Selasa, 06 September 2016

Seorang Nasrani Tertembak Ketika Perayaan Maulid Nabi


DutaIslam.Com - Pada saat itu, di Libanon Selatan, kebiasaan peringatan maulid Nabi Muhammad Shalallaahu 'alaihi wassalam dirayakan warga secara turun temurun dengan menembakkan senjata api ke atas untuk menunjukkan raa senang atas kelahiran Nabi Muhammad.

Ketika itu seorang anak Nasrani dari keluarga Ghatas yang terkenal terlihat asyik menonton meriahnya peringatan Itu. Tanpa disadari, sebuah peluru menyasar menembus kepalanya. Anak itu pun jatuh tersungkur bersimbah darah dan seketika itu juga ibunya berteriak histeris.

Maka dengan segera anaknya dilarikan ke RS. Ghasan Hamud (RSGH). Tetapi pihak rumah sakit itu angkat tangan karena tidak mampu menangani pendarahan yang begitu hebat dari anak tersebut.

Lantas anak itu dirujuk ke RS. Amerika yang ada disana, yang memiliki banyak dokter ahli dan spesialis. Tapi begitu melihat kondisi anak itu mereka juga angkat tangan.

Karena panik penuh kecewa, ibu sang anak berteriak dengan kerasnya sambil berseru: "Dimanakah engkau Hai Muhammad yang mengaku sebagai Nabi? Lihatlah apa yang dilakukan umatmu kepada anakku karena merayakan hari kelahiranmu."

Pada saat itu dokter kepala yang memimpin perawatan, keluar ruangan menemui sang ibu dan memintanya agar melihat anaknya untuk yang terakhir kali. Ibu nasrani itu dengan lemas dan dipapah masuk ke ruangan, diikuti dengan keluarnya para dokter.

Namun Keajaiban terjadi. Ketika sang ibu sudah di dalam ruangan, ternyata dia melihat anaknya sedang duduk di tepi tempat tidur sambil berteriak, "Tutup semua pintu dan jendelanya, Ibu. Dia jangan diperbolehkan keluar!"

Antara percaya dan tidak, sang ibunda mendekati anaknya untuk memastikan kondisi anaknya. Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal. Kondisi anaknya begitu sehat dan bugar serta tidak ada bekas luka tembakan sama sekali di kepalanya. Apalagi bercak darah.

"Anakku, apa yang terjadi?"

"Ibu, dia datang mengelus kepalaku sambil tersenyum."

"Siapa dia sayang?"

"Muhammad…Muhammad...Ibu," jawab anak itu.

Subhanallah. Ternyata, teriakan si ibu disambut oleh Nabi Agung Muhammad Shalallaahu 'alaihi wasalam..!

Beberapa menit kemudian, berkumpullah semua dokter untuk melihat kenyataan di hadapan mereka. Ibu, anak dan semua dokter nasrani yang menyaksikan keajaiban tersebut saat itu juga mengikrarkan syahadat (masuk Islam).

Ini kejadian nyata yang ditakdirkan oleh Allaah untuk menunjukkan keagungan junjungan kita Sayyidina Muhammad Shalallaahu 'alaihi wasalam. Tiada yang tidak mungkin bagi Allah. Shallu 'Alan Nabi. [dutaislam.com/ ed]

Keterangan:
Tulisan ini dikutip dari ceramah dari ulama Libanon. 
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini