Senin, 30 Januari 2017

Kenapa Harus Istiqamah Berjuang di NU? (Meneladani Mbah Maimoen Zubair)


Oleh Ust Fathul Qodir

DutaIslam.Com - Kenapa saya istiqomah berjuang di bawah naungan NU? Dan berusaha setiap hari tidak lepas menghadiahkan fatihah untuk Mbah Kholil Bangkalan, Mbah Hasyim Asy'ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Syansuri, Mbah As'ad Samsul Arifin dan para kyai-kyai pendiri NU lainnya serta para khudama' (pelayan) NU?

Karena saya tahu, saya membaca sejarah bahwa NU didirikan oleh para auliya' dan ulama yang ikhlas berjuang untuk agama dan bangsa. NU yang lantang memperjuangkan dan mempertahankan Islam Ahlussunnah Waljamaah, NU ikut memperjuangkan dan mendirikan Indonesia.

Jika ada yang kurang dalam tubuh NU, saya berusaha berbenah di dalam, bukan memilih keluar dari NU kemudian memblejeti kekurangan NU. Juga tidak mengumbar aib pengurus NU di luar apalagi di medsos meski saya punya segudang hujjah untuk itu. Dan tidak mengunggul-unggulkan tokoh di luar NU di saat kondisi kurang tepat.

Sungguh indah meneladani keistiqomahan para sesepuh NU seperti Simbah KH. Maimoen Zubair, dalam kondisi apapun tetap istiqomah ngurusi NU.

Begitu arif teladan salah satu masyayikh Lirboyo yang menasehati serta menangisi langsung di hadapan salah satu pengurus NU yang sedang menjadi sumber polemik publik.

Semoga NU semakin besar dan menjadi garda terdepan demi terciptanya izzul Islam wal muslimin, serta menjaga keutuhan NKRI. Ini hanya refleksi menjelang Harlah Nahdlatul Ulama ke 91, 31 Januari 2017. [dutaislam.com/ ab]

Ust Fathul Qodir, Aswaja NU Center PWNU Jatim

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini