Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Adab Berhutang Dalam Islam

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 26 Agustus 2016
    A- A+

    DutaIslam.Com - Hutang itu wajib dilunasi. Hutang adalah hak yang baru selesai urusan jika sudah dilunasi. Saking pentingnya hutang, orang yang sudah meninggal dan masih punya beban hutang, ahli waris harus menanggung hingga lunas. Karena itulah, Islam mengatur adab berhutang. Berikut 11 adab hutang beserta teks dalilnya: 

    1. Jangan pernah tidak mencatat hutang piutang.
    Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya..” (TQS Al Baqarah 282)

    2. Jangan pernah berniat tidak melunasi hutang.
    Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri..” (HR Ibnu Majah, hasan shohih)

    3. Punya rasa takut jika tidak bayar hutang, karena sebab tidak diampuni dan tidak masuk surga
    Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang”. (HR.Muslim)

    4. Jangan merasa tenang kalo masih punya hutang.
    Barangsiapa mati dan masih berhutang satu dinar atau dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR.Ibnu Majah, Shohih)

    5. Jangan pernah menunda-nunda membayar hutang
    Menunda-nunda (bayar hutang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kedzaliman..” (HR Bukhari dan Muslim)

    6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang
    Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang..’ (HR Bukhari dan Abu Daud).

    7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.
    Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang..” (HR Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

    8. Jangan pernah meremehkan hutang walaupun sedikit.
    Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan..” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan Ibnu Majah)

    9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang menghutangi.
    Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari..” (HR Bukhari dan Muslim).

    10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.
    “… Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban..” (QS al-Israa’ : 34)

    11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah menghutangi
    Barangsiapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya hingga engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya..” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

    Rubrik:

    akhlaq
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: