Kamis, 08 Desember 2016

Mengintip Bahasa Binatang Grup "Syuhada Indonesia"

Logo Grup Syuhada Indonesia
DutaIslam.Com - Namanya keren, Forum Syuhada Indonesia (FSI). Nama grup WhatsApp nya juga mentereng, Syuhada Indonesia. Jumlah anggota grupnya hampir full 256 nomor. Rata-rata mereka adalah orang yang berharap bisa mati syahid dan mati husnul khotimah. Bahkan ada yang menyiapkan kain kafan sejak 2010 untuk bersiap jadi orang yang mati syahid. Varokah.

Namun, grup yang katanya bermarkas di Jl. Menteng Raya No. 58 Jakarta Pusat 10340 tersebut, percakapan demi percakapannya penuh dengan bahasa kebencian serta caci maki kepada pemerintah dan pihak-pihak yang berbeda pendapat atau bersebarangan dengan ide-ide mereka.

Tidak gampang masuk di grup yang beberapa waktu lalu telah mengirimkan 350 orang ke Libya untuk training Brigade Syuhada FSI ini, dan siap pulang ke Indonesia setelah dilatih selama 120 hari. Entah hasilnya apa untuk kemajuan Indonesia, wallahu a'lam. Ini bukti pengakuan mereka di grup.

FSI kirimkan 350 orang kut training Brigade Syuhada
Dutaislam.com mendapatkan ratusan screenshoot grup FSI dari seorang pembaca yang jadi membernya. Sungguh menggila, di grup yang katanya mendamba husnul khotimah tersebut, kata-kata tidak pantas mudah muncul di antara para anggota. Intinya, mereka itu macam sekumpulan korek api, berkepala, tidak punya otak, tapi digesek sedikit, bisa menyala. Keren kan?

Dalam melihat siapa pun musuhnya, mereka mudah disulut emosi, teriak takbir, lalu siap maju perang dan berharap mati syahid. Ironis bukan? Mereka inilah calon-calon martir jika Indonesia dicabik-cabik oleh perang antar saudara.

Pasca aksi 212, bahasan yang mereka rembug dalam grup selalu berharap adanya revolusi. Hanya karena channel Metro TV dianggap bela kafir, mereka siap revolusi dan maju terdepan melawan security kafir. Ini pada ngapain yah? Bego-bego amat jadi mujahid ambisius.

Para member di grup pendampa syahid itu juga tidak sungkan-sungkan melontarkan tuduhan PKI, kafir, munafikun, kepada Presiden dan siapapun yang dianggap menghalangi langkahnya. Sumbu pendek keterlaluan memang grup itu. Lihatlah bukti percakapan mereka di bawah ini:

Polisi ke laut aja katanya. Hahaha!
Puluhan foto yang diterima tim redaksi dutaislam.com juga ada yang lebih menghina daripada komentar di atas. Jokowi yang terkesan diam atas pelecehan Al-Quran oleh Ahok, menurut mereka, dianggap PKI dan buta hati. Bahkan dijadikan bualan "Saya lupa kalau Jokowi mimpin, kirain dah mati," tulis salah satu membernya. Ini penampakan screen percakapan tersebut.

Jokowi dianggap mati
Bagaimana dengan TNI? Wah, edyan lagi. Tentara dianggap kaum munafik fik fik, kata salah satu member. Padahal, tidak pernah menganggu FSI bukan? Grup Syuhada bawaannya memang ingin ada perang dan revolusi si si terus rus rus.

Masih mennding Syuhada katanya, daripa mereka. Haha
Setelah Jokowi dan TNI dijadikan bahan ekspresi harapan mati syahid perang, Ahok lebih sadis lagi. Di grup tersebut, Ahok itu punya banyak sebutan yang hanya satu tujuan: menghina. Ahok disebutnya sebagai binatang juga loh, "jadi yang namanya binatang kan tidak punya malu," ujar salah satu anggota grup sebagaimana Anda bisa tonton gamblang di foto cepretan ini:

Ahok Binatang. Takbirr!
Ironisnya, para anggota grup ketika melihat percakapan yang penuh kebencian, caci-maki dan bahasa binatang tersebut tidak ada yang protes. Justru disambut dengan ketikan "Allahu Akbar". Jika ada yang protes, kata sumber inforrmasi ini, langsung dikick oleh admin grup. Mereka memang tipe martir, bukan yang suka beda pendapat dalam diskusi.

Soal Eva Sundari pun, ketika ada anggota memposting beritanya tentang Habib Rizieq yang harusnya ke luar negeri saja, kena semprotan manis khas mujahid syuhada (yang kemarin habisin roti di Monas itu). Politisi PDIP itu disebut sebagai Dajjal Betina yang mulutnya layak disumpal tanah kuburan. Naudzubillah min dzalik. Ini bahasa planet pendamba syahid dan husnul khotimah kah? Ya Allah.

Eva Sundari disebut Dajjal
Intinya, grup tidak jelas arahnya tersebut hanya ingin agar Ahok tidak ikut Pilkada. Jika dia jadi gubernur lagi, lalu lompat jadi presiden, mereka siap mati demi perang melawan kafir Ahok. Ini jelas kelompok penuh hasud, yang buta politik, tapi semangatnya luar biasa ingin mati.

Sekian dulu yah, masih banyak hal yang harus diurus daripada baca puluhan foto cakap-cakap grup Syuhada itu. Wallahu a'lam. Semoga dijauhkan dari karakter syuhada tanpa adab dan strategi cakap tersebut. Golongan yang lemah iman dan penuh kesombongan paling selamat dunia akhirat. Wal iyadzu billah. [dutaislam.com/ ab]

Siap mati perangi Ahok nih. 
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini