Rabu, 07 September 2016

Hukum Qurban Talangan (Dipaksakan)


DutaIslam.Com - Bolehkan Qurban talangan? Misal ada sebuah lembaga yang menyediakan hewan Qurban dan setelah disembelih, orang yang berqurban mencicil hutang Qurbannya.

Berikut jawaban Komisi Fatwa Darul Ifta', Mesir:

 فمن كان لا يملك ثمنها زائداً عن نفقته ونفقة عياله فليس بمستطيع، والأفضل ألا يستدين للأضحية؛ لأنه يحمل نفسه فوق طاقتها، ويخشى عليه العجز عن سداد الدين بالموت أو غيره

Seseorang yang tidak memiliki uang lebih dari kebutuhan nafkahnya dan nafkah keluarganya, maka sebenarnya ia tidak mampu. Yang utama baginya tidak berhutang untuk Qurban. Sebab ia memaksakan dirinya di atas kemampuannya. Dikhawatirkan ia tidak mampu memenuhi hutangnya, karena mati atau lainnya.

وعلى أي حال إذا ضحى من مالٍ حلالٍ أضحية مستوفية الشروط فهي أضحية مقبولة إن شاء الله تعالى، وإن كان قد استدان ثمنها، وكلف نفسه ما لا يجب عليه. والله تعالى أعلم.

Dalam kondisi apapun, jika seseorang berqurban dengan uang yang halal dan sesuai syarat maka qurbannya diterima in syaa Allah meski berhutang dan memaksakan diri melakukan sesuatu yang tidak wajib baginya.

Ma'ruf Khozin, anggota di Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim

Mengutip dari sumber: http://aliftaa.jo/Question.aspx?QuestionId=2856#.V87jmeo-bqA
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini