Kamis, 08 Desember 2016

Yuk Kenal Pendiri Situs Fitnah Portal Piyungan!

Contoh hoax portalpiyungan
DutaIslam.Com - Sukses melenggang menjadi media provokasi nomor wahid penyerang Jokowi-JK saat Pilpres 2014, pkspiyungan.org menjadi rujukan berita kader PKS di akar rumput. Hampir semua kader partai ekstrim kanan yang sangat fundamental itu berkiblat pada situs tersebut.

Dulu mereka bangga punya wesbite informasi berbasis blogspot yang banyak dishare bahkan oleh mereka yang bukan kader PKS sekalipun. Namun, setelah dianggap netizen sebagai situs penebar kabar hoax dan fitnah, rame-rame para petingginya tidak mengakui kalau portal itu berafiliasi langsung dengan PKS.

Puncaknya terjadi pada Desember 2015 lalu ketika website berganti domain, dari pkspiyungan.org ke portalpiyungan.com. Itu disebabkan karena Shohibul Iman, Presiden PKS terpilih sekarang, mendekat ke istana negara menemui Jokowi. Jonru (jongos PKS puritan) sempat mengancam keluar dari partai itu jika PKS benar-benar mendukung Jokowi, tokoh yang selalu jadi bahan hinaan (dia menyebutkan kritik) hingga modyar.

Tapi, siapa sih yang sebetulnya mendirikan portal fitnah tersebut, dan hingga kini masih saja eksis menebar bencana berita hoax di media sosial? Dutaislam.com mendapatkan bocoran dari seorang hacker di Jogja beberapa bulan lalu tentang percakapan yang sebetulnya rahasia namun harus dibuka ke publik, demi melawan hoax dan fitnah.

Dalam percakapan tersebut, pkspiyungan.com dulunya masuk kategori sebagai tim hore dari media-media yang berafiliasi ke IS atau Al-Qaeda. Ia bersama situs radikal nahimunkar.com, lppimakassar.com, gemaislam.com dan Jonru adalah pendukung gerakan radikal Timteng di Indonesia.

Sementara, media yang berafiliasi kepada IS langsung antara lain adalah voa-islam.com, arrahmah.com, kiblat.net, almustaqbal.net, sameeh.net, syamina.com, bumisyam.com dan shoutussalam.com. Ini screen percakapan yang didapatkan dutaislam.com.

Tim hore situs radikal Pkspiyungan
Khusus untuk pkspiyungan, ia dimotori oleh para aktivis PKS. Nama penggeraknya adalah Abu Hasan Surhim, yang kemudian jadi pemimpin redaksi. Informasi yang didapatkan dutaislam.com, Hasan Surhim ini adalah lulusan SMAN 1 Tegal, dari desa Debong Tengah, Tegal, Jateng.

Ia menyebut keluarganya sebagai dedengkot Partai Keadilan (PK) di masa awal berdiri, karena ayahnya, Kiai Surhim bin Ratib pernah menjabat Ketua DPRa PK Desa Debong Tengah. Bersama kakaknya, Abdul Wahid Surhim, ia turut membantu kampanye PK di daerah hingga kemudian mukim di Piyungan, Yogyakarta. Ini foto keluarga Hasan Surhim yang diposting 23 September 2009.

Foto keluarga pendiri pkspiyungan.com
Yang mengambil gambar di atas adalah kakak Hasan Surhim, yakni Wahid Surhim. Kini kakaknya adalah Pengajar di Teknik Kimia UI, Ketua Musholli Al-Ikhlas RW 08 Desa Waringin Jaya, Bojonggede, Kab. Bogor dan Pembina KSPM (Kelompok Studi Pelajar Muslim). Foto profil ini diambil dari akun tweet bersangkutan, di https://twitter.com/awahids:

Foto: Abdul Wahid Surhim
Sengaja foto-foto disertakan demi menghindari sebutan hoax. Untuk informasi kepemilikan domain, sumber dutaislam.com menyarakan tidak perlu disertakan karena hal itu bukan bagian dari bukti kuat atau syawahid yang mumpuni. Bisa diganti sesuka hati.

Di pkspiyungan.org, Hasan Surhim dibantu oleh reporter dari masing-masing DPRa, yakni Sitimulyo, Srimulyo dan Srimartani. Awalnya portal itu bagian dari gerakan partai bernama PKS Go Blog. Pakai G yah, bukan K. Ini nama-nama yang disebutkan sumber dutaislam.com.

PKS Go Blog

Seiring waktu, portal kader PKS itu kemudian berubah jadi situs heroik yang punya kerjaan rutin sebagai haters Jokowi bersama Jonru yang saat itu jadi artis tenar baru berkat Fanpage provokatifnya. Kini, Anda tidak bisa lagi membuka situs itu dengan alamat lama karena sudah diblokir Menkominfo sejak digunakan provokasi Aksi Bela Islam III.

Setelah berubah dari pkspiyungan.blogspot.com ke pkspiyungan.org, ia pindah jadi portalpiyungan.com. Diblokir lagi, sekarang ganti ke 3 domain baru, yakni portalpiyungan.co, portalpiyungaan.ga, dan portalpiyungan.info. Isinya sama.

Keren kan cara taqiyahnya? Walau berganti domain, rasanya tetap sama; fitnah dan hoax adu domba sotara-sotara! Makanya, hati-hati menerima informasi dari para buzzer piyungan. Hati-hati. Salam waras! [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Melawan Tukang fitnah dibilang fitnah,.
gebugin maling dibilang maling,..
nonjokin rampok dibilang rampok,..
...................
bahasa taqiyah wahabi sarap...

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini