Kamis, 11 Agustus 2016

Cerita Habib Umar bin Hafidz Ceramah dan Shalat di Gereja


DutaIslam.Com - Suatu ketika di Jerman, Guru Mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz menyampaikan tausiah di salah sebuah forum, hadir diantaranya seorang missionaris Nasrani yang mencuri dengar, lalu melaporkannya pada pimpinan gereja yaitu gurunya. 

Maka pendeta besar mengundang guru mulia untuk datang ke gereja dan menyampaikan tausiyah, seakan tantangan sekaligus pelecehan, kau yang berbicara kerukunan umat beragama, apa berani masuk gereja?

Ternyata Guru Mulia setuju, datang, dan minta ijin shalat di gereja. Sudah kita pahami, dari seluruh madzhab sebagian mengatakan makruh, sebagian mengatakan haram, namun sebagian mengatakan boleh jika diharapkan akan diubah menjadi masjid.

Selepas beliau menyampaikan tausiyah, maka pimpinan pendeta ditanya: bagaimana pendapatmu terhadap islam? Maka ia menjawab: aku benci Islam, namun aku cinta pada orang ini, maka guru mulia menjawab: jika kau mencintaiku, akan datang waktunya kau akan mencintai Islam.


Apa yang dilakukan Habib Umar bin Hafisz (Guru dari Habib Rizieq bin Husein Shihab,- Imam besar FPI) sama dengan apa yang diajarkan Gus Dur dan Gus Nuril. Semoga membawa nilai dakwah yang lebih santun dan harmonis. [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Apa benar Sayid Riziq sihab itu muridnya Habib Umar alhafizh ?

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini