Sabtu, 08 Oktober 2016

Nama-Nama Santri Langitan yang Tenggelam di Bengawan Solo


DutaIslam.Com - Perahu kayu yang membawa 25 santri Ponpes Langitan, Tuban terbalik dan tenggelam di Bengawan Solo, Jumat (7/10/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi tenggelamnya perahu berjarak empat meter sebelum sandar.

Joko Mudiono, Kepala BPBD Tuban menjelaskan, 25 santri ini berangkat dari Ponpes sekitar pukul 08.00 WIB. "Menurut tradisi, hari Jumat ini kan Ponpes libur sehingga dari pagi mereka sudah pergi ke pasar Babat dengan naik perahu kayu ini," kata Joko pada sebagaimana dilansir Duta Islam dari Radio Suara Surabaya.

Kemudian, pukul 09.00 WIB, perahu yang membawa 25 santri laki-laki ini mulai menyeberang Bengawan Solo menuju pasar Babat. "Saat itu kondisi arus Bengawan Solo cukup kencang karena habis pasang dan ketinggian muka air di bawah siaga hingga goncangan perahu cukup kuat," ujar dia.

Di tengah perjalanan sekitar 3-4 meter sebelum perahu sandar, tiba-tiba air mulai masuk ke dalam perahu. Seluruh santri panik meskipun mereka sudah diminta pembawa perahu untuk tidak panik.

"Saking paniknya, para santri langsung nyebur ke sungai hingga perahu langsung terbalik karena terkena goncangan," katanya.

Para santri yang belum ditemukan diketahui hanyut karena arus yang cukup deras. "Ada korban selamat yang sempat menolong temannya, tapi karena tidak kuat dengan arusnya yang kencang akhirnya teman yang dia coba selamatkan hanyut," katanya.

Dari total 18 korban yang selamat, ada 1 korban yang mengalami trauma dan sudah dibawa ke puskesmas terdekat. Sekitar pukul 13.00 WIB, tim gabungan melakukan briefing dan membagi 3 tugas. Ada tim yang melakukan pencarian dengan perahu karet, ada tim yang standby di jembatan baru untuk memantau kemungkinan ada korban yang nampak. Tim ketiga, tim kesehatan yang standby jika nanti ada korban yang sudah ditemukan.

"Dengan kondisi arus yang demikian ini, semoga tidak sampai malam seluruh korban yang hilang bisa ditemukan," ujarnya. 

Adapun jumlah korban, menurut informasi dari Polsek Babat ada 25 orang. Di antara 25 korban tersebut, ada 17 nama yang selamat dan 8 masih belum ditemukan sejak rilis ini ditulis. Berikut nama-nama korban:

17 orang yang selamat dalam tragedi santri Langitan:
1. M. Solihul Widad (13 tahun)
2. M Mu'zi Al-Athiq (18 tahun)
3. Ahmad Iqbal (20 tahun)
4. A Nu'man Al-Murtadlo (20 tahun)
5. A Ali Sibro Mulisi (12 tahun)
6. Khabib Abdurozaq (13 tahun)
7. Syamsud Duha (23 tahun)
8. M Imam Bukhori (18 tahun)
9. Abu Bakar (20 tahun)
10. A Rofiqi Yusuf (19 tahun)
11. Abdurohman (18 tahun)
12. M Khoirul Anam (20 tahun)
13. M Murtadlo (19 tahun)
14. Tondi Marpaung (14 tahun)
15. Faisal Tanjung (17 tahun)
16. Awaludin (15 tahun)
17. Ilzam Fatoni (19 tahun)

Korban yang belum ditemukan ada 8 orang:
1. Ahmad Umar (12 tahun)
2. Abdullah Umar (15 tahun)
3. M Barikli Amri (12 tahun)
4. M lujianidani (13 tahun)
5. M Muksin (16 tahun)
6. Khabib Rizki (15 tahun)
7. Mambrur (18 tahun)
8. Afiq Fadhil (19 tahun)

Mari kita doakan agar para santri tenggelam di atas mendapatkan pahala syahid dunia karena mereka sedang menempuh belajar ngaji agama di pesantren. Al Fatihah...[dutaislam.com/dwi/ed]

Melihat evakuasi: banyak warga sekitar sungai datang melihat proses evakuasi korban.
Tim: berjibaku dengan medan lumpur menemukan korban.
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini