Sabtu, 15 Oktober 2016

Sedekah Atas Nama Orang Meninggal


DutaIslam.Com - Sedekah atas nama orang maninggal atau mayit, oleh sebagian kalangan wahabi salafi disebut bid'ah dan tidak ada anjuran dari sunnah. Padahal, ahli hadis bermadzhab Syafi'i, Imam al-Baihaqi, menulis 2 bab secara berurutan tentang anjuran bersedekah atas nama mayit dalam kitab As-Sunan dengan mengutip hadis-hadis sahih, yaitu:

ﺑﺎﺏ ﻣﺎ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﻟﻮﻟﻲ اﻟﻤﻴﺖ ﻣﻦ اﻟﺘﻌﺠﻴﻞ ﺑﺘﻨﻔﻴﺬ ﻭﺻﺎﻳﺎﻩ ﺑﺎﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ

Bab anjuran bagi ahli waris mayit untuk segera merealisasikan wasiatnya dengan sedekah dan lainnya

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ اﻟﺸﺨﻴﺮ، ﻗﺎﻝ: ﻟﻤﺎ ﻧﺰﻟﺖ ﻫﺬﻩ اﻵﻳﺔ: ﺃﻟﻬﺎﻛﻢ اﻟﺘﻜﺎﺛﺮ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﻳﻘﻮﻝ اﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻣﺎﻟﻲ ﻣﺎﻟﻲ , ﻭﻫﻞ ﻟﻚ ﻣﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺇﻻ ﻣﺎ ﺃﻛﻠﺖ ﻓﺄﻓﻨﻴﺖ , ﺃﻭ ﻟﺒﺴﺖ ﻓﺄﺑﻠﻴﺖ , ﺃﻭ ﺗﺼﺪﻗﺖ ﻓﺄﻣﻀﻴﺖ ". رواه مسلم

Dari Abdullah bin Syikhir, Ketika turun surat (At-Takāthur): "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu...", maka Nabi bersabda: "Manusia berkata: Hartaku adalah hartaku. Engkau tidaklah memiliki harta kecuali yang engkau makan lalu habis, pakaian lalu rusak, atau sedekah lalu akan kekal" (HR Muslim)

ﺑﺎﺏ ﻣﺎ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﻟﻮﻟﻲ اﻟﻤﻴﺖ ﻣﻦ اﻟﺘﺼﺪﻕ ﻋﻨﻪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻮﺹ ﺑﻪ.

Bab anjuran bagi ahli waris mayit, berupa sedekah atas nama mayit, meski mayit tidak berwasiat

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ، ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ: ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﻗﺎﻝ ﻟﻠﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺇﻥ ﺃﻣﻲ اﻓﺘﻠﺘﺖ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻭﺃﻇﻨﻬﺎ ﻟﻮ ﺗﻜﻠﻤﺖ ﺗﺼﺪﻗﺖ ﻓﻬﻞ ﻟﻬﺎ ﺃﺟﺮ ﺇﻥ ﺗﺼﺪﻗﺖ ﻋﻨﻬﺎ؟ ﻗﺎﻝ: " ﻧﻌﻢ ". ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺢ

Seorang sahabat bertanya: "Ibuku meninggal mendadak, aku mengira jika ia dapat berkata maka akan bersedekah. Apakah ia dapat pahala jika aku bersedekah atas nama ibu?" Nabi menjawab: "Ya" (HR al-Bukhari) 

Demikian hujjah sedekah atas nama mayit yang dari sei dalil syar'inya bisa dipertanggungjawabkan. [dutaislam.com/ ab]

Ma'ruf Khozin, pengasuh Kajian Aswaja di Majalah AULA
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini