Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Indra J. Piliang: Hinaan Grafis Buya Syafii Maarif Serangan Kaum Tagut

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Sabtu, 12 November 2016
    A- A+

    DutaIslam.Com - Ini adalah rangkuman dari rangkuman twit Indra J. Piliang yang membela Buya Syafi'i Maarif dari serangan-serangan orang yang membencinya, -bahkan kadernya sendiri,- hanya karena beda pendapat, sebagaimana telah ditulis Duta Islam pada laporan: Buya Syafi'i: Dalam Kondisi Ketidakwarasan Seperti ini, Saya Rindu Gus Dur.

    Sedih saya melihat Buya Sjafii Maarif diberlakukan seperti ini. Beliau setahu saya orang yang tidak gila kuasa. Ditawari macam-macam, beliau tak mau. Keberpihakan Buya Syafii Maarif terhadap pluralisme adalah bagian dari sejarah hidupnya. Ia sejak kecil tinggal dengan ibunya, hidup bersama etek nya (bahasa Minang, artinya tante).

    Sampai Buya Syafii Maarif jadi tokoh nasional, kampungnya pun belum dialiri listrik. Hampir sama dengan kampung masa kecil saya, listrik (baru) ada tahun 2002. Buya Syafii Maarif terlambat masuk bangku kuliah, terlambat jadi Sarjana Muda, dll, karena membanting tulang sebagai anak rantau. Ia (bekerja sebagai) mekanik juga.

    Riwayat hidup Buya Syafii Maarif tidak dibentuk lewat perkoncoan, perca 1oan, apalagi perbualan politik. Ia andalkan delapan kerat tulangnya. Buya Syafii Maarif tidak menghamba kepada konglomerat manapun. Ia lebih senang hidup sebagai seorang guru, seorang pendidik, seorang pecinta ilmu.

    Apa setelah jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif lantas pindah jadi warga DKI Jakarta? Apa ter0mpahnya sering terlihat di pintu Istana?

    Kesederhanaan Buya Syafii Maarif ini mirip dengan almarhum Ketua Umum DPP Partai Gerindra (Suhardi) yang rumahnya pun tiris itu. Kesederhanaan angkringan ala Yogya.

    Apa Buya Sjafii Maarif punya rumah di area-area elit Jakarta? Apa Buya punya is3 simpanan? Apa Buya naik mobil-mobil mewah? Apa tubuhnya penuh lemak?

    M3me-m3me (hinaan gambar grafis) yang dibuat untuk Buya Syafii Maarif menurut saya sangat tidak pantas, tidak etis. Amoral! Gambar-gambar itu seperti serangan kaum thogut (makar) kepada orang-orang yang berprinsip.

    Contoh hinaan thaghut Buya Syafii Maarif

    Sudah berapa ratus anak-anak muda negeri ini yang dapat beasiswa atas tandatangan dan rekomendasi Buya Syafii Maarif? Apa ia sosok orang loba dan tamak?

    Tabur-angsa-Ng (mudah marah) juga saya dengan cara-cara buruk dan jauh lebih busuk dari berjenis serangan terhadap Buya Sjafii Maarif. Mau saja diadu domba orang-orang tak berakalbudi! Buya Syafii Maarif hanya memberikan pendapatnya. Ia juga bukan tipikal saksi-saksi ahli yang dibayar ratusan juta di muka sidang-sidang sengketa pilkada!

    Apa Buya Syafii Maarif pernah terlihat kongkow-kongkow di hotel-hotel mewah, dikawal orang-orang bersafari dan per empu an-per empu an berparfuuum menyengat hidung, bermewah-mewah?

    Apa Buya Syafii Maarif pernah terbaca muncul dalam iklan-iklan untuk bepergian ke tanah suci; dengan biaya mahal, kursi eksekutif, hotel bintang lima?

    Apa kaki Buya Syafii Maarif terlihat jarang menyentuh tanah, dikawal dari satu forum ke forum lain, naik helikopter, dengan manajemen eksekutif?

    Apa Buya Syafii Maarif pernah terdengar menentukan tarifnya, ketika diundang ceramah agama atau ilmu pengetahuan, di suatu tempat?

    Apa Buya Syafii Maarif dengan mudah menyimpan nomor-nomor telepon para pejabat pusat dan daerah, lalu dengan mudah juga memenuhi undangan-undangan yang bukan tabligh ilmu?

    Sejak kapan berbeda pendapat adalah bagian dari upaya membunuh karakter seseorang, menyatakan kebencian, hingga mengh1na seseorang di negeri ini?

    Tirulah sikap Buya HAMKA yang sengit berdebat dengan Mangaradja Onggang Parlindungan tentang Tuanku Rao. Walau keduanya perang opini, mereka satu shaf! Buya HAMKA dan Mangaradja Onggang Parlindungan yang 'perang' dengan menulis buku tentang Tuanku Rao itu, sering terlihat sholat berdua di Masjid Al Azhar.

    Tirulah Buya M Natsir (Masyumi) dan IJ Kasimo (Partai Katolik) yang saling mengantar pulang, saling menggendong cucu, setelah debat di Konstituante.

    Apa debat yang paling hebat pascakemerdekaan, selain soal azas negara Indonesia? Apa tokoh-tokohnya saling menghasut setelah debat seru di mimbar? 

    Singa-singa podium yang muncul dalam sidang-sidang Dewan Konstituante itu apa saling menebar isu insuniatif tentang lawan-lawan debat yang berbeda dengannya?

    Jika almarhum Buya HAMKA masih hidup, saya yakin beliau akan sangat resah dengan cara-cara tidak beradab yang digerakkan untuk memusuhi Buya Syafii Maarif.

    Buya Syafii Maarif tidak punya laskar, tidak punya pasukan berani mati, tidak punya pengawal bersenjata. Ia tak akan membalas caci4n orang-orang. Buya Syafii Maarif tidak akan tabur-ngs4-ng, reaktif, dengan langsung melaporkan pihak-pihak yang membuat hinaan2 yang disebarkan jadi viral di media sosial.

    Berkacalah di cermin, lalu lihat wajah Anda sendiri, sebelum dengan mudah memberi sinyal ke publik betapa Anda lebih baik dari Buya Syafii Maarif. [dutaislam.com/ ab]

    Source: Chipstory
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: