Sabtu, 05 November 2016

Mengapa Jokowi Harus Dijatuhkan Melalui Ahok, Ini Analisanya!


Oleh Deny Siregar

DutaIslam.Com - Demo di Istana Negara pada 4 November 16 bisa jadi ditujukan untuk menekan Jokowi supaya tidak melindungi Ahok. Supaya Jokowi menyuruh Kapolri untuk penjarakan Ahok.

Apakah Jokowi akan nuruti tekanan itu? Hanya orang bodoh yang percaya. Jika Tuntutan mereka itu dipenuhi maka akan berlanjut dengan tekanan berikutnya. Jokowi tahu skenario itu.

Mereka para penggerak demo dan para bandarnya berusaha sekuat tenaga supaya Jokowi jatuh sebelum Maret 2017. Mengapa?

Saat itu lah masa berlaku Tax Amnesty berakhir. Berarti para pengemplang pajak yang tidak ikut TA akan menjadi sasaran buruan petugas pajak.

Untuk memburu para pengemplang pajak itu, Jokowi telah menyiapkan Ditjen Pajak sekuat lembaga sejenis di Amerika Serikat, IRS. Lembaga pajak ini akan bergerak seperti KPK.

Mengapa Ditjen Pajak diperkuat? Ya, karena pajak akan dijadikan sumber utama pembiayaan pembangunan, sesuai potensi yang ada. Selama ini potensi pajak luar biasa, tapi tidak jadi riil karena banyak pengusaha dan politisi tidak bayar pajak karena bisa kongkalikong dgn penguasa.

Jokowi mau praktek kotor masa lalu itu diakhiri. Dia mau bersih. Pajak menjadi titik tolak karena ketidakpatuhan terhadap kewajiban bayar pajak menjadi sumber dari praktek2 kotor dalam bisnis, birokrasi, dan politik.

Praktek kotor yang selama ini terjadi adalah sebagai berikut: Kolusi pebisnis-birokrat-politisi memungkinkan semua pihak itu ngemplang pajak. Dari pajak yang seharusnya masuk kas negara, mereka punya dana berlebih untuk gaya hidup mereka, juga untuk menggerakkan mesin politik, demi memperkuat posisi diri pribadi atau kelompoknya.

Mereka dengan leluasa mampu membayari ormas-ormas bayaran untuk tujuan mereka. Para petinggi ormas-ormas itu pun senang karena hidup mereka dicukupi, termasuk bisa punya Hammer.

Apa jadinya jika aksi bersih Jokowi dijalankan? Mereka akan kehilangan dana ekstra yang besar, dan yang lebih penting aliran uang mereka akan terbuka jelas karena ada kewajiban membuat laporan SPT. Jadi, mereka akan jauh lebih sulit untuk mengendalikan partai, dan membayari ormas-ormas bayaran.

Siapa mereka itu? Ditjen Pajak sudah mengantongi nama-nama mereka, juga dana mereka. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan setelah periode TA pertama berakhir September lalu, masih sekitar 3.000 komisaris dan direksi perusahaan tambang yang belum melaporkan pajaknya. Itu baru sektor pertambangan, belum sektor politik, birokrat, penguasa daerah dan lain-lain.


Pada contoh pertambangan, kalangan ini sudah sama-sama tahu bahwa ada satu perusahaan tambang batubara kelas berat yang ngemplang pajak 10 tahun sebanyak Rp 18 Triliyun. Si bos perusahaan bisa ngemplang sedemikian lama karena dulu bagian dari kekuasaan! Partai dengan gampang dia kendalikan.

Si bos itu kini sudah pasti resah. Begitu pun para politisi yang hidup dari uang kemplangan pajak itu. Gerak politik mereka jelas makin sempit karena tak lagi gampang mendapatkan mesiu jika sampai Jokowi terus berkuasa.

Maka jelas sudah aksi "tangkap Ahok" tak lebih dari bentuk ketakutan orang-orang kotor yang takut disapu bersih Jokowi.

Sapu bersih melalui jalur pajak ini hanyalah salah satu dari beberapa strategi Jokowi untuk mereformasi sistem politik-ekonomi Indonesia yang sudah sakit parah oleh ulah para pengusaha-birokrat-politisi hitam.

Jokowi belajar dari pengalaman AS. Untuk menumpas Mafia, pemerintah AS dulu menggunakan dinas pajak IRS, bukan FBI.

Untuk persiapan membuat Dirjen Pajak sehebat IRS Kemenkeu kini sudah "menyekolahkan" sekitar 2.000 orang pajak muda untuk belajar cara kerja IRS di AS, dan di beberapa negara lainnya.

Maka sebelum itu terjadi, Jokowi harus dilengserkan dengan berbagai cara. Jika sampai Maret 2017 upaya mereka itu gagal, maka hidup dan gerak mereka akan makin sulit. Bahkan sebagian dari mereka sudah pasti bakal masuk bui, atau kabur ke luar negeri dan masuk DPO Interpol. [dutaislam.com/ ed]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

17 komentar

Terlalu naif ni postingan

Sangat masuk akal

Sesuai dugaan q,,yg hanya mnduga

Ini hanya persoalan beda asumsi saja... pengamat politikpun hari ini sudah tidak bersih lagi apalagi cuma bahasa media. Yang saya tau pasti para ulama & Kyai selalu Istigharoh dalam mengambil keputusan, tak segampang itu memfonis Mereka gampang ditunggangi kepentingan. WALLAHU A'LAM BISSHOWAF

Analisis yang cukup bagus, para pelanggar pajak itu harus gusar jika jokowi tetap berkuasa, mereka menggunakan berbagai cara. Dan mungkin hal itu juga mereka mau mengadili ahok, karena takut kepada pemimpin yg memberantas korupsi.

Demo 4 11, bukan muatan politik. Tapi murni pembelaan agama.

Di atur saja, Kami di NTT tidak terganggu sama sekali, Muslim NTT minoritas tapi bukan takut dengan mayoritas tapi kami bisa melihat kebenaran yang sebenarnya,
Belajarlah kerukunan beragama di NTT.
Dalam 1 Rumah bisa 2x Hari Raya, Natal dan Lebaran bersama, indahnya kerukunan

Banyak org pintar yg pintar ny kebangetan sampai yg benar d buat jd tidak benar ..
Ada juga org yg bodoh malah mau jd lebih bodoh karena mau ikut2an saja .
Inti ny rata2 rakyat indonesia org2 yg gampang d tunggangi sama org2 pinterny kebangetan . Mereka tidak bisa melihat mana yg benar dan mna yg ga benar karena mata mereka tidak bisa lihat akan kemajuan indonesia yg sekarang .

Oalah begok nya.. 😄

udah bego ngotot pulak...
demi kian..

Demi 4 11 itu awalnya bukan masalah politik.itu murni membela islam. Tapi disusupi orang yg berkepentingan

Propaganda apalagi ini...
Miris liat orang" indonesia pinter berkomentar

bukannya bughot itu haram...

Amnesty pajak itu pengampunan. Jd dulu nya gak bayar pajak skr dapat pengampunan hanya dengan bayar pengampunan sedikit. Yg enak yg penggelapan pajak nya ratusan mikyar atau triliun. Kejar penggelap pajak besar tanpa pengampunan. Nah rakyat kecil jangan ikutan di samain pajak na. Gimana mau berkembang kalo rakyat yg baru mau usaha udah di bebani pajak sana sini
Sumber daya alam indonesia sangat berlimpah malah di kasihin ke asing aseng asong sementara rakyat di bebani pajak tinggi
Akhir nya negri ini dikuasai Asing. Aseng.
Rakyat jadi pembantu di negri sendiri. Asing & Aseng jadi raja memerintah pribumi
Pajak di tinggikan agar rakyat gak mampu bayar tersingkir dari kota besar kaya jakarta
Jakarta jadi rapih tertib dan penghuni nya Asing dan Aseng yg mampu bayar pajak
Seperti di singapura dimana orang melayu muslim tersingkir dan skr singapura dikuasai Asing dan Aseng

Satu aja mas, mau asing apa aseng? Gak bisa dua-duanya

Disusupi, akhirnya imam besarnya melirik segepok uang dari mantan. Begitu maksud anda? hihihihi

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini