Minggu, 06 November 2016

Bahaya Video Makar: "Jika Ahok Tidak Ditangkap, Indonesia Jadi Negara Perang"

video menjadikan indonesia negara perang

DutaIslam.Com - Siapa bilang tidak ada ancaman makar pada aksi demo 4 November 2016 silam. Hanya orang-orang yang menginginkan khilafah di bumi Nusantara ini yang menganggap biasa saja atas dampak demonstrasi Anti Ahok atas nama "Bela Islam II" itu.

Buktinya, banyak yang mencita-citakan negara ini berganti sistem sesuai keinginan kelompok Islam radikal, yakni Khilafah yang sebetulnya hanya ilusi dan mimpi di siang bolong saja. Duta Islam mendapatkan bocoran perbincangan kelompok paling nyar'i itu dari screen shoot obrolan grup WhatsApp "Aksi 4 November Pontianak".

Salah seorang anggota grup menyebut, "tidak cukup Ahok dihukum, melainkan juga diikuti dengan menghapus seluruh aturan main yang menyebabkan maksiyat bisa berkembang biak, yaitu sekulerisme dan demokrasi," begitu tulisnya.

Seakan-akan, sistem yang mereka inginkan akan menjamin manusia seutuhnya bebas maksiat sehingga setan libur dari rutinitas mengganggu manusia. Ini ngelantur atau bobok nyanyak yah? Silakan cek sendiri, ini bukti percakapan mereka yang mendukung demo politis 4 November 2016 lalu.

percakapan aksi 4 november 2016

Di waktu lain, pasca demo, ada yang lebih membahayakan dari sekedar keinginan makar menuntut pembubaran sistem secara kaffah di Indonesia. Yang terdeteksi oleh Duta Islam adalah beredarnya video seorang laki-laki berjenggot yang puluhan kali menuding-nuding kamera seakan ngajak gelut (duel) kepada tiap penonton videonya, Sabtu (5/11/2016) pettang.

Ia bukan atlet tinju, tapi berani mengajak perang kepada siapapun yang tidak mengindahkan pertaannya. Dalam video berdurasi 2.29 menit itu, laki-laki berwajah garang tersebut seakan mewakili umat Islam Indonesia, yang, akan menjadikan negara Indonesia sebagai darul harb (negara perang) jika pada Senin (7/11/2016) Ahok tidak ditetapkan sebagai tersangka. Emangnya ini negara nenek loe, seenaknya main atur?

Demo politis anti Ahok 4 November kemarin itu dianggap laki-laki dalam video sebagai keberhasilan umat Islam Indonesia melaksanakan perjuangan menegakkan kemuliaan Al-Quran. "Perjuangan kita untuk tangkap penista Al-Qur'an, berhasil. Takbir! Allahu akbar! (sambil nunjuk-nunjuk entah ke siapa). Perjuangan kita ditolong oleh Allah. Takbir! (Allahu akbar)," teriak pria yang tidak disebutkan identitasnya itu.

Ia menyebut bahwa Ketua MPR siap mengawal untuk menetapkan Ahok tersangka dan menangkap Ahok. Setelah itu, ia melanjutkan teriakan dengan ancaman begini: "apabila pemerintah berkhianat, tidak menepati perjanjian, maka umat Islam Indonesia, di bawah pimpinan ulama-ulama, di bawah pimpinan habaib-habaib, akan menjadikan Indonesia darul harb, negeri perang". Naudzubillahi min dzalik!

Negara ini akan di bawa ke mana jika warganya ambisius ingin berperang begini? Apa mau benar-benar menjadikan Indonesia laiknya Timur Tengah? Lha wong ulama' ulama' di sana saja menginginkan kadamaian seperti di Indonesia kok makhluk jenggotan itu mau perang.

"Apabila 7 November 2016 pemerintah menghianati kesepakatnnya para ulama, seluruh ulama Indonesia akan angkat senjata, berperang memerangi orang-orang kafir," katanya dibarengi minta ke beberapa orang di belakangnya agar diberi balasan teriak takbir 3 kali.

Dia mau perang melawan kafir yang mana? Yang memiliki televisi, partai, atau setiap yang lewat di depan batang hidungnya? Mau hantam semua pemeluk non Islam kah? Ini musuh tidak jelas, tapi sudah minta takbir. Ya Allah gusti, nyuwung tuluuung!

Nyata sudah, aksi demo 4 November 2016 bukan lagi murni membela Al-Quran, tapi membela kepentingan kelompok Islam ekstrimis yang hanya mau memaksa orang lain ikut tafsir syariah sesuai keinginan. Habitus psikologisnya selalu ingin ada konflik yang itu ia namakan sebagai jihad.


Orang-orang macam di video tersebut isinya adalah dendam, perang dan jihad (tapi tidak terukur secara syariat). Bersengketa sudah menjadi ritual dalam jiwa. Jika manusia diciptakan dari tanah, barangkali, mereka ini diciptakan dari tanah sengkata, tanah rebutan. Ini humor kritis buat mereka.

Kini, akhirnya kita tahu, alpanya NU dari keterlibatan aksi demo 4 November 2016 kemarin ada maksud dan tujuan yang agung, yakni menjaga ukhuwwah dan persatuan bangsa. Duta Islam mengamini jika kali ini, NU adalah pemain tunggal (single fighter) yang istiqomah menjaga NKRI.

Baca juga: Kapolri Sebut Ada Agenda Khilafah dalam Demo 4 November

NU memilih diam karena suatu alasan ijtihadiyah untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Para ulama NU mengetahui secara jernih kalau demo yang berbiaya 100 miliar lebih itu adalah momentum konsolidasi kalangan Islam radikal untuk rapat panggung yang lebih besar, yang selama ini selalu di lawan oleh NU dan kelompok Aswaja moderat.

Tidak seperti kader HMI bernama Deni Iskandar yang menyebut NU tidak punya jenis kelamin hanya karena tidak ikut demonstrasi. Bahkan menghina ulama NU. Wal iyadzu billah. [dutaislam.com/ ab]

======================

Ini transkip orasi laki-laki yang ingin menjadikan Indonesia negara perang:

Idza ja'anashrullah wal fath, wa ra'aitan nas yadkhuluna fi dinillahi afwaja, fasabbih bihamdikan wastaghfirh. 

Alhamdulillah, umat Islam Indonesia telah melaksanakan perjuangan menegakkan kemuliaan Al-Quran, membela Kitabullah, membela Islam, membela ulama'. 

Sunguh hari ini, Sabtu 5 November 2016 telah ada keputusan dari alim-ulama, dari habaib-habaib, dari masyayikh masyayikh Indonesia: 

Pertama, keputusannya, Senin tanggal 7 November 2016, Ahok ditetapkan tersangka. Takbir! (Allahu akbar!). Ahok langsung ditangkap. Takbir! (Allahu akbar!). 

Perjuangan kita untuk tangkap penista Al-Qur'an, berhasil. Allahu akbar!(sambil nunjuk-nunjuk entah ke siapa). Perjuangan kita ditolong oleh Allah (Allahu akbar).Ketua MPR siap mengawal untuk menetapkan Ahok tersangka dan menangkap Ahok. 

Kemudian yang kedua, apabila pemerintah berkhianat, tidak menepati perjanjian, maka umat Islam Indonesia, di bawah pimpinan ulama-ulama, di bawah pimpinan habaib-habaib akan menjadikan Indonesia darul harb, negeri perang. Allahu akbar!

Siap perang? Siap! (Takbir!)
Siap bela Islam? Siap! (Takbir!)
Siap bela Quran? Siap! (Takbir!)

Dan jika minggu setelah ini, apabila 7 November 2016 pemerintah menghianati kesepakatnnya para ulama, seluruh ulama Indonesia akan angkat senjata, berperang memerangi orang-orang kafir. (Minta Takbir 3 kali!)

Itu keputusannnya. Billahit taufiq wal hidayah. 
(Minta Takbir 3 kali!). 

========================

Ini link video yang dimaksud: Video Pendemo Ahok Ancam Perang Indonesia.
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini