Sabtu, 10 September 2016

Daging Kambing Itu Makanan Kesukaan Rasulullah


DutaIslam.Com - Jika kita mengikuti apa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) dengan niat mengikuti sunnahnya dan dilakukan karena cinta kepada beliau, insyaAllah akan terhitung sebagai pahala untuk kita. Di samping itu, tentu ada manfaat dan kebaikan dari apa yang dilakukan oleh Rasul. Salah satunya adalah dalam hal makanan. Beliau sangat gemar mengonsumsi daging kambing.

Selama ini kita mendengar para dokter menyarankan kita untuk menghindar dari memakan daging kambing, karena daging kambing dapat menyebabkan panas badan. Ada juga dokter yang mengatakan kandungan lemak dan kolesterol pada daging kambing tinggi serta seringkali daging kambing dituding sebagai penyebab darah tinggi dan sakit jantung.

Khusus berkenaan dengan kambing, mari kita ingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ﺍﺗَّﺨِﺬُﻭﺍ ﺍﻟْﻐَﻨَﻢَ ﻓَﺈِﻥَّ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺑَﺮَﻛَﺔ

“Peliharalah oleh kalian kambing karena di dalamnya terdapat barakah”. (HR. Ahmad)

Sedangkan sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disuguhi daging. Bagian kaki (dari daging itu atau paha) diberikan kepada Beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukainya, maka beliau menggigit daging itu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebenarnya, daging kambing adalah makanan favorit Rasulullah. Setiap sunnah nabi pasti ada kebaikan dan kelebihannya. Tidak ada salahnya jika kita meniru sunnah rasul soal makan daging kambing ini.

Yang membedakan antara apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan umat Islam di Indonesia ketika memakan daging kambing adalah nasi. Ya, memakan daging kambing (misalnya sate) jika dibiasakan tanpa nasi, Insyaallah tidak akan terkena efek darah tinggi, kolesterol dan penyakit membahayakan lainnya.

Hingga kini, kebiasaan memakan daging kambing dalam porsi besar masih ada di masyarakat Arab, bahkan usia mereka tua-tua. Itu karena mereka hanya memakan dagingnya. Jika pun ada makanan pokok, yang dimakan adalah gandum, jagung dan lainnya, bukan nasi. [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini