Selasa, 06 September 2016

Berguru Kepada Google Tanpa Sanad Ilmu, Bahaya!


Oleh Hikam Zain

DutaIslam.Com - Google bagaikan sebuah pisau, akan menjadi baik jika dipegang oleh orang baik, pun juga sebaliknya, akan menjadi jelek jika diperuntukkan kepada kejelekan. Yang tak kalah maraknya, Google banyak juga digunakan oleh ustadz-ustadz karbitan, kyai-kyai musiman.

Sebagian kalangan awam juga banyak yang terjebak belajar dari Google yang mana kesalahan didapat karena dia belajar kepada artikel-artikel yang tidak tepat.Seakan-akan, kelompok Islam moderat yang dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah masih kalah ratingnya di dunia maya.

Media tulis menulis via online sebagian dikuasai kaum sempalan wahabi salafi, sehingga banyak orang awam ataupun intelektual juga yang tidak pernah mengaji agama, ia langsung berguru kepada Google.

Oleh karena itu, jangan sampai kita mengaji langsung kepada Google kecuali sudah ditashih oleh guru-guru kita. Guru kita adalah kyai yang bersanad kapada Rasulullah SAW.

Bolehlah menggunakan Google untuk mencari referensi, untuk mencari wawasan dan di sana juga terdapat website-website milik aswaja. Diantaranya adalah Duta Islam, Piss-sktb, aswajanu (search engine), nuonline, alwafa bi'ahdillah, annur2.net, sidogiri.net dan lainnya. Baca: Daftar Situs Aswaja yang Mengampanyekan Kesatuan NKRI.

Maka jika kita ingin belajar ilmu agama belajarlah kepada guru, mondoklah. Sekarang pesantren-pesantren juga tersedia jaringan internet wifi, laptop dan fasilitas lain yang mendukung belajar lebih praktis. Baca: Mewaspadai Situs Berbau Islam Namun Sarat Ajaran Radikal.

Dahulu saya pernah nyantri, pertama di rumah sendiri. Setelah itu, melanjutkan ke Tsanawiyah Al-Falah kelas 3 dan 4. Lalu melanjutkan ke Yaman Darul Musthofa asuhan al Hafidz Al Musnid Habib Umar bin Hafidz yang sanad guru-guru saya sambung sampai Rasulullah SAW.

Dan kadang pun saya juga membuka Google yang website-websitenya, namun yang terpenting, jika tidak tahu riwayatnya itu tsiqoh atau tidak, ditashihkan  kepada guru-guru. Sehingga kita tidak sampai terjerumus kepada keterangan website radikal dan teror, termasuk mengajak segala cara  membunuh kaum muslimin sebagaimana halnya ISIS. Sehebat apapun Google, tidak akan ada barakah yang didapat. [dutaislam.com/ ab]

Ahmad Zain Bad, AnNur II Bululawang Malang.
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini