Jumat, 17 Februari 2017

Ayat-Ayat Berbahaya Tentang Cinta Dunia Lupa Akhirat


Oleh Zain Bad

DutaIslam.Com - Termasuk dari perkara yang merusak adalah cinta terhadap dunia (arab; hubbud dunya). Terlalu menginginkan terhadap dunia dan sangat ingin untuk menumpuk-numpuknya, terlalu mencintai pangkat dan juga harta, pelit, bakhil, perkara-perkara itu semua adalah perkara yang menghancurkan seseorang. 

Hubbud dunya dikutuk oleh ayat-ayat atau hadits tentang cinta dunia karena sibuk dengan urusan dunia hingga lupa akhirat. Akibat cinta dunia, hingga takut mati. Inilah bahaya cinta dunia. Padahal, cinta dunia menurut Islam tidak seperti itu.  

Barang siapa yang cinta terhadap dunia dan menghendaki dengan sangat menghendaki dunia, menumpuk-numpuk dunia dan begitu mengagungkan terhadap dunia, maka orang tersebut dalam garis yang membahayakan, dalam dan dalam ancaman Allah SWT, sebagaimana Al-Qur'an menyatakan: 

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ.

Artinya: "Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan". 

مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا

Artinya: "Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang(duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia ituapa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kamikehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam;ia akan memasukinya dalam keadaan tercela danterusir".

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗوَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

Artinya: "Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖكَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖوَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚوَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu".

Nabi SAW juga bersabda yang artinya, "barang siapa cinta terhadap dunia, maka akan menyebabkan yang seseorang terpeleset, jatuh dalam kesalahan, kemaksiatan dan kebodohan,"

حب الدنيا رأس كل خطيئة

Nabi SAW juga bersabda;

وَلَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا قَطْرَةً أَبَدًا

Artinya: "Sekiranya dunia itu memiliki nilai seberat sayap nyamuk di sisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberikan setetes pun terhadap orang kafir."

Didalam sabdanya lagi; 

مَنْ أَخَذَ مِنَ الدُّنْيَا فَوْقَ مَا يَكْفِيْهِ أَخَذَ حَتْفَهُ وَهُوَ لَا يَشْعُرُ

Artinya: "Barangsiapa yang mengambil dunia di luar kebutuhannya, maka tanpa sadar telah merusak dirinya sendiri."

Kemudian Nabi SAW bersabda; 

وقال عليه الصلاة والسلام : الزُّهْدُ في الدُّنْيَا يُرِيْحُ اْلقَلْبَ وَاْلبَدَنَ، وَالرَّغْبَةُ فِيْهَا تُكْثِرُ اْلهَمَّ وَالْحُزْنَ

Artinya: "Beliau juga mengatakan "kezuhudan terhadap (kekayaan) di dunia membuat hati menjadi tenang, sedangkan keinginan terhadapnya menimbulkan banyak kegelisahan dan kesedihan."

نجاح أول هذه الأمة بالزهد واليقين

Artinya: "Keselamatan umatku adalah dengan zuhud dan yakin".

وسيحلق آخره بالحرز وطول الأمال 

Artinya: "Dan nanti akan rusaknya umatku sebab dengan menumpuk-numpuk harta dan panjang angan-angan". 

Banyak sekali tentang ayat dan juga hadits serta atsar para ulama yang mencela kehinaan dunia dan mencela orang-orang yang cinta terhadap dunia. Karangan para ulama juga banyak yang menerangkan tentang ini, salaf maupun khalaf.


Dalam konteks tulisan ini, yang dimaksud dunia itu adalah ibarat dari setiap apa yang ada di bumi ini, perkara-perkara yang meng-enak-kan (Arab: laddzat) dari perkara-perkara harta duniawi yang diinginkan oleh nafsu, yang diinginkan oleh hati dan perkara-perkara yang ingin ditumpuk-tumpuk.

Allah SWT mengumpulkan didalam firman-Nya;

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Artinya: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)".

Dan barang siapa yang  tidak meneliti dari mana dunia ia dapat, baik itu halal atau haram, hingga dia melupakan apa yang diwajibkan oleh Allah SWT dari perkara-perkara taat dan terjerumus dari perkara-perkara yang haram dan maksiat, maka orang yang seperti ini adalah golongan orang-orang yang mendapatkan ancaman Allah SWT.

Orang-orang yang seperti ini, sangat mengkhawatirkan keimanan, kecuali bertaubat kepada Allah SWT sebelum ajal menjemputnya.

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الدُّنْيَا تَحْتَ اَيْدِيْنَا وَلاَ تَجْعَلْهَا فِي قُلُوْبِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا اَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah dunia berada di bawah tanganku saja dan jangan sampai masuk terfikir di dalam hatiku, dan janganlah jadikan dunia itu pusat keprihatinanku (yang banyak difikir hanya dunia saja) dan janganlah menjadi terminal ilmuku (jangan sampai ilmuku untuk mencari dunia semata)." [dutaislam.com/ ab]

Zain Bad, AnNur 2 Bululawang, Malang.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini