Kamis, 10 November 2016

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10: Selamat dari Dajjal


DutaIslam.Com - Setiap surat dalam Al-Qur'an memiliki keutamaan tersendiri. Bila membaca Al-Waqi'ah, misalnya, ia dijanjikan Allah akan mendapatkan kelapangan rejeki. Jika rutin membaca Al Mulk, maka ia akan mendapatkan jaminan wafat khusnul khatiman dan sebagainya. Di bawah ini adalah keutamaan dan manfaat yang dijanjikan bagi mereka yang tulus ikhlash membaca dan mengamalkan Surat Al-Kahfi. 

Dari sahabat Abu al-Darda’ radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ فتنة الدَّجَّالِ.

Barangsiapa yang menjaga sepuluh ayat dari permulaan surah al-Kahfi (ayat 1-10), maka ia akan dijaga dari godaan Dajjal.

(Hadits shahih riwayat Ahmad juz 5 hlm 196, Muslim [809], Abu Dawud [4323] dan al-Nasa’i dalam al-Sunan al-Kubra [10787]).

Maksud hadits tersebut, orang yang menjaga 10 ayat dari permulaan surah al-Kahfi, dengan menghafalnya di luar kepala. Demikian penafsiran sebagian ulama. 

Maksud dijaga dari godaan Dajjal, ia tidak akan meninggalkan agamanya dengan menjadi pengikut Dajjal. Sebagian ulama mengatakan, apabila orang yang menjaga 10 ayat tersebut, dijaga dari godaan Dajjal, sudah barang tentu akan lebih dijaga dari godaan yang lebih kecil daripada godaan Dajjal (Lihat, al-Shan’ani, al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, juz 10 hlm 205 [8620]). 

Manfaat Surat Al-Kahfi
Dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِيْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ.

Barangsiapa yang membaca Surah al-Kahfi pada hari Jum’at, maka cahaya orang tersebut akan menerangi hingga Jum’at berikutnya.

Hadits shahih di atas diriwayat al-Hakim dalam al-Mustadrak juz 2 hlm 368 dan al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra juz 3 hlm 249.

Maksud hadits tersebut, orang yang membaca Surah al-Kahfi pada hari Jum’at, maka cahaya pahalanya akan menerangi hatinya, pandangannya, atau pandangan hatinya, dan atau dalam setiap langkah dan keadaannya, hingga hari Jum’at berikutnya. 

Atau, cahaya pahalanya akan disaksikan oleh para Malaikat hingga hari Jum’at berikutnya. Demikian penafsiran sebagian ulama. (Al-Shan’ani, al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, juz 10 hlm 349 [8910]). Wallaahu a’lam. [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini