Selasa, 27 Desember 2016

Ajib, Rekening Atas Nama Sayyidina Ustman Masih Berkembang Hingga Kini (Lebih 150 M)


DutaIslam.Com - Sayyidina Utsman bin 'Affan adalah seorang shahabat Nabi yang mulia. Beliau sangat terkenal dengan sifat kedermawanannya. Infaq dan sedekahnya di jalan Allah hampir tak terhingga. 

Beliau telah lama wafat sebagai syahid di jalan Allah oleh para pengkianat. Namun namanya masih terukir indah di untaian sejarah Islam, bahkan sampai saat ini nama sahabat Utsman bin Affan masih hidup di rekening salah satu bank di Saudi Arabia. Masya Allah.

Mungkin tak pernah terbayang oleh siapa pun, bila ada satu bank di Saudi Arabia yang sampai saat ini menyimpan rekening atas nama Utsman bin Affan. Apa kisah sebenarnya di balik pembangunan hotel 'Usman bin Affan Ra' yang saat ini sedang di bangun dekat Masjid Nabawi? Apakah ada anak cucu keturunan beliau saat ini yang membangunnya atas nama moyang mereka. Ini kisahnya. (Baca juga: Ini Akhir Perdebatan maulid Nabi)

Setelah hijrah, jumlah kaum muslimin di Madinah semakin bertambah banyak. Salah satu kebutuhan dasar yang mendesak adalah ketersediaan air jernih. Kala itu, sumur terbesar dan terbaik adalah Bi'ru Rumah, milik seorang Yahudi pelit dan oportunis. Dia hanya mau berbagi air sumurnya itu secara jual beli. Mengetahui hal itu, Usman bin Affan mendatangi si Yahudi dan membeli 'setengah' air sumur Rumah. Usman lalu mewakafkannya untuk keperluan kaum Muslimin.

Dengan semakin bertambahnya penduduk muslim, kebutuhan akan air jernih pun kian meningkat. Karena itu, Usman pun akhirnya membeli 'sisa' air sumur Rumah dengan harga keseluruhan 20.000 dirham (kalau dirupiahkan jadi Rp. 5 miliar). Untuk kali ini pun, sayyidina Ustman kembali mewakafkannya untuk kaum muslimin.

Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Usman bin Affan terus berkembang. Bermula dari sumur terus, melebar menjadi kebun yang sangat luas. Kebun wakaf Usman dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Usmaniyah (Turki Usmani). Setelah Dinasti Saudi Arabia berdiri, perawatan aset masih terus berjalan. Di kebun tersebut tumbuh sekitar 1550 pohon kurma.

Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola wakaf sayyidina Usman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua. Setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin, separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Usman bin Affan.

Hingga kini, rekening atas nama Usman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf. Dengan begitu, 'kekayaan' sahabat Nabi yang tersimpan di bank tersebut, terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif), dekat Masjid Nabawi.

Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari 'rekening' Usman. Kabarnya, pembangunan hotel tersebut kini sudah masuk tahap akhir. Rencananya, hotel 'Usman bin Affan' tersebut kalak disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel tingkat dunia.

Melalui kontrak sewa ini, diperkirakan, pemasukan keuntungan tahunannya mencapai lebih 50 juta Riyal, sekitar Rp. 150 miliar lebih. Ajib. Dan, pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama dengan tradisi sebelumnya, yakni separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin, sepruhnya lagi disimpan di 'rekening' atas nama Usman bin Affan.

Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Usman bin Affan juga.

Itulah 'transaksi' Usman dengan Allah. Sebuah perdagangan di jalan Allah dan untuk Allah telah berlangsung selama lebih 1400 tahun. Llau, kira-kira (kalau dihitung) berapa 'keuntungan' pahala sedekah yang terus mengalir deras kepada Sayyidina Usman bin Affan. Alfatihah. [dutaislam.com/ ed]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini