Kamis, 22 Desember 2016

Di Hari Ibu, Jadi Ingat Laku Hidupnya yang Selalu Berbohong


DutaIslam.Com - Orang yang selalu ngapusi, namun jaminannya surga. Itulah simbok, ibu. Saban hari harus bekerja ketekuk-tekuk hanya demi anak. Badan capek tidak karuan, kalau ditanya, itu sudah biasa! Kalau masak banyak, ia mneyisihkan lauknya untuk anak. 

Pas anak pulang, ia bilang, "cepat makan sana, itu ada lauk ikan, simbok tidak begitu suka ikan soalnya," katanya menutupi sayang anak.  Kalau kebetulan yang dimasak hanya sedikit, simbok mengatakan beda lagi, "cepat dimakan, kamu saja, simbok tidak lapar". 


Begitu pula ketika anak sakit, ia sabar menunggu di samping anak hingga tidak tidur tengah malam. Ketika anak bangun, simbok hanya bilang, "sudah, bobok lagi sana, biar sehat, simbok belum ngantuk". Padahal, sangat lelah. Lagi-lagi menutupi karena sayang anak. 

Ketika anak usai masa sekolah dan sudah berpenghasilan, simbok hanya bilang begini ketika mau dikirim duit oleh sang anak, "buat tabungan kamu saj, simbok masih nyimpan uang". 

Berbohong adalah laku harian simbok. Ia menganggap anak selalu sebagai seorang bocah. Simbok selalu ingat kondisi anak, dan tidak peduli apakah anak peduli dengan keadaannya. 

Simbok berbohong dan ngapusi sebab punya rasa ikhlash kepada anak. Pengorbanannya sangat mulia. Duh gusti, ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan simbok. Terimalah semua jenis pengorbanannya. Berilah simbok tempat paling mulia di surgamu kelak. 

Bersyukurlah bagi Anda yang masih punya simbok, ibu. Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2016. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini