Sabtu, 21 Januari 2017

Innalillahi, Sang Sufi KH Makhtum Ciwaringin Cirebon Wafat



DutaIslam.Com - Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, umat Islam Indonesia kembali berduka atas wafatnya KH Makhtum Hannan pada Sabtu, 21 Januari 2017, pukul 6.35 BBWI. Belau meninggal di usia 78 tahun. Kiai Makhtum adalah pengasuh Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebong, Jawa Barat. 

Secara nasab, Mustasyar PBNU yang lahir di Cirebon pada 13 Juni 1938 tersebut masih keturunan Sunan Giri bin Maulana Ishaq.

Layaknya kiai kiai NU lainnya, Kiai Makhtum juga seorang sufi. Sejak 1996 setiap malam Jum'at Kiai Makhtum memimpin istighatsah bertempat di Maqbarah KH. Abdul Hannan. Setiap bulannya diadakan Istighatsah Kubro yang diikuti ribuan orang dari pelosok-pelosok Desa dan luar daerah.

"Saat mendengarkan Kiai Makhtum melantunkan doa, jiwa ini seakan dibawa mendekat ke haribaan Allah. Suaranya yang lantang berirama, penggalan teks doanya yang puitis, mampu mempercepat jiwa ini khusyu hanyut dalam doa," tutur Ahmad Ulin, Nahdliyin yang pernah mendengarkan Kiai Makhtum memimpin doa.

Jiwa sosial Kiai Makhtum sangat tinggi. Pintu rumahnya selalu terbuka untuk para tamu. Melalui pendekatan hikmah, Kiai Makhtum banyak memberikan pendampingan kepada pengusaha, pedagang, petani dan nelayan. Banyak dari mereka yang sukses dan berhasil.

Dalam usianya yang sudah sepuh, Kiai Makhtum masih semangat menghadiri Muktamar NU di Jombang pada 2015. Beliau adalah salah satu anggota ahlul halli wal aqdi dalam mukatamar NU ke-33 tersebut. [dutaislam.com/ ab/ NUBogorTimur]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini