Selasa, 24 Januari 2017

Santri Sebelah Menghina Kiai Said dengan Syair, Ini Syair Balasan dari Santri NU

Syair dilawan dengan syair, bukan penthungan!
DutaIslam.Com - Situs pemecah belah NU beberapa waktu lalu memuat postingan berisi syair yang mendiskreditkan Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj. Meski admin situs menyebut syiiran karya Ahmad Hidayatullah itu berisi sindirian, tapi secara konten sudah masuk sebagai tuduhan tanpa dasar.

Dalam syair tersebut, Kiai Said dikata sebagai orang dungu, membawa pikiran gila penuh kesesatan kemana-mana, perbuatannya tidak sesuai agama, hingga berdalil kalau agama Islam memasukkan Kiai Said sebagai "orang celaka yang bodoh".

Lucunya, tuduhan dan asumsi bernada dengki itu disebut situs "nugarislurus" sebagai "lihai dan apik memainkan kata", padahal penuh tipudaya dan tidak mengajak kepada pencerahan, sebagaiman adab sastra. Kalimat-kalimat di sana tidak menggunakan kata tanya, tapi justifikasi.

Tujuh bait syair itulah yang dijawab balik oleh salah satu santri NU. Silakan simak sahut-sahutan kritik berupa syiir antara gubahan Ahmad Hidayatullah (entah santri mana) dengan balasan syair dari M Abdullah Badri, santri Kudus yang juga pengurus LTN NU Jepara.

Judul keduanya mirip, penghina Kiai Said menggunakan judul "ما ذا نقول" (Apa yang harus kita katakan?), sementara santri yang menjawab dan membalasnya memakai judul "هذا ما نقول لجاهل" (Ini yang harus kami katakan kepada jahil). Simak, dan silakan disebarkan.

ما ذا نقول
Apa yang Harus Kita Katakan 
(Ahmad Hiyatullah)

ماذا نقول لمن دعا “انا عاقل” # مع انه كلَّ الحماقة شامل
Apa yang mesti kita katakan untuk orang yang menyebut dirinya cerdas (Aqil)? # 
Padahal dia penuh dengan kedunguan

وسعى بأنواع الجنون تعمدا # وبلا حياء في الغواية جائل
Kemana-mana dia membawa pikiran-pikiran yang gila # 
Dan, tanpa malu-malu berkelana dalam lembah kesesatan

انا مؤمن” ذا قوله بلسانه # وبكفره افعالُه لدلائل
Lidahnya bilang, “Aku adalah orang yang beriman” # 
Tapi, perbuatannya justru menunjukkan kekafiran

‘انا عالم بل تحت قبضي العُلما” # لكنه بخلاف علم عامل
“Aku orang alim, bahkan para ulama berada dalam genggamanku.” # 
Anehnya, perbuatan dia justru tak sesuai tuntunan ilmu agama

ورعاية الأغنام جل وظيفتي # ودعا الذئاب لأكلها ويؤاكل
“Tugas utamaku menjaga domba-domba.” # 
Anehnya, dia justru memanggil para serigala untuk memangsa domba-domba itu.

مَن قبله حملوا السراج بقوة # خمد واظلم اذ اتى هو حامل
Orang-orang sebelum dia telah membawa lentera (Siroj) dengan segenap upaya # 
Tapi, ketika giliran dia yang membawa, dia langsung memadamkannya

“وانا السعيد ” الدنيوي سعادة # والدين قال له شقي جاهل
Dia bilang, “Akulah orang yang beruntung (Said)”. Tapi, itu keutungan di dunia belaka # 
Sedangkan agama bilang kepadanya, “Orang celaka yang bodoh”

-------------------------------------------------------

"هذا ما نقول لجاهل"
 Ini yang Harus Kami Katakan Kepada Jahil 
(M Abdullah Badri)

⁠⁠⁠كيف نقول لجاهلٍ اذ قائلاً # لذي العقيل حا مقًا و مُرادفاً
Apa yang haris kami katakan kepada si bodoh ketika dia mengatakan # 
Kepada si cerdas (Aqil) sebagai si dungu. Sementara faktanya berkebalikan? 

عبدٌ سعَى بسراج ن يو مجاهدًا # بل ذاك مجنونٌ يسُبُّ جائلًا
(Kiai Said) adalah hamba yang kemana-mana membawa Siraj (Penerang) NU dengan sungguh-sungguh # Tapi, si gila (penyair) itu misuh-misuh nurut dalan (mengumpat sepanjang jalan)

مكفَّرًا مشيَّعًا هم يفتِنو# ن بلا دليل (للعقيل) تشهّدًا
Dikafirkan, dituduh Syiah, begitulah cara mereka memfitnah secara nyata # 
Tanpa bukti (dalil) kepada Aqil (yang memiliki kecerdasan), secara jelas. 

مقبض دعوة الرّسول مرحّمًا # بلسانه للماكرين مجادِلًا
(Padahal) ia memegang cara dakwah yang saling rahmah # 
Dengan lisannya, kepada para pembuat makar (negara & agama), ia membantah

ورعاية البلاد جلّ سبيله # ودعى التوحّد للؤناس لا و لا
Menjaga keutuhan negara adalah misi jalan dakwahnya # 
Ia mengajak membangun kesatuan bangsa tanpa terkecuali (tidak pandang agama, ras dan suku) 

لشقيّ عقلٍ فعلُه متزلزلًا # لسعيد عقل قوله متحرّكاً
Bagi sesat pikir, apa yang dilakukannya, membuat kejang-kejang  # 
Tapi, bagi yang beruntung (Said) nalar, ucapannya menggerakkan semangat (berbangsa)

ان السعيد من الإله قاضياً # لا من حسود قلبه متكبّراً
Sesungguhnya, keberuntungan semata dari ilahi, Sang Pemilik Keputusan # 
Bukan di tangan tukang hasud yang hatinya penuh kesombongan (penyair)

Sama-sama dibuat dalam bahar Kamil, syair di atas disusun oleh penyair kedua dalam 7 bait pula. Karena sifatnya membantah per bait, ditulislah jawaban syairnya per bait. Dutaislam.com hanya memuat masing-masing bait yang sudah ada di situs sebelah itu dengan syair balasan yang dikirim penyair ke meja redaksi. Jika Anda ingin membantah atau menambah, silakan dengan syair juga. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini