnya, silakan download di bawah laporan ini. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Tentunya dalam setiap kalangan ada oknum. Dikoy ini hanyalah seorang oknum yang tidak pantas ditiru, tentunya bersama dengan Dikoy ini lebih banyak yang sholatnya rajin. Sama saja, hanya karena tingkah laku satu orang bernama Dimas Kanjeng, tentunya orang-orang NU tidak akan meninggalkan ziarah ke makam para Wali.