Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Darurat Nalar, Ada Broadcast Dukung Kunjungan Raja Salman Tapi Sudutkan Jokowi

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 27 Januari 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Muslim Indonesia memang sedang gawat-gawatnya dalam merespon isu politik maupun isu agama. Hampir semua kasus yang meliabatkan tokoh muslim, ulama, hakim muslim, atau saudara muslim, dianggapnya sebagai kriminalisasi umat Islam. Mudah reaktif, tidak nyaman, dan sangat ingin perang hawanya.

    Terakhir adalah soal rencana kunjungan Raja Salman, penguasa Saudi Arabia. Bagi muslimin cyber sebelah, mereka yang menolak kedatangan Raja Salman langsung disebut komunis, PKI, pro Cina, munafik dan sebagainya. Muncullah bbroadcast dukungan kehadiran Raja Salman seperti di bawah ini.

    ---------------

    Komunis akan tolak raja Arab ke Indonesia..
    (Tempo dan kompas yang mombocorkan)

    Copas dari FB.

    Yg Anti Arab Dilarang Baca..!!

    RAJA ARAB SAUDI
    1Minggu Lamanya yaa..
    Menurut infonya, Raja akan membantu kita bereskan 
    jalan Tol Trans Sumatra
    Jika Cina komunis memberikan utang 700 Triliun maka Arab Saudi akan membantu 2000 Triliun
    Terdiri 700 triliun utk kembalikan utang ke Cina dan
    500 triliun membuat tambang baru di Papua.
    500 triliun membereskan tol Sumatra dan sisanya 
    300 triliun utk ekonomi umat Indonesia...luar biasaa.
    ALHAMDULILLAH

    Indonesia bebas utang ke Cina komunis!! PKI gigit jari
    RAJA SALMAN GERAH LIAT KEADAAN MUSLIM DIINDONESIA YG TERUS DISUDUTKAN PEMERINTAHAN JOKOWI

    KUNJUNGAN JUGA DIAGENDAKAN BERTEMU DGN HABIEB RIZIEQ YG SDH MENJADI SOROTAN DUNIA ISLAM DALAM AKSI 212

    Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud,
    akan berkunjung ke Indonesia pd awal Maret 2017

    Kepastian kunjungan Raja Salman dikemukakan wakil ketua DPR Fahri Hamzah setelah menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi utk Indonesia, Osamah Mohammed Alshuibi.

    Rombongannya besar sekali, lebih dari 800 orang sehingga pak dubes mengharapkan bantuan dan dukungannya agar kedatangan Raja Salman akan menjadi momen yg sangat penting bagi kedua negara.

    ''kata Fahri di komplek Gedung MPR/DPR/DPD, jakarta selasa 17/1/2017 
    Politikus (PKS) ini menyebutkan kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi akan sangat monumental bagi kedua negara sebab kunjungan Raja Arab tersebut akan didampingi seluruh jajaran mentri dan pejabat negara Saudi Arabia

    Kunjungan Raja Arab ini bersifat historis karna Raja Salman akan berada diindonesia sepekan lebih, saya kira ini adalah kunjungan kepala negara ke Indonesia yg paling lama, ''kata Fahri.
    Raja Salman akan berkunjung ke jakarta bawa 800 staff politik, ekonomi dan pertahanan
    Ayoo kita sambut..jadikan Indonesia serambi Mekkah

    LENYAPKAN PKI & ANTEK2NYA
    ALLAHUAKBAR         

    ------------

    Siaran pesan berantai di atas begitu masif tersebar di grup-grup WhatsApp dan Facebook. Padahal, isinya provokasi. Bacalah, semua dikaitkan dengan PKI. Padahal, kepada siapa sih Raja Salman akan dikunjungi? Bukannya kepada Jokowi, yang dalam BC di atas dikatakan sebagai "menyudutkan umat Islam".

    Kunjungan yang bersifat balasan atas kujungan Presiden Jokowi, di sebelah, ternyata disambut gembira sebagai dukungan kepada Imam Besar FPI. Hahaha. Mereka sangat baper sekali ketika Raja Salman berkunjung. Bukankah dia juga penguasa yang di sebelah juga disebut "bandar teroris dunia".

    Biasa sajalah harusnya kita ini. Kunjungan G to G, ya kepentingannya pemerintah ke pemerintah. Bukan pemerintah ke FPI. Silakan baca keterangan pers Kedutaan Besar Saudi untuk RI atas kunjungan Raja Salman.

    Siaran Pers Kedubes Saudi atas Kunjungan Raja Salman
    Intinya, siaran pers tertanggal 27 Januari 2017 tentang kunjungan Raja Salman adalah untuk meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara. Jika nanti terbukti kunjungan Raja Salman itu untuk mendanai gerakan FPI, GNPF-MUI atau aksi bela-belaan, maka, silakan diawasi.

    Tapi, jika kunjungan itu untuk tak over proyek-proyek Cina, ya berarti ada persaingan pengaruh dan bisnis keduanya? Kita mau apa? Kalau mau perang, nunggu NU dibubarkan dulu. Fitnah terus saja NU, pasti akan terjadi perang karena tiada lagi yang menjaga NKRI ini. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    2 komentar

    Issue khilafah telah membuat sebagian muslim Indonesia ingin memberikan loyalitasnya pada entitas di luar Indonesia, krn dalam pandangannya institusi dalam negeri Indonesia telah gagal mengelola Indonesia sesuai tuntunan agama Islam. Sebenarnya hal yg sama pun akan/telah dilakukan oleh para antek Barat dan Komunis di Indonesia, mereka ingin Indonesia ini dikelola secara Kapitalis atau Komunis. Maka salah satu yang harus dilakukan sekarang adalah mengembalikan kepercayaan sebagian besar muslim Indonesia pada institusi dalam negeri, agar yg sebagian besar tidak terpengaruh oleh sebagian kecil yg ragu dgn sistem pemerintahan Indonesia. Kalau tdk salah, di zaman Nabi Muhammad pun negara-negara yg berperang dgn pemerintah Madinah adalah negara-negara yg pemimpin/rezimnya melakukan kezhaliman pada rakyatnya, maka peperangan dizaman Nabi Muhammad dan khulafaurasyidin sering disebut PEMBEBASAN. Nabi Muhammad dan para shahabat sdh mencontohkan pembebasan (bukan penjajahan lho ya), maka itu pastinya menginspirasi para pemimpin selanjutnya, entah niatnya sama dgn Nabi atau tidak. Oleh karena itu, situasi yg sama akan menimpa para pemimpin/rezim zhalim yg ditolak sebagian besar rakyatnya, kezhaliman para pemimpin bisa menjadi pintu masuk intervensi negara lain. So, jadilah pemimpin yg adil dan amanah sedpt yg bisa, agar tidak ada celah bagi intervensi oleh (pemimpin) negara lain.

    RAKYAT INDONESIA MENOLAK KEDATANGAN RAJA SALMAN??? TIDAAAK..!! ITU PENOLAKAN DARI SEGELINTIR CECUNGUK DAN MONYET-MONYET SYIAH AJA, KAMI WARGA NEGARA INDONESIA SANGAT WELCOME UNTUK YANG MULIA RAJA SALMAN BIN ABDULAZIZ AL SAUD, Hei kaum sesat Syiah bukannya, teroris perang itu adalah Zionis Yahudi dengan mejajah Palestina bertahun-tahun sampe saat ini berapa korban jiwa yg sudah Syahid, bukannya Teroris itu Iran dan Aliran Sesat Syiahnya yang sudah bikin onar di negeri muslim timur tengah seperti; di Irak, Libanon, skrng Suriah dan merembet ke Yaman dgn memupuk Syiah Haoutsi disana, dan Suriah dengan Si Dajjal Basahar Assad plus aliran Syiah Nasuriyah, Mikir hey kaum Sesat Syiah, #SYIAH BUKAN ISLAM.