Kamis, 21 Juli 2016

Raih Gelar Doktor Arikhah Pertahankan Disertasi "Pemikiran Ibnul Qayyim dalam Tasawwuf"


DutaIslam.Com - Di hadapan sidang ujian promosi doktor Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Hj. Arikhah mempertanggungjawabkan penelitian dihadapan H. Muhibbin, H. Ah. Rofiq, H. M. Amin Syukur, H. Abdullah Hadziq, H. Saifan Nur, H. In'amuzzahidin, H. Nasihun Amin dan H. A. Hasan. Bertempat di kampus UIN Walisongo (21/7/2016).

Disertasi ini dilatarbelakangi atas pemikiran Ibnu Qayyim pada abad 7 H. Salah satu ciri pemikiran tasawufnya adalah pengembangan dalam ranah individu tapi juga sosial. Di sisi yang lain murid Ibnu Taimiyyah ini serta menghidupkan tauhid.

Salah satu hal yang menarik dalam pemikiran al-Jauziyyah ini terdapat dalam surat al-Fatihah. Bila disaripatikan dalam keilmuan tasawuf dalam ayat "Iyyaka na'budu waiyyaka nasta'in". Dalam ayat ini terdapat nilai ibadah (berisikan cinta dan penyembahan) dan isti'anah. Pemahaman ini bisa kita rujuk dalam kitab Madarij al-Salikin baina Manazil Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nastain.

"Tasawuf untuk menguatkan keimanan bukan malah menggerus keimanan," ungkap Arikhah.

Kita bisa mengaktualisasi zuhud dalam dunia modern untuk berani menghadapi perkembangan zaman. Bukan malah menjadikan tasawuf sebagai ganjalan dalam beribadah. Di sisi yang lain, tawakkal itu erat kaitannya dengan berusaha dan berencana secara matang.

Istri dari H. Imam Taufiq ini menjadi doktor yang ke-73 dengan IPK 3.64. H. Muhibbin berpesan bahwa berbagai bidang ilmu itu harus dijiwai dan diamalkan. [dutaislam.com/zulfa]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini