Jumat, 02 September 2016

Cara Mbah Zainal Krapyak Sedekah Kepada Tukang Becak


DutaIslam.Com - Kisah ini adalah cara seorang kiai yang ingin beramal dengan orang lain walau tidak seberapa dan tanpa menyakiti perasaan, justru membuat penerima amal sedekah merasa mendapatkan rejeki nomplok. 

"Ke Nggading berapa, Kang?" Mbah Zainal Abidin Munawwir, Krapyak, menawar becak. 

"Monggo mawon. Terserah panjenengan, Mbah", tukang becak pasrah karena sudah kenal.

"Nggak bisa! Sampeyan harus kasih harga!"

"Yah... seribu, Mbah," itu harga yang cukup lazim waktu itu, walaupun sedikit agak mahal.

"Lima ratus ya!"

Tukang becak nyengir, "Masih kurang, Mbah..." 

"Enam ratus!" Tukang becak masih nyengir.

"Ya sudah... tujuh ratus!" Tukang becak sungkan membantah lagi dan mempersilahkan Mbah Zainal naik.

Sampai tempat tujuan, Mbah Zainal mengulurkan selembar uang ribuan tapi menolak kembaliannya. Tukang becak bengong.

"Kalau tadi kita sepakat seribu, aku cuma dapat pahala wajib", kata Mbah Zainal, 

"kalau begini ini 'kan yang tiga ratus jadi shodaqohku," lanjutnya. [dutaislam.com/ ab
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini