Rabu, 28 Desember 2016

Respon Penghinaan Anak Tuhan, Aksi Bela Yesus Bakal Digelar Akhir Tahun 2016

Sumber foto: www.redaksiindonesia.com
DutaIslam.Com - Parah, upaya saling serang dan saling bela kini menjadi gejala dalam masyarakat Indonesia. Habib Rizieq Syihab (HRS) yang kemarin memimpin demo Aksi Bela Islam (Abis) karena membla Al-Qur'an setelah diduga dihinakan oleh Ahok, kin gantian akan digelar Aksi Bela Yesus (Absus) setelah HRS dianggap melakukan penghinaan kepada dogma ajaran Kristen pada 25 Desember 2016 lalu. (Baca beritanya: Mempertanyakan Siapa Bidan yang Melahirkan Anak Tuhan, Habib Rizieq Dipolisikan).

PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia) pun akhirnya secara resmi melaporkan kasus penghianan yang diduga dilakukan oleh HRS tersebut. Tak mau kalah, Front Mahasiswa Islam (FMI) Prov. Banten mengeluarkan surat pernyataan bahwa tindakan pelaporan PMKRI dianggap keluar dari rule perjuangan mahasiswa. Berikut pernyataan lengkapnya:

---------------
SURAT PERNYATAAN SIKAP
001/SP/DPD-FMI/12/16

PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia) keluar dari rule perjuangan Mahasiswa. Mahasiswa sejatinya harus menjadi Garda terdepan dalam menjaga Keutuhan dan Kerukunan antar umat beragama, dimana Mahasiswa memiliki peran Strategis dalam menjaga situasi yang berkembang di masyarakat bukan malah ikut menambah permasalahan baru yang akan menimbulkan terjadinya polemik dan konflik antar anak bangsa.

Pelaporan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia) terhadap Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab atas tuduhan penistaan agama itu hanya akan menyebabkan perpecahan dan konflik antar umat beragama. Oleh karenanya kami Dewan Pimpinan Daerah-Front Mahasiswa Islam Banten mengecam keras tindakan pelaporan yang dilakukan oleh PMKRI(Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia) terhadap ulama yang sangat kami hormati dan kami jungjung tinggi.

Dengan ini kami ingin menyampaikan  sikap terhadap permasalahan ini :

1) Mengajak semua  elemen Mahasiswa, khususnya Mahasiswa Islam yang terdiri dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), PII (Pelajar Islam Indonesia), FMI (Front Mahasiswa Islam) dan seluruh Mahasiswa Islam Indonesia, agar ikut serta dalam menjaga keutuhan NKRI.

2) Ikut mengawal pelaporan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia) dan ikut mengecam tindakan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia).

3) Menggalang kekuatan dan menggalang persatuan antar organisasi Mahasiswa Islam se-Indonesia, sebagai bentuk pembelaan terhadap ulama.

4) Mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk ikut serta dalam membela kehormatan Ulama, Habaib, Ustadz dan seluruh tokoh agama Islam.

5) Menghimbau kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak menindaklanjuti laporan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia), demi menjaga perpecahan dan menjaga situasi Nasional.

Demikian pernyataan sikap kami, dan kami menghimbau jangan main-main terhadap umat Islam. Umat Islam sudah terlalu banyak berjasa terhadap bangsa ini. Kami Mayoritas akan menahan diri, apabila Minoritas tau diri.

Tangerang Selatan, 27 Desember 2016

Mengetahui Pimpinan;
Front Mahasiswa Islam Provinsi. Banten

Ketua Umum,

Luthfi Hasbi Hasbullah 

Sekretaris Jenderal,

Dwi Heriadi
----------------

Belum ada tindak lanjut atas laporan PMKRI di atas, kembali tersebar kabar kalau pada Sabtu (31/12/2016) akan digelar aksi yang meniru aksi-aksi sebelumnya. Namanya mirip, Aksi Bela Yesus. Berlangsung di Gereja Katedral Jakarta Pusat sekitar jam 09.00 WIB. Ini pesan berantai yang beredar, mengajak aksi.

-----------------
Sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Rizieq sihab pada 25 desember lalu. Maka kami bermaksud melaksanakan Aksi Bela Yesus yang akan dilaksanakan pada: hari/tanggal: sabtu 31 Desember 2017,
Pukul :09.00 Wib
Titik kumpul: Gereja Katedral Jakarta Pusat
Rute Aksi: Katedral~Polda Metro Jaya.
Tuntutan: Tangkap Riziek ssihab si penista agama.

Kordinator aksi bela yesus: Paulus Tamaka
CP. 083891062243

Tuhan Yesus Memberkati

Catatan setelah aksi akan dilanjutkan dengan ibadah missa malam natal bersama di gereja katedral.
-----------------

Nomor yang dicantumkan di atas, hingga pagi (28/12/2016) belum berhasil dihubungi oleh Dutaislam.com. SMS yang dikirim kru redaksi juga tidak diterima oleh nomor exis tersebut. Kami menduga, ada nuansa SARA dalam pesan yang mengatasnamakan Paulus Tamaka tersebut. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

3 komentar

1. Nama koordinator, Paulus Tamaka ketika di-cross-check melalui daring, muncul tokoh prominen Drs. Paulus Tamaka M.Si, yaitu Kepala BPMPD Sitaro, Sulawesi Utara.
2. Ujicoba kontak no telp koordinator dengan nama Paulus Tamaka, no tsb tidak aktif.
3. Diseminasi pesan oleh akun akun sosial media, tanpa memberi penjelasan mengenai siapa sumber pertama kali pesan tersebut.
4. Kawan saya pribadi, seorang Katolik, mengonfirmasi bahwa hal tsb tidak mungkin dilakukan.
5. Dari Petrus Munthe‎ via Group Anak Siantar (GAS) menyatakan bahwa tidak ada Misa Natal di tanggal 31 Desember di Gereja Katolik, apalagi di Katedral Jakarta.

Sepertinya hoax. Tidak ada misa natal di tanggal 31 tetapi misa tutup tahun.lagipula mana mungkin demo lalu dilanjutkan dengan misa, padahal masih banyak kesibukan lain sebelum Misa. Kalau mau hoax ya kira kira dong

Tuhanku adalah yang mempunyai Kerajaan, Kuasa dan Kemuliaan. Kami membutuhkan pembelaan Tuhan kami dari waktu kewaktu. Kami manusia berdosa yang lemah dan kami tidak mampu membela diri kami sendiri tanpa pertolongan Tuhan kami yang Maha Pengasih. Tidak mungkin kami yang lemah membela Tuhan kami. Tuhan kami MAHA KUASA DAN TIDAK BUTUH PEMBELAAN/PERTOLONGAN siapapun.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini