Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Dahsyatnya Kristenisasi: Bocah Ngaji di Mushalla, Ditanya Siapa Tuhanmu? Dijawab Yesus

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Senin, 27 Februari 2017
    A- A+
    Kiri: Ibu Winarni, warga Payungan, Kaliwungu, Semarang
    DutaIslam.Com - Winarni (40) adalah seorang pengajar Al-Qur'an di Taman Pendidikan Al-Qur'an, guru ngaji Desa Payungan Rt. 03 Rw. 01, Kec. Kaliwungu, wilayah Kabupaten Semarang yang masih berbatasan dengan Kab. Boyolali, Jawa Tengah.

    Di desa itu, kata Winarni, ada tiga gereja yang sudah berdiri sejak lama, yakni Gereja Bethel, Gereja Jemaat Kerajaan Allah dan Gereja Kristen Jawi. Berkat misionaris yang getol melakukan kristenisasi di desanya, kini ada 100-an warga desa yang konon sudah murtad (pindah agama).

    Winarni mengatakan, kegiatan kristenisasi sudah berlangsung sejak lima tahun terakhir di wilayahnya yang mayoritas penghuni perumahan. Gerakan itu makin menguat mulai tahun 2016 lalu. "Kegiatan mereka kadang surut kadang gerak," kata Winarni kepada Dutaislam.com via sambungan telepon, hari ini, Senin (27/02/2017) pagi.

    Kegiatan mereka, menurut Winarni, dilakukan dengan pelbagai cara, antara lain dengan menggelar baksi sosial, bantuan kesehatan, dan utamanya dengan les privat. Bukti gerakan mereka di tangan Winarni hanya berupa pengumuman atau pamflet kegiatan bantuan kesehatan gratis.

    Soal les privat, para misionaris itu pernah menjemput puluhan anak dengan dua bus bantuan dari Gereja Mororejo. Terjadi tahun 2016. Ia mengetahui hal itu karena para siswa TPA nya, kala itu, tiba-tiba tidak ada yang datang ngaji, "ternyata mereka ikut les dijemput dua bis itu, mas," terangnya.

    Materi les privat yang diberikan para misionaris tersebut adalah Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS lalu dilengkapi dengan ajaran Kristen. Wajar jika anak-anak lebih mengenal Yesus daripada Nabinya, Muhammad Saw.

    Menurut istri Pak Mas'ud tersebut, Lurah Desa Payungan mengaku tidak tahu adanya kegiatan yang cukup mengganggu kegiatan ngaji di TPA mushallanya itu. Ternyata, anak-anak polos itu dikenalkan dengan ajaran Kristen, bahkan nama Tuhan yang mereka kenal pun, ketika ditanya Winarni kala ngajar mereka di TPA, adalah Yesus, bukan Allah.

    Untuk menanggulangi hal itu, Winarni pernah melakukan kegiatan nonton video-video islami yang ia putar di beberapa rumah warga, mushalla, sekolah, hingga tempat lain dimana banyak anak korban kristenisasi itu berkumpul, bermain dan bergaul dengan teman-teman lainnya.

    Ia sempat meminjam laptop dan screen layar lebar untuk menyuskseskan penanggulangan kristenisasi di wilayahnya dengan mengajak menonton video-video islami dan lagu-lagu islami serta shalawatan. "Laptopnya pernah lama saya gunakan hingga 5 bulan, mas," terang Winarni.

    Winarni yang sehari-hari jualan rengginang di pasar itu sangat peduli untuk menentang gerakan pemurtadan di Payungan. Ia sadar jika daerahnya adalah target kristenisasi mengingat mayoritas warga di desanya adalah muslim abangan yang kurang banyak tahu soal agama, termasuk dirinya juga.

    Penasaran, Winarni pernah mengikuti kegiatan yang digelar komunitas gereja di desanya, "ternyata ketika masuk mengikuti kegiatan, masing-masing ditanya, siapa Tuhanmu," ungkap Winarni.

    Namun, kepedulian Winarni tersebut, akunya, kurang mendapatkan respon dan bantuan tokoh agama setempat, "curhat saya kurang direspon, mereka hanya mengatakan yang penting umat Islam bersatu, tapi kalau bersatu tanpa bergerak kan juga tidak ada pengaruhnya," ujar ibu satu putra tersebut kepada Dutaislam.com.

    Dengan sisa kemampuan yang ada, Winarni terus bertahan untuk mengajar alif ba ta dan mengenalkan agama semampunya kepada 15 murid TPA nya. "TPA yang dekat gereja sekarang sudah ada 9 orang anak, dulunya hanya 4," tandasnya.


    Berkat kegigihannya mendidik anak di lingkungan, TPA nya pernah menjuarai lomba shalawatan. Alhamdullillah.

    Terus berdakwah, ia tidak bergeming atas tantangan pendeta Gereja Gideon yang pernah mengatakan kalau mampu bertahan mengajar TPA selama sebulan, ia akan selamanya akan bertahan bisa mengajar. Winarni berhasil membuktikannya walau sendirian.

    Sejak broadcst terbongkarnya aksi pemurtadan di Payungan itu muncul, Winarni mengaku sering mendapatkan bantuan dari lembaga yang peduli atas gerakan inisiatifnya. "Curhat saya ke mahasiswa IAIN Salatiga yang hari ini (Senin, 27/02/2017) pulang KKN dari desa, ternyata disebar ke WhatsApp, mas, bahkan ada yang menggalang dana untuk kegiatan saya dengan membuka rekening," tegasnya. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    3 komentar

    Emang ironis ya, orang Barat banyak yang masuk Islam, orang Indonesia malah masuk kristen. Itulah hebatnya dakwah, mau muslim ataupun non-muslim jika mau dakwah biasanya punya pengikut, asal dakwahnya serius. Bahkan hasil dakwah iblis yg paling kasar pun ada pengikutnya, mereka sering disebut para penyembah iblis. Ayo umat Islam Indonesia, bergeraklah berdakwahlah, tapi jangan anarkis. Misi agama tidak akan padam dengan intimidasi, yang ada malah makin militan. Juga nantinya intimidasi akan dibalas intimidasi, sedangkan umat Islam bukan hanya di Desa Payungan, di Jawa, atau di Indonesia, tapi ada dimana-mana. Kasihan umat Islam yang kondisinya minoritas di negara-negara lain. Ayo umat Islam bergeraklah berdakwahlah, jangan saling melemahkan, karena kalau saling melemahkan kita akan menjadi sebenar-benar buih.

    Perkara hidayah memang misterius. Dahulu di zaman Nabi Musa, bani Israil adalah Islam (walaupun banyak disebutkan iman Islamnnya lemah) dan Mesir adalah non-Islam. Pada hari ini keadaan berbalik 180 derajat, Mesir saat ini salah satu pusat tersebarnya Islam ke seluruh dunia, dan bani Israil identik dgn bukan Islam. Maka senantiasalah tetap mensyukuri iman Islam kita hari ini dan berusaha memperkuatnya (jangan jadi liberal,jangan jadi khawarij) serta jangan menyombongkan diri pada kaum yang lain.

    Orang sudah beragama kenapa malah di ajak memeluk agamamum"kristen"..wkwkwkwk, memang kaum sampah