Rabu, 24 Agustus 2016

Dosa-Dosa Buya Yahya


DutaIslam.Com - Masyarakat muslim Cirebon terkenal sebagai warga yang secara kultural bisa hidup damai karena banyak melakukan akulturasi budaya dengan lainnya. Buktinya, hingga sekarang, yang ziarah ke makam Sunan Gunung Jati Cirebon bukan hanya muslim saja. Orang Cina, Konghuchu, Budha juga damai melakukan ritual ziarah ke sana. Jelas, Sunan Gunung Jati adalah simbol pluralisme, cerminan kultur Cirebon.

Hingga muncullah nama Yahya Arif Zainal, yang disiarkan oleh murid-murid atas pintanya, dipanggil Buya. Sebutan yang tidak lazim bagi seusianya. Kalangan muda NU Cirebon keberatan dengan kehadiran Yahya sejak tahun 2006. Bukan cara dakwahnya yang disoal, namun isi dakwahnya mengusik ketenangan warga, nahdliyyin khususnya.

Dia datang ke Cirebon tidak punya apa-apa. Hingga kemudian ia bertemu dengan salah satu pengurus PBNU yang kaya asal Cirebon. Ia bukan santri, namun melihat Yahya adalah santri yang dianggapnya santun, pintar, ia tertarik membantu.

Orang kaya inilah yang mengajak Yahya berkunjung ke masjid-masjid, komunitas pesantren dan lainnya hingga ia dikenalkan dengan seoarang relasi yang jadi pejabat di Pertamina Cirebon. Dari CSR Pertamina itulah Yahya membangun kekuatan. Sayangnya, Yahya menggunting jaringan langsung ke Pertamina, melupakan orang yang berjasa mengenalkannya hingga kerap menghardik NU di hadapan umum, tempat pengurus PBNU itu berkhidmah.

Di mata ulama Cirebon, ia dianggap telah merusak tatanan tradisi kiai-kiai Cirebon. Selama ini, kiai-kiai Cirebon sepakat tidak pernah mengadakan pengajian di hari Ahad. Tradisi tersebut sudah berjalan puluhan tahun karena setiap Ahad ada pengajian di Jagastaru, Cirebon yang diasuh Habib Muhammad bin Syech bin Yahya (alm).

Guru Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan ini dianggap sesepuh, berkarakter toleran serta ditokohkan oleh para kiai di Cirebon. Kehadiran Ayib Muh, -panggilan Habib Muhammad bin Yahya-, sangat meneduhkan masyarakat lokal Cirebon.

Kiai-kiai pesantren di Cirebon, baik dari daerah Buntet, Gedongan, Ciwaringin, Ngempek, setiap hari Ahad selalu ngaji, datang langsung majelis ke Ayib Muh. Namun, tiba-tiba Yahya membuat pengajian tandingan di waktu dan hari yang sama.

Atas itu, para kiai muda mengingatkan dan mendatangi Yahya agar tidak mengadakan pengajian di hari tersebut. “Kita sama-sama dakwah, di sana ngaji, kita juga ngaji, kok ngaji saja harus diatur,” jawab Yahya congkak.

Tidak mau diingatkan, lama-lama banyak yang merasa kurang nyaman karena merekrut jama’ahya Ayib Muh. Cara yang dilakukan adalah membayari mobil-mobil rombongan ngaji dari jama’ah yang ada di desa-desa. Itu yang membuat marah kiai-kiai Cirebon pada awalnya.

Etika Yahya inilah yang dianggap para kiai-kiai di kampung tidak sesuai dengan kultur masyarakat muslim Cirebon yang dikenal menghargai dan menjunjung tinggi orang tua serta alim seperti Ayib Muh.

Yahya juga pernah dirangkul untuk masuk jadi pengurus NU struktural. Dijawab olehnya bahwa ia tidak butuh NU. “Saya muslim, silakan yang NU ya NU, saya ya saya, tapi saya Aswaja, sunni namun tidak berorganisasi,” jawabnya.

Bukan hanya oleh pengurus NU ia didatangi dan dirangkul. Menantu Ayib Muh bernama Habib Miqdad Baharun dan Quraish Baharun pun datang ikut menawari masuk jamiyyah NU, namun Yahya tetap menolak. Dalam tradisi santri, hal itu dianggap su’ul adab (tidak berkahlaq), apalagi dia seperti menantang.

Yahya kian gemar menghina NU sejak isu syiah dimunculkan kembali, utamanya disasarkan kepada Kiai Said, ketua PBNU sekarang.


Kejadian itu dimulai sejak keluarga besar NU (KBNU) yang terdiri atas unsur-unsur organisasi semacam IPNU, PMII, Ansor, Fatayat, Muslimat dan lainnya mengadakan peringatan 10 Muharram pada 2008. Di situlah Yahya mulai menyerang Kiai Said karena menghadiri acara yang disebut bermisi syiah tersebut.

Panitia sempat berpindah tempat dari rencana awal di Masjid Agung At-Taqwa Cirebon karena ditolak oleh kelompok Yahya. Mereka menyebut agenda acara itu bagian dari gerakan syiah. Karena tidak ingin terjadi konflik, lokasi kegiatan dipindah ke dalam Keraton.

Pasca kejadian itu, Yahya mulai berani menyerang dengan melontarkan tuduhan tak berdasar kepada publik bahwa NU itu organisasi Syiah. Pada titik ini, anak-anak muda NU di KBNU mulai sangat keberatan dengan kehadiran Yahya. Ia dengan mudah menyerang Kiai Said yang saat ini jadi simbol NU.

Yang kemudian membuat kemarahan anak muda NU itu bertambah adalah munculnya NU Garis Lurus, dimana ada nama Yahya bersedia diangkat sebagai Dewan Syuriah NUGL dengan Luthfi Bashori sebagai Imam Besar nya. Ditawari masuk NU menantang, tapi justru masuk ke barisan sakit hati semacam NUGL.

Celakanya lagi, saat NU sedang membangun dan mensosialisasikan pola ukhuwwah basyariyah dan ukhuwwah islamiyah lewat gerakan Islam Nusantara, Yahya semakin ringan menghina NU dengan menyebut bahwa Islam Nusantara itu seperti babi yang dikemas dalam bentuk kambing. Seorang alim, tapi bicaranya seperti anjing.  

Gerakan Yahya ini cukup sistemik. Melalui kendaraan Al-Bahjah, Yahya tidak hanya melakukan gerakan di Cirebon saja, tapi di daerah lain. Ia tidak memusuhi NU secara frontal tapi gerakannya merusak tatanan dan tradisi muslimin di Indonesia. Khususnya NU dan adab santri. Dukungannya atas isu syiah-sunni saja sudah bisa dibaca arah gerakannya ada kaitan dengan Arab.

Sangat mudah jika menyebut Yahya punya jaringan Arab sekaligus misinya mengingat ia lulusan Universitas al-Ahqaf, Yaman Selatan, yang dikenal sebagai titik tumbuhnya Islam non wahabi garis keras dan radikal.

Atas ulahnya itu, Yahya pernah dipanggil 30-an kiai, namun tidak pernah direspon. Tercatat, agenda pemanggilan untuk klarifikasi pernah direncanakan dua kali oleh para kiai. Sebelumnya, sudah puluhan kiai mendatangi. Hasilnya nihil.

Walau belum pernah menegur secara langsung, anak-anak muda NU di sana sudah puluhan kali mengundang Yahya dalam acara, namun tidak penah satu kali pun hadir. Gemesnya, dia justru sangat bangga diundang kelompok NUGL. Walau tidak pernah melakukan kekerasan fisik, tapi Gusti Allah ora sare.

Semoga setelah kecelakaan, dia sadar atas dosa-dosanya kepada kiai-kiai Cirebon yang cinta Ayib Muh. Penghinaan kepada NU dan Kiai Said juga diharapkan tidak dilanjutkan dalam acaranya yang disebut “ngaji” itu, serta tidak mudah melontarkan caci-maki karena benci.

Sepintar apapun santri, jika tidak tidak menggunakan adab sebagai baju, ia tidak lebih seperti dzubab (lalat). Ya Jabbar ya Qahhar! Menghina NU dan Kiai, fantadziris saa’ah. [dutaislam.com/ luqman segaff]

Sumber: Transkip rekaman keterangan Anak Muda NU Cirebon.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

26 komentar

Hey min...tolong belajar lg islam yg sesungguhnya.

tuduhan yang mengada, semoga penulis diberikan hidayah

nasib baik kau yakya, Gusti Allah masih ngasih engkau peringatan, bisa saja DIA mencabut nyawamu....mungkin DIA sedang memberikanmu kesempatan kefua utk taubatan nasuha

Semoga yng memberitakan tentang buyayahya mendapatkan hidayah

Hindari ta'assub, berfikirlah yang jernih... mungkin pernyataan yang perlu dikorekai mengenai Universitas Ahgaff di capo sebagai pabrik garis keras non wahabi

Semangat kang admin

Klo benar2 kiyai yahya trnyata bgtu orgny..,, adzab pasti CEPAT datang kpd kiyai tsb.., #aja ngrusak cirebon..,,

Kita umat Islam itu sama yaitu 1 Agama, 1 Kitab Suci, 1 Nabi, dan 1 Tuhan kenapa harus ada perdebatan antara umat Islam karena adanya beberapa perbedaan dalam Islam??
Umat lain yg membenci Islam justru sekarang mungkin sedang terawa melihat kita seperti ini?? Apa kalaian kita belum sadar?? Saya orang awam yang masih kurang paham tentang agama Islam..tapi saya hanya punya keyakinan kalau Islam itu berasal hanya dari 1 jalan yaitu Allah SWT. melalui Nabi Agung kita Baginda Rasulullah SAW. dengan pedoman hidup kita sampai hari kiamat adalah Kitab Suci Al-Qur'an..Maaf sebelumnya dan Terimakasih

Wajarlah dutaislam.com kan situs rujukan orang2 syi'ah, jadi siapa yang kontra dengan syi'ah langsung dihantam..

'haqqun bila nidhom yaghlibuhul bathil bin nidham' (Sayyidina Ali Kw),kalau merasa sesama Pejuang Aswaja utamakan silaturahim dan tabayun,yg merasa mendukung Ust Yahya dan NU juga KH.Said Aqil Sirajd coba ketemu dan fasilitasi dalam forum tabayun ,kalau begini di biarkan maka yg tepuk tangan adalah fihak ke tiga....monggo istigfar bareng2...astaghfirullahal adzim...3x

Lha Iki kok ada ya NU perang sama NU?
Websitenya kok jadi website saling memecah belah?
Sudah Islam dipecah belah, sekarang NUnya sendiri yang dipecah belah

Saling menghormati dan menghargai sebuah perbedaan adalah ciri Islam yang Rahmatan lil 'Alamin

adah komentar anda akan terlihat setelah di setujui ya keder yah bakalan karep dewek apa jare admin bae.

Bener ora sih ceritane...watir salah krungu bar..

Astaghfirulloh...mari perbanyak istighfar....
Jangan sampai NU di pecah belah..
Misi mereka menghancurkan NKRI akan sulit ketika NU masih solid...mari kita bersatu..jangan sampai anak cucu kita tidak bisa hidup tenang karena peperangan dimana2..syetan lg cari teman..mari perbanyak beristighfar..ikut ulama.

Ini kesaksian dari orang yang sangat paham kronologi yg sebenarnya hubungan Buya Yahya dengan kang Ayip Muh (Jagasatru)
"Kang Ayip Muh pernah berkata : Yahya itu bagai perpustakaan berjalan dukunglah dia dlm berdakwah...!"

Eheeem...
Modus apa lagi yang kau terapkan wahai sobat...

Syiah laknatullah sama bahayanya dengan wahabi produk britania raya sem9ga Allah babat sampai ke akarnya

Ini laha fantik antar golngan yg membesar besrkan para pemipin nya justru di sini yg sok jago dan sok alim serta sok bener adalah para pengikut masing masing fanatisme nya,Padahal Para pemimpin yg di idolakn masing masing mash bisa biyasa biyasa sajah bahkan tak pernah ribut kaya yg di bawah nya,sadar lah wahai para pengikut masing masing golngan pmimpin kalian tk brmasalah mrka punya jalan yg hebat yg gk msti di gembar gemborin kaya kalian saling mnjatuhkan dan saling mnghina satu sama lain,

Silsilah Prof.DR. KH.Said Agil Siroj, MA
KH. Said Agil Siradj bin
KH Agil bin
KH Siradj bin
KH Said (gedongan) bin
KH Murtasim bin
KH Nuruddin bin
KH Ali bin
Tubagus Ibrahim bin
Abul Mufakhir ( Majalengka) bin
Sultan Maulana Mansur (Cikaduen) bin
Sultan Maulana Yusuf (Banten) bin
Sultan Maulana Hasanuddin bin
Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) bin
Abdullah bin
Ali Nurul Alam Syeh Jumadil Kubro bin
Jamaludin Akbar Khan bin
Ahmad Jalaludin Khan bin
Abdullah Khan bin
Abdul Malik al-Muhajir (Nasrabad India) bin
Alawi Ammil Faqih ( Hadrulmaut) bin
Muhammad Shohib Mirbat Ali Kholi' Qosam bin
Alawi atsani bin
Muhammad Shohibus Saumi'ah bin
Alawi Awwal bin
Ubaidillah bin
Ahmad alMuhajir bin
Isa arRumi bin
Muhammad an Naqib bin
Ali 'Uraidhi bin
Ja'far as Shodiq bin
Muhammad al Baqir bin
Ali Zaenal Abidin bin
Husein bin
Ali dengan Fatimah azZahra binti
Muhammad Rasulullah saw

Tidak sedikit yg menjelekkan buya,,, orang yg merendahkan buya pastinya lebih banyak pengikutnya,,,, semoga saja pengikutnya dia tidak suka menjelekkan kiyai

Tidak sedikit yg menjelekkan buya,,, orang yg merendahkan buya pastinya lebih banyak pengikutnya,,,, semoga saja pengikutnya dia tidak suka menjelekkan kiyai

Sepertinya penulis tidak pernah dengerin ceramah buya Yahya,beliaulah yang membela tradisi NU di cirebon,coba lihat debat beliau dengan toko Wahabi cirebon seperti ustdz Toharoh dan Prof. Salim Bajri.Atau mungkin penulisa sendiri yang ngepro Wahabi ?. Pengajiani Alabhjah hari minggu dimulai jam 06.30 sampai jam 08.15,sedangkan pengajian di Jagasatru sekitar jam 09.30,sehingga jama'ah dari albahjah banyak juga yang langsung ke Jagasatru.demikian muda2han ada manfaatnya.

Islamnya satu, kitabnya satu Rasulnya satu, penafsirnya banyak. Buya Yahya satu, penafsirnya banyak. Tafsir harus holistik, jangan hanya kondisi sekarang, tapi lihat sejarah Buya Yahya. Buya Yahya kecelakaan, tafsirnya: ini laknat atau cobaanujian? Tergantung penafsirnya. Jika pro Buya ya sebut saja ujian, tapi jika kontra sebut saja laknat. Ahok penista agama atau bukan? Jika penafsirnya kontra Ahok ya penista, tapi jika penafsirnya pro Ahok ya sebutannya bukan penista agama. Ternyata penafsir tidak netral dan tidak adil.

CIREBON SEJUK SABABIYAH PARA HABAIB DAN KYAI2 YANG GA NEKO2, KESIMPULANE 2 KUBU IKI MASIH NEKO2 MANA BISA SEJUK, ZAMAN FATROH. SING SABAR. AKU RA SENENG YANG ORANG NGAKU NU TAPI KELAKUAN ANJING GIMANA YANG NGASIH TULANG AJA. AKU RA SENENG ONO PENDATANG TAPI AKLAKE KOYO BANTENG MAEN SRUDUK. ORA HORMAT KYAI SEPUH. CIREBON GA BUTUH ORMAS2 ANJING. CIREBON ORA BUTUH BUYA2 AROGAN. CIREBON HANYA BUTUH ORANG SEPERTI KANG AYIP MUH, PENGAYOM PENETRALISIR. ORA SOK-SOKAN

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini