Rabu, 28 Desember 2016

Cara Mencuci Kemaluan Dengan Benar dan Aman

Buang air kecil pada tempatnya, bung!
DutaIslam.Com - Ketika kita mencuci dengan bersih, itu maknanya belum tentu cara kita kita benar. Setidaknya, kita harus memastikan diri atas kebersihan saat beristinja', terutama di bagian yang sulit dijangkau oleh air. Selain untuk menjaga kesehatan, hal itu juga penting untuk memastikan amal ibadah kita seusai dengan tuntunan Islam.

Ketika Sayyidina Abu Bakar hendak menshalati jenazah seorang lelaki, tiba-tiba tersentak melihat suatu benda yang bergerak dari dalam kain kafan jenazah itu. Lalu ia menyuruh sabahat lain membukanya. (Baca: Doa Jima Kuat di Ranjang)

Alangkah terkejutnya, di dalam kain kafan tersebut ada seekor ular yang sedang melilit kepala kemaluan mayat lelaki itu. Spontan Sayyidina Abu Bakar langsung mencabut pedang, lalu menghampiri ular tersebut, membunuhnya.

Tetapi, ular itu tiba-tiba bisa berkata, "apa salahku, aku diutus Allah untuk menjalankan tugas yang diperintahkan". Setelah dilakukan penyelidikan, semasa hidupnya, ternyata lelaki itu tercatat suka menganggap ringan dan enteng ketika menyucikan kemaluannya setiap habis membuang air kecil.

Lalu, bagaimana cara membersihkan kemaluan setelah buang hajat? Lelaki dan perempuan tentu berbeda cara. Yang pasti, jangan asal basuh siram dengan air. Itu saja belum cukup. Bersih belum tentu suci. Baca caranya di bawah ini. 

Cara menyucikan kemaluan bagi laki-laki: 
Selepas membuang air kecil, disunahkan berdehem dua atau tiga kali supaya air kencing betul betul sudah habis keluar. Setelah itu, urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung beberapa kali sehingga tiada lagi air kencing yang berada dalam saluran. Kemudian basuhlah dengan air hingga bersih.

Cara menyucikan kemaluan bagi perempuan:
Apabila membasuh kemaluannya, pastikan dicucikan bahagian dalam dengan memasukan sedikit jari tengah dan diputar-putarkan sewaktu disiram air bersih. Bukan dengan hanya menyiram air saja. Jika dengan menyiram air saja, itu tidak membersihkan bagian dalam kemaluan wanita yang berbibir-bibir itu.

Catatan:
Ketika membasuh air besar (berak), sangat dianjurkan memasukkan satu jari ke dalam dubur, diputar beberapa kali agar najis bisa keluar dari dinding dubur. Lakukan hal itu sambil menyiram dengan air hingga terasa najis benar-benar telah hilang dan bersih.

Sudah betulkan cara kita menyucikan kemaluan selama ini? Kalau masih belum benar, mari sama sama mempraktikkan. Ada ancaman yang dijanjikan bagi mereka yang tidak sempurna dalam menyucikan najiz ketika habis buang air besar maupun kecil. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

assalamu'alaikum.. kalo boleh ana tau yang ular berbicara itu perawinya siapa ya? atau dalam kitab apa? lengkapnya gimana.. syukron

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini