Dutaislam.com mengapresiasi batalnya Permendikbud 23/2017 dan Mengutuk Keras Situs Adudomba Milik Kader Muhammadiyah Sangpencerah.id!

  • Beredar Video Anak Salah Sebut Ikan Tongkol, KPAI: Polisi Perlu Usut Penyebar Pertama

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 27 Januari 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Soal beredarnya video seorang anak yang salah sebut nama ikan Tongkol dengan Khont0L, ketika ditanya oleh Presiden Jokowi, Asrorun Niam Sholeh, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merasa sangat keberatan. Hal itu dianggapnya tidak pantas dijadikan bahan tertawaan.

    Dalam siaran pers yang diterima Dutaislam.com, Jumat (27/01/2017) pagi, KPAI menyayangkan peredaran materi video anak yang sedang bersama Presiden dan viral secara massif. "KPAI minta segera hentikan peredaran, karena hal itu masuk kategori bully pada anak," kata Asrorun.

    Bagi KPAI, video tersebut bukan lelucon. "Saatnya kita memiliki sensitifitas terhadap perlindungan anak. Dengan peredaran video tersebut, si anak pasti akan tertekan secapa psikis. Belum lagi akan jadi bahan olok-olok temannya. Ini harus dicegah," jelasnya.

    Kepada Kominfo, Asrorun sudah melakukan koordinasi. KPAI merasa perlu mendorong Menkominfo melakukan take down video yang sudah kadung beredar di media sosial itu. "Saya sudah komunikasi dengan Menkominfo agar konten itu di take down," ungkapnya.

    "Saya rasa polisi perlu juga mengusut siapa yang pertama kali mengedarkan hingga jadi bahan tertawaan untuk ambil langkah hukum. Agar hal semacam ini tidak dianggap lumrah, sehingga menjadi mati rasa perlindungan anak," tandasnya.

    Asrorun juga berharap bahwa kegiatan itu hanya spontanitas dan karena keluguan anak, bukan kesengajaan oleh orang dewasa. Penyebaran video tersebut, menurut Asrorun, bisa berakibat tidak baik bagi tumbuh kembang anak. "Anak merasa dipermalukan dan bisa melahirkan stigma buruk pada anak," tegasnya. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: