Senin, 12 Desember 2016

Meniru Para Penggila Nabi Muhammad


Oleh Fauzan Inzaghi 

DutaIslam.Com - Yang paling keren Sayidina Abdullah Bin Amr Bin Ash. Ketika ayahnya berperang dengan Sayidina Ali, ijtihadnya mengatakan bahwa dia harus bergabung dengan Ali, tapi Ali menegur begini: bukankah Rasul SAW pernah berkata padamu secara khusus “taatilah kedua orang tuamu”. 

Akhirnya Abdullah megikuti saran imam Ali, tapi dia tidak mau angkat senjata, dia ikut pasukan ayahnya dibarisan paling belakang hanya untuk mengikuti kata-kata Nabi, yang walaupun secara konteks bukan disini tempatnya, tapi manusia level Abadillah Arbaah dan level Imam Sayyidina Ali tahu arti dari keberkahan kalam nabawiyah, butuh rasa untuk mencapai tahap ini, dan ini tidak berlaku untuk umum.

Sayyidina Ibnu Umar disebut si gila Muhammad karena mengikuti Nabi Muhammad dalam segalanya. Pakaiannya seperti pakaian Nabi, rumah seperti rumah Nabi, segala sisi baik lahir maupun batin beliau mengikuti Nabi. Bahkan ketika mengendarai kuda, ia berusaha melewati jalan yang dilalui Nabi, di tempat Nabi berhenti beliau berhenti. Tanpa sebab? Iya tanpa sebab! Hanya karena Nabi pernah berhenti di situ. 

Pernah suatu kali beliau menunduk tanpa alasan kecuali karena Nabi pernah menunduk di situ, dan panah melewati kepalanya, beliau selamat. Ini masalah rasa, tidak semua orang bisa masuk ke mazhab rasa sepeerti ini.

Di zaman ini, banyak para penggila Nabi Muhammad yang aku jumpai, Habib Umar disebut Syeikh Albuty orang paling gila dengan Nabi Muhammad. Syeikh Albuthy mengungkapkan bahwa Habib Umar kemana-mana bawa tikar, bahkan jika tidur dihotel beliau tidur diatas lantai dengan tikar, hanya untuk mengikuti kekasihnya. 

Pernah suatu hari Syeikh Buthy melihat Habib Umar menaiki bak mandi karena kerannya melawan arah kiblat, dan beliau ingin menghadap kiblat karena perintah Rasul. Sebagian mungkin mengatakan, "itu kan sunnah, lagian konteks perkataan Nabi bukan seperti itu," lagi-lagi aku mengatakan ini masalah rasa bung, masalah cinta. Yang belum punya rasa atau berkumpul dengan pecinta, jelas kurang memahami masalah ini.

Syeikh Syukri Luhafy, seorang Abdal Syam lebih keren lagi. Pernah ketika ada acara hadrah shalawat Syaziliyah, aku melihatnya sedang sakit berat, bahkan setengah sadar. Tapi beliau datang dengan selimut ke masjid karena di situ ada majelis shalawat. Beliau duduk di sudut masjid sambil menikmati majelis shalawat, terlalu maksa? Ini masalah rasa bung, beberapa orang di dunia ini akan mati bila sedetik tidak melihat muhammad SAW.

Syeikh Samir Annas, yang kharismatik dan pelit bicara, ada satu cara untuk memancingnya berbicara. Tanyakan saja tentang Nabi Muhammad, beliau akan berbicara, dan menjadi orang lain yang sangat ramah. Mereka itu adalah orang gila Muhammad. Tak perlu kita berbicara akhlak nubuwah pada orang-orang ini, luar dalam mereka sudah muhammad. 

Jika aku tidak bisa mencintai seperti mereka, jangan jadikan aku penghalang cinta mereka, aku tahu ini masalah rasa. Beberapa orang di dunia akan mati jika satu detik tanpa Muhammad, ilal habib khuzuny. Selamat datang rabiul awal, semoga engkau menjadi rabi fi qulubina, shollu alan nabi! [dutaislam.com/ ab]

Fauzan Inzaghi, santri Universitas Syaikh Ahmad Kaftaro, Damaskus, Suriah

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini