Sabtu, 10 September 2016

Ustadz Takfiri Syafiq Riza Basalamah Ditolak Hadir di Kampus ITS


DutaIslam.Com - Beberapa waktu lalu, Dr. Syafiq Riza Basalamah pernah membuat statemen kontroversial karena menyebut wiridan setelah salam dalam sholat adalah nyanyian-nyayian. Beredar luas video statemen nya di masyarakat kalau dzikir setelah sholat itu bid'ah. Ini videonya:


Merasa bersalah, ia kemudian membuat video permintaan maaf atas kesalahan "fatwa" nya tersebut. Ia menyesal, tapi untuk kajian Islam lain, masih saja membuat "kerusuhan-kerusuhan" kecil dan besar di kalangan umat Islam, khususnya Aswaja, karena dia masih saja suka neyebut bid'ah, kafir, dan sebutan teror lainnya, setali tiga uang dengan sedulur wahabi nya bernama Khalid Basalamah.


Karena itulah, kedatangan Syafiq Basalamah yang sedianya menghadiri kajian bertema "Duo Serigala Lapar" pada 11 September 2016 di Masjid Manarul Ilmi Kampus ITS Surabaya, ditolak oleh kaum muslimin setempat. Penolakan mereka karena melihat sepak terjang Syafiq Basalamah yang sering tidak sopan mengeluarkan kata-kata takfiri kepada kelompok Islam lainnya yang tidak sepaham dengan dia.

Langkah cepat diambil oleh jajaran MWC Nahdlatul Ulama (NU) Sukolilo Surabaya dengan mengadakan rapat bersama pihak-pihak yang terkait di kampus ITS Surabaya. Ketua MWC NU Sukolilo, Drs. H. Wahyuddin, MEI, bersama jajaran Banser berkoordinasi dengan Polsek Sukolilo memutuskan, dan hasilnya adalah acara kajian wahabi salafi Syafiq Basalamah tersebut dibatalkan.

Harap diketahui, pergerakan wahabi salafi di kampus, terutama ITS sudah sangat lama berkembang. Dan kebetulan mereka minta izin kepada ta'mir masjid untuk bisa mengadakan acara tersebut di masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya.

"Jadi, acara kajian ini bukan acaranya ta'mir masjid ITS, tapi murni acaranya kelompok sekte wahabi salafi, kelompok pemecah belah umat, yang bersarang di kampus ITS Surabaya," kata Wahyuddin dalam rilis yang dikirim kepada Duta Islam, kemarin.

Sudah ketentuan dan peraturan yang jelas dari ta'mir masjid Manarul Ilmi bahwa semua kajian yang diselenggarakan di masjid Manarul Ilmi kampus ITS, tidak boleh menghujat salah satu ormas lain apalagi sampai membid'ahkan, menyesatkan bahkan mengkafirkan. "Sejauh ini pihak takmir masjid sebatas mengawasinya," ujar Wahyuddin. [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini