Kamis, 18 Agustus 2016

Keramat Burdah Saat Diponegoro Terdesak oleh Belanda


DutaIslam.Com - Pada Jum'at Pahing malam Sabtu Pon, 29 September 1829, pasukan kanjeng gusti Pangeran Diponegoro sudah amat terdesak. Secara matematis tidak ada teori peperangan manapun yang akan mampu mengeluarkannya dari keadaan darurat tersebut.

Di belakang sana ribuan pasukan Belanda terdengar riuh ramai bersorak gembira, sudah terbayang di benak mereka akhir dari perang Diponegoro yang menguras hampir seluruh konsentrasi mereka, baik harta, darah dan nyawa.

Di saat tidak ada pilihan selain melawan dan mati atau melawan dan tertangkap, wali agung Diponegoro melantunkan bait Sholawat Burdah dengan segala kepasrahan yang total:

ﻭﻗﺎﻳﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻏﻨﺖ ﻋﻦ ﻣﻀﺎﻋﻔﺔ ... ﻣﻦ ﺍﻟﺪّﺭﻭﻉ ﻭﻋﻦ ﻋﺎﻝ ﻣﻦ ﺍﻷﻃﻢ


Artinya: Perlindungan Allah jauh lebih berlimpah, dari sekedar baju besi berlapis dan dari benteng yang kokoh nan tinggi.

Spontan Allah menjawab doa shalawat Burdah yang kanjeng wali lantunkan dengan mengutus malaikat menyampaikan kabar:

"Tidak usah ragu wahai Kekasih Allah, lompatkan kudamu ke dalam rawa yang membentang di depanmu"

Sang wali agung menjawab: "sami'naa wa atho'naa"

Kanjeng wali Diponegoro membedal kudanya diikuti oleh pasukannya yang percaya dan taat kepada beliau, terjun ke dalam rawa-rawa yang dalamnya tidak terukur. Atas izin Allah, bukannya terperosok ataupun tenggelam, kuda yang beliau tunggangi bersama pasukannya mampu berlari tegap di atas Rawa Bening, melintasinya sejauh 8 kilometer dengan selamat hingga Tuntang. 

Tentara Belanda yang mengikuti beliau terperosok tenggelam ke dalam rawa yang dalam.

Keramat datang disaat yang amat genting, keramat tidak dipelajari, tapi keramat adalah buah dari riyadlah, ketekunan, keta'atan, dan kecintaan kepada Allah dan RosulNya.

Sekali lagi, Sholawat Burdah secara luar biasa mampu menjadi penghubung tanpa batas Antara hamba dengan Tuhannya.

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ

Alfaatihah untuk Pangeran Diponegoro beserta tentaranya yang gagah berani, umumya untuk seluruh pahlawan bangsa dari segala zaman. Merdeka! [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

tapi kok ada ya pihak yg menyebut pangeran dipenogoro wahabi, wahabi kan suka memusyrikan solawt " karya para ulama.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini