Kamis, 06 Oktober 2016

Allahu Akbar, Ustadz Sukino Masuk Nominasi Santri of The Year 2016


DutaIslam.Com - Meski popularitasnya sedikit redup akibat kemunculan pendatang baru seperti Ustad Mukidi. Namun, ustad dari Solo yang berwajah konvensional ini masih tetap mempesona bagi sebagian makhluk yang lemah iman. Sejajar dengan AA Gatot, Eyang Subur, dan Taat Pribadi.

Saya sebagai satu dari kaum santri, sangat-sangat berharap agar Ustad Sukino bisa dimasukkan dalam daftar nominasi Santri of The Year 2016. Mengapa demikian?

Ustad Sukino memiliki banyak jasa kepada bangsa Indonesia, kaum santri, kiai, dan pesantren. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, ustadz Sukino berhasil membuktikan bahwa Indonesia masih subur. Kemunculan Ustad Sukino dan MTA-nya telah melampaui ramalan Koes Plus tentang ‘Tanah Surga; tongkat dan batu jadi tanaman’. 

Ustadz ini membuktikan betapa apapun yang ditanam di negeri ini, akan tumbuh subur nan rimbun, jangankan tongkat dan batu, aliran sesat jika dengan sungguh-sungguh ditanam, pun akan subur, sesubur MTA.

Kedua, ustadz yang berwajah wagu ini, sungguh telah turut membantu para kiai dan ulama dalam program sensus intelektual umat muslim. Dengan MTA, ulama dan kiai tidak perlu repot mendata berapa jumlah umat Islam yang tolol dalam masalah agama. Kini, cukup dengan melihat data jumlah anggota MTA, kiai, ulama, dan dai sudah bisa tahu berapa jumlah orang-orang muslim buta agama.

Ketiga, fenomena fatwa halal daging asu, dengan alasan ketiadaan hadist, sungguh turut pula membantu mendewasakan kita dalam pengetahuan ilmu hadist. Tepatnya hadist Bukhari: “Hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.”

Dengan munculnya MTA dan sejenisnya, tafsir hadist di atas menjadi gamblang dan jelas. Bagaimana? Beliau hebat to? Asu sekali to?

Saya kira tiga asalan ini cukup sebagai alasan mengapa kita wajib menghaturkan juta terima kasih keharibaan beliau. Dan sebagai penghargaan, tidak ada salahnya jika kita mengusulkan beliau sebagai kandidat Santri of The Year 2016. 

Atau malah kita usulkan saja sebagai kandidat pahlawan. Semisal kategori Pahlawan Perintis Kebatilan Nasional, atau apa begitu? Piye? [dutaislam.com/ lukman]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

orang sekarang suka yg instan..termasuk belajar agama..sejalan dengan perkembangan teknologi. jadi ya tumbuh subur lah mereka

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini