Selasa, 31 Januari 2017

(Bahlul) Karena Dipakai Non Muslim, Peci Hitam Pun Diboikot, Antum Waras Akhi?


DutaIslam.Com - Sedikit-sedikit boikot. Begitulah logika ajur muslimin sebelah. Setelah Sari Roti diboikot (karena klarifikasi), lalu Youtube dan Twitter juga diboikot (karena akun mereka disuspended), muncul pula ajakan memboikot peci hitam karena peci hitam sekarang juga dikenakan oleh kafirin, termasuk Ahok. Hiks hiks hiks.

Percayakan Anda kalau propaganda mereka selalu berhasil? Anda bisa merasakan sendiri bukan? Mereka hanya "jihad" di mulut, tidak akan sampai berhasil pada tindakan dan efek target. Semuanya gagal, walau berhasil membuat kegaduhan. Begitulah bahlul kalau sudah berteriak. Tiada target, tiada mutu. Lha wong peci kok diboikot, ente waras Lul?

Tinggalkan peci hitam!
Orang-orang yang sedikit-sedikit memboikot karena mutungan itu menggunakan logika tasyabbuh (penyerupaan). Lihat status pemilik akun Room Boy yang dikirim pembaca kepada Dutaislam.com di atas. Ia mengajak memboikot peci hitam dengan alasan "sekarang non muslim banyak pakai peci hitam". Parahnya, dia memposting gambar boikot peci hitam itu ke grup Pecinta FPI Indonesia, yang identik seneng pakai peci putih sebagai identitas di jalan (saat demo).

Orang itu sebetulnya hanya menggambarkan satu dari sekian umat Islam di sebelah sono yang tidak paham konsep tasyabbuh dalam bid'ah. Logika bahlulnya selalu beranggapan kalau yang dipakai dan dibuat serta dimiliki oleh non muslim harus dijauhi karena itu tasyabbuh dan sangat bid'ah dlolalah. Bahkan tasyabuh bisa menyebabkan orang auto kafir seperti pendapat ustadz dalam postingan Dutaislam: Kata Ustadz, Empat Hal Ini Bisa Menyebabkan Orang Auto Kafir. 

Itu belum soal maulid yang juga diangga bid'ah karena dianggap menyerupai orang Nasrani yang merayakan Natal. Du ileee kocloknya. Apakah Maulid Nabi Menyerupai Orang Kafir, bacalah link Dutaislam.com itu, Anda akan menemukan jawabannya. Peci saja dianggap tasyabbuh, bagaimana dengan maulid, tentu malah lebih sadis cara mereka membegal amaliyah aswaja tersebut.

Padahal, jika mau ngaji, peci itu tidak menunjukkan identitas khas suatu kaum. Walaupun peci hitam dipakai proklamator Soekarno, dan ia mempolerkannya kepada negara lain yang hingga kini akhirnya menjadi ciri khas muslimin Indonesia, namun hal itu bukan termasuk perkara ibadah.

Bahkan tokoh wahabi sebelah menyebutkan kalau peci adalah bagian dari tasyabbuh yang halal (itu kalau sepakat bahwa peci adalah tasyabbuh kepada non muslim). Logika jadi makin sangat terlihat cupet, cupu dan culun jika mengajak boikot peci hitam sembari menyarankan peci putih. Sangat jelas mereka tidak berilmu serta turut termakan emosi. Maklum, ini lagi musimnya muslimin sebelah senang isu anti Kristen dan anti Cina. Hati-hatilah!

Bagaimana kalau kita kampanyekan saja peci khas Gus Dur sebagaimana foto Dutaislam.com di atas? Kan tasyabbuh kepada kiai. Dijamin lebih aman dari tuduhan menyerupai orang kafir dan lepas dari logika membenci karena beda agama dan identitas iman. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini