Kamis, 02 Februari 2017

Bantahan Kesaksian KH Ma'ruf Amin di Sidang Ahok yang Dituduh Bohong


Oleh Nadirsyah Hosen

DutaIslam.Com - Saya mau jelaskan soal kesaksian KH Ma'ruf Amin di sidang Ahok. Apakah beliau berbohong? Ini pertanyaannya. Pengacara Ahok bertanya apa SBY menelpon Kiai Ma'ruf Amin. Ini dijawab beliau, "tidak". Lantas jawaban ini dianggap berbohong. Benarkah?

Pengacara Ahok bertanya panjang kepada beliau dengan asumsi SBY menelpon itu untuk mempengaruhi fatwa MUI. Ini jebakan batman ala pengacara. Kiai Ma'ruf Amin paham bahwa pertanyaan ini jebakan dari pengacara. Reputasi MUI dipertaruhkan.

Kalau beliau jawab iya, maka terbangun kesan seperti yang diinginkan pengacara bahwa SBY berada dibalik sikap keagamaan MUI terhadap Ahok. Kiai Ma'ruf Amin seorang ahli fiqh, jadi beliau menjawab pertanyaan jebakan tersebut dengan helah fiqh.

Beliau mengatakan "tidak ada telpon dari SBY". Karena yang ada itu telpon dari staff SBY, baru kemudian SBY bicara. Ini  helah fiqh. Helah dalam mazhab Hanafi dibenarkan, yaitu mencari jalan keluar dalam situasi sulit dengan cara yang seolah dilarang tapi kemudian menjadi halal.

Contoh helah itu menghibahkan sebagian harta menjelang haul (setahun) untuk menyiasati agar tidak terkena zakat karena tidak sampai nisab. Kiai Ma'ruf Amin, demi menyelamatkan marwah MUI, beliau menjawab dengan gaya helah ahli fiqh.

Dalam kajian Balaghah ada yang dinamakan tauriyah. Ini juga bisa menjelaskan jawaban Kiai Ma'ruf Amin. Ucapan yang artinya dipahami oleh orang yang mendengarkan, akan tetapi orang yang mengatakan menginginkan arti lain yang  terkandung dalam perkataan.

Misalnya ungkapan: "saya tidak punya dirham" yang dapat dipahami kalau dia tidak punya harta, padahal maksudnya dia punya dinar, bukan dirham. Tauriyah ini termasuk solusi agama untuk menghindari kondisi-kondisi sulit yang terjadi pada seseorang.

Dikala ditanya tentang suatu urusan, dia tidak ingin memberitahukannya secara apa adanya, tapi di sisi lain dia tidak ingin berbohong. Jadi helah dan tauriyah bisa kita pakai untuk memahami jawaban Kiai Ma'ruf Amin di sidang Ahok.

Kalau pengacara Ahok lebih jeli, mereka akan ubah pertanyaannya, bukannya malah menganggap Kiai Ma'ruf berdusta. Harus lebih cerdik berhadapan dengan ahli fiqh. Beliau tidak berbohong dan bukan memberi keterangan palsu. Beliau hanya sedang melakukan helah dan tauriyah. Demikian penjelasan saya. [dutaislam.com/ ab]

Nadirsyah Hosen,
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini