Selasa, 20 Desember 2016

Simalakama Cyber Aswaja Mengatasi Anak Nakal NU Garis Lurik (NUGL)


DutaIslam.Com - Sudah sejak muktamar NU ke 33 di Jombang situs nugarislurus. com ingin dibumihanguskan oleh para pemuda NU yang bergerak di cyber aswaja. Puluhan kali situs binaan KH Luthfi Bashori tersebut memfitnah dan menuduh NU serta kiai-kiai nya tanpa bukti dan klarifikasi. Namun, niat memolisikan selalu dicegah, bahkan oleh Ketum PBNU KH Said Agil Siraj sendiri.

Struktur organisasi yang tidak jelas, lalu admin yang selalu sembunyi dibalik kalam-kalam santun di akun Facebooknya, jadi alasan para sesepuh NU untuk membiarkan ocehan situs dan fanpage NU Garis Lurik-lurik (NUGL), anak nakal bin haram yang sakit hati atas kemenangan Kiai Said.

Beberapa bulan lalu, situs tersebut pernah tumbang selama 3 hari setelah menyerang Jokowi. Mungkin saja situs itu diserang oleh relawan Jokowi. Setelah tumbang, situs anak nakal tersebut berganti platform ke blogspot. Sebelumnya menggunakan platform lain dengan hosting berbayar.

Sikap kalangan muda NU terhadap fitnah NUGL selama ini hanya melakukan counter tanding atau klarifikasi. Kebohongan, fitnah serta pemelintiran berita atas NU hanya dilawan dengan berita pembanding. (Baca contoh: Berita Hoax NUGL dan Portal Piyungan)

Namun fanpagenya, dengan nama NU Garis Lurus, masih eksis menyerang NU dan kiai-kiai serta aktivis NU hingga kemudian ada yang membuat petisi agar PBNU membawa gerombolan NU Garis Lurik-lurik itu ke meja hijau, dengan alasan menggunakan logo NU dengan tidak semestinya.

Bagi kalangan NU muda, menyeret mereka ke ranah hukum adalah simalakama. Jika dibiarkan dan tidak direspon, risikonya, mereka akan terus melakukan penggembosan kepada NU dan simbolnya, para tokoh serta ikonnya. Menunggu mereka capai menyerang NU, tentu butuh kesabaran mengingat tidak pernah capainya mereka membuat fitnah. Sama seperti muslimin sebelah.

Sebaliknya, jika direspon, NUGL makin tampil sebagai anak-anak haram yang diperhatikan. Semakin direspon, fitnahnya semakin meluas dan konten mereka mendapatkan viewer yang kian banyak. Ini simalakama, maju kena, mundur bahaya.

Begitu pula ketika hoax-hoaxnya dikumpulkan oleh tim cyber aswaja, juga berisiko. Pasalnya, jika NUGL dimintai pertanggungjawaban atas bukti-bukti fitnah yang sudah pernah ditayangkan, lalu menjeratnya dengan pasal UU ITE, misalnya, persepsi publik mungkin akan mendukung mereka. Tentu para muqollid fitnah NUGL di sebelah akan membuat berita, "NUGL Didholimi", "Kader NU yang Melaporkan NUGL Reaktif", dan lain sebagainya. Di sini, NU yang kembali kena.

Lalu bagaimana menyikapinya? Mudah sekali, menurut Dutaislam.com. Hanya satu yang perlu kita lakukan, gunakan data internet kita untuk cek setiap berita atau status miring NUGL. Searching lah di Google jika NUGL misalnya, membuat berita kayak ini: Ansor Menerima Fulus Tiap Bulan dari Gereja. Atau, kontak langsung kepada tokoh yang dinistakan. Selamat dari fitnah NUGL adalah harga mahal yang harus kita bayar, demi kebenaran tanpa teror. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini