Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Mohon Sampaikan Surat Ini Kepada Habib Rizieq Demi Keutuhan NKRI

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Selasa, 01 November 2016
    A- A+

    Oleh Habib Acin Muhdor 

    DutaIslam.Com - Yang terhormat saudaraku Rizieq Sihab, pernahkah terlintas di benak Anda bahwa pernyataan dan aksi-aksi Anda bisa menyulitkan posisi banyak habib di pelosok-pelosok yang tidak tahu apapun tentang pilgub DKI dan agenda-agenda organisasi Anda? 

    Mungkin Anda merasa benar dengan tindakan-tindakan Anda, dan itu hak Anda. Tapi itu bukan alasan yang bisa dijadikan dasar untuk mengabaikan efek-efek negatif yang dirasakan oleh habib-habib yang tidak berpandangan seperti Anda, itu pun hak mereka.

    Pernahkah Anda berpikir bahwa cara santun dan lembut lebih mengundang simpati yang lebih luas demi mencapai tujuan-tujuan yang Anda harapkan. Karena itu Anda perlu melakukan evaluasi dan berkonsultasi dengan orang-orang yang lebih bijak dari Anda tentang metode-metode yang efektif dalam berdakwah dan menyampaikan pesan-pesan yang anda anggap benar.

    Itu tidak mengurangi kehormatan Anda sebagai Imam besar di organisasi Anda. Justru hal itu menunjukkan kerendahan hati yang selama ini menjadi ciri habib. Pelajari biografi Habib Husein Luar Batang, Embah Priok, Habib Kuncung, dan puluhan habib besar lainnya yang menjadi icon budaya sekaligus keagamaan bagi masyarakat Jakarta terutama kaum Betawi. Saya bisa pastikan, mereka tidak pernah melakukan mobilisasi dan aksi-aksi penentangan secara frontal.

    Pernahkah terlintas di benak Anda bahwa ada kemungkinan salah dalam tindakan Anda? Apa yang Anda yakini benar belum tentu benar menurut orang lain. Munculnya aneka macam mazhab dan pandangan ulama yang berbeda-beda sepanjang sejarah umat Islam membuktikan pentingnya membangun dialog guna mendengar pendapat orang lain dan meninjau kembali pendapat sendiri bila terbukti salah atau tidak diterima oleh mayoritas.

    Anda tidak mewakili wahyu. Pandangan Anda relatif. Pandangan-pandangan Anda meski didasarkan pada ayat atau riwayat, tetaplah hanya satu dari banyak penafsiran. Karena itu, tradisikan mendengar dan mengunjungi ulama-ulama yang lebih tua, lebih matang, lebih bijak meski mungkin berbeda pandangan dengan Anda, agar pilihan pandangan Anda lebih variatif dan fleksibel.

    Pernahkah terlintas di benak Anda bahwa ucapan dan pilihan kata yang terlontar itu tidak akan bisa dianulir karena tidak semua telinga yang mendengar bisa memahaminya dengan tepat dan baik. Penghinaan, hatespeech, pemelesetan nama dan kata-kata yang bisa diartikan sebagai pernyataan rasial justru bertentangan dengan tujuan-tujuan mulia Anda.

    Indonesia adalah mozaik ragam etnis, budaya, keyakinan, bahasa, tradisi dan lainnya. Jakarta adalah miniaturnya. Di dalamnya ada aneka etnik; Betawi, Jawa, Batak, Padang dan lainnya. Di dalamnya pula ada agama-agama dan keyakinan-keyakinan yang berbeda; Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lainnya. Sadarlah, bahwa yang berkerumun saat Anda berorasi tidak lebih dari 10% warga Jakarta. Hiruk pikuk yang bergema saat Anda berpidato tidak merepresentasi 12 juta warga Ibu Kota.

    Memang, secara faktual Anda mempunyai pengikut yang setia dan fanatik, tapi Anda juga tahu bahwa sebagian dari mereka atau sebagian besar dari mereka bukan dari warga Jakarta. Dan semuanya tidak memiliki loyalitas yang sama rata. Yang perlu Anda lakukan adalah mengelola mereka dengan baik dan mensterilkan dari unsur-unsur penyusup yang justru melakukan pembusukan atau upaya-upaya untuk merusak citra Anda dan organisasi Anda.

    Surat ini saya tulis karena rasa hormat saya dan optimisme saya bahwa Anda akan berlapang dada untuk menerima kritik konstruktif dari seorang yang tidak punya kepentingan apapun, baik pro maupun kontra dengan Anda. Saya pantang menjelekkan Anda di sosmed atau mengkritik Anda di sudut-sudut jalan. 

    Saya yakin bila tujuannya baik, maka semestinya harus disampaikan. Itulah yang membedakan antara membenci dan mengkritik dengan sangka baik. Tentu Anda berhak menerima atau menolak kritik saya. Tapi itu tidak penting. Yang penting bagi saya adalah membuktikan kepada warga Jakarta dan Rakyat Indonesia secara umum bahwa Habib tidak direpresentasi oleh satu sosok saja.

    Demikian surat yang saya tulis dengan tujuan baik ini. Semoga Allah SWT menganugerahkan hidayah dan taufiqNya kepada kita semua. Amin. Terimakasih. Assalamualaikum wr.wb. Salam sejahtera untuk kita semua. [dutaislam.com/ ab]

    (Acin Muhdor, 28 Oktober 2016)
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Masyaallah... habib acin jadi NU?