Sabtu, 28 Januari 2017

KH Ahmad Dahlan Murid Syaichona Kholil Ternyata Bukan yang Mendirikan Muhammadiyah


DutaIslam.Com - Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, selama ini disebut sebagai salah satu murid Syaichona Ahmad Kholil Bangkalan Madura, bahkan dikata sebagai (kakak) seangkatan dengan Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari. Ada yang meragukan tentang kebenaran sejarah ini mengingat belum ada bukti kuat yang menunjukkan fakta otentik, kecuali serpihan kisah yang tersebar di media sosial dan media online.

Bahkan, rujukan sejarah cikal-bakal NU, Muhammadiyah dan Masyumi, yang ditulis oleh aktivis PKS Salim A. Fillah dan beredar luas (broadcast), malah diambil dari Republika, bukan dari buku-buku sejarah yang memang ditulis mendalam berbasis investigasi dan analisis data secara sistematis dan metodologis.

Dutaislam.com pernah memuat broadcats tersebut dengan tetap memberikan catatan bahwa sejarah yang ditulis itu hanya berlaku untuk sejarah NU dan Muhammdiyah periode awal. Sengaja diberi catatan begitu karena penulis tidak berlandaskan sumber internal NU juga.

Ada sebagian kalangan menyebut kalau tulisan Salim A Fillah adalah pemelintiran sejarah yang dipaksakan, karena ia tidak mengurai profil tokoh dan tiplologi masing-masing organisasi yang ditulis kronologi sejarahnya berdasarkan persamaan saja, tanpa perbedaan. Baca: Pada Mulanya Para Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi Satu Sanad Ilmu.

Analisa sederhana Salim A. Fillah dalam menulis kronologi sejarah di atas dianggap bisa melunturkan kesadaran berorganisasi masing-masing kader. Sejarah yang disusun tanpa menghasilkan kesimpulan cermat tentang kelebihan dan kekurangan antar tokoh dalam komunitasnya, kata sumber Dutaislam.com, akan melahirkan ketidaksadaran kolektif tentang fakta dan ikatan ideologis pergerakan kader.

Ada banyak nama KH Ahmad Dahlan yang berkontribusi besar membangun negeri ini. Dan nama KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah bukanlah santri atau murid Syaichona Ahmad Kholil Bangkalan (Madura).

Ada beberapa nama Kiai Dahlan di Indonesia yang dicacat oleh Gus Rijal Mumazziq Z, yakni: 1). Kiai Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, 2). Kiai Ahmad Dahlan bin Abdullah Attarmasi Assamarani, menantu Kiai Saleh Darat, adik Syekh Mahfudz. Ini terkenal ahli Falak, menuli kitab Natijatul Miqat. Baca: KH Ahmad Dahlan Termas Ahli Falak.

Yang ke-3). Kiai Ahmad Dahlan Achyad, Kebondalem Surabaya, pendiri MIAI. Dalam cacatan Gus Rijal, dalam salah satu bukunya, Deliar Noer keliru saat menyebut pendiri Muhammadiyah sebagai pendiri MIAI, sebab Kiai Dahlan Muhammadiyah wafat tahun 1921, sedangkan MIAI berdiri pada tahun 1937.

Nama Kiai Dahlan yang ke-4). Kiai Dahlan Abdul Qahar, generasi pertama penggerak NU, kawan Kiai Wahab Chasbulllah, asal Kertosono, dan 5). Kiai Muhammad Dahlan, ketua PBNU, perintis dan muharrik GP Ansor, pernah menjabat Menteri Agama era Orde Baru, 1967-1971, menggantikan Kiai Saifuddin Zuhri.

Dugaan kuatnya, KH Ahmad Dahlan yang murid Syaichona Kholil adalah KH Ahmad Dahlan bin Abdullah (Termas), bukan pendiri Muhammadiyah. Alasannya, tradisi kelimuan klasik yang kuat dan nyambung dengan KH Hasyim Asy'ari adalah yang dimiliki oleh KH Ahmad Dahlan Termas.

Dugaan makin kuat ketika Prof. Dr. Abdurrahman Mas'ud dalam karyanya "Dari Haramain ke Nusantara", tidak menyebutkan KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah) sebagai murid langsung Syaichona Kholil.

Nama-nama yang disebut oleh Prof. Dr. Abdurrahman Mas'ud adalah Kiai Hasyim Asyari, Kiai Manaf Abdul Karim (Pendiri Pesantren Lirboyo), Kiai Muhammad Shiddiq, Kiai Munawwir (Pendiri Pesantren Krapyak), Kiai Ma'sum (Pendiri Pesantren Lasem), Kiai Abdullah Mubarak, Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Bisri Syamsuri, dan Kiai Bisri Mustafa (ayahanda Gus Mus).

Jika Anda menemukan fakta lain berbasis data, investigasi dan analisa metodologis sejarah tentang hubungan guru-murid antara KH Ahmad Dahlan dengan Syaichona Kholil, silakan dikirim kepada Dutaislam.com via redaksidutaislam@gmail.com. Insyaallah dimuat jika dianggap memberikan bukti-bukti terbaru yang belum terungkap sebelumnya. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini