Minggu, 10 Juli 2016

Mayoritas Dijamin Nabi Tidak Sesat: Bantahan Kepada Ustadz Yazid Jawas


DutaIslam.Com - Untuk membela aoa yang ia katakan benar, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas meyakinakan kepada penganutnya dengan pernyataan berikut:

"Jangan ikuti kebanyakan orang, karena banyak itu bukan tanda kebenaran. Jangan malu berbeda dengan kebanyakan orang, asalkan yang kita lakukan adalah kebenaran. Kita tidak akan ditanya mengapa kita menyelisihi banyak orang. Namun kita akan ditanya mengapa mengapa kita menyelisihi satu orang yaitu Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa sallam."

Seakan, apa yang ia katakan itu direstui Nabi. Ia mungkin menganalogikan dengan mayoritas pemeluk agama di dunia yang memang mayoritas bukan Islam (sekarang ini). Jika mengikuti mayoritas, ia seakan ingin menyatakan: berarti yang benar bukan Islam. Padahal, yang dimaksud tidak demikian.

Yazid Jawas yang suka mengafir-ngafirkan golongan lain itu hanya ingin melegitimasi bahwa apa yang ia katakan adalah paling benar. Padahal, sesungguhnya, apa yang ia katakan hanya pelintiran belaka demi agar diyakini muqollid-nya. Naudzubillahi min dzalik.

Ini tanggapan Ustadz Ma'ruf Khozin atas pernyataan menyimpang Yazid Jawas di atas.

Golongan Mayoritas Umat Nabi Dijamin Tidak Sesat

اﻥ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺪ ﺃﺟﺎﺭ ﺃﻣﺘﻲ اﻥ ﺗﺠﺘﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﺿﻼﻟﺔ (اﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻋﺎﺻﻢ) ﻋﻦ اﻧﺲ. (تعليق الالباني : حسن)

Sabda Nabi: "Sungguh Allah telah menyelamatkan umatku untuk bersepakat dalam kesesatan" (HR Ibnu Abi Ashim, dinilai hasan oleh Syekh Albani dalam al-Jami' ash-Shahih)

Siapa yang dimaksud umat Nabi, apakah kelompok kecil? Bukan, namun yang mayoritas sebagaimana hadis:

عن ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻳﻘﻮﻝ: «ﺇﻥ ﺃﻣﺘﻲ ﻻ ﺗﺠﺘﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﺿﻼﻟﺔ، ﻓﺈﺫا ﺭﺃﻳﺘﻢ اﺧﺘﻼﻓﺎ ﻓﻌﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﺴﻮاﺩ اﻷﻋﻈﻢ» رواه ابن ماجه 

"Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul dalam sesat. Jika kalian  melihat perbedaan maka ikutilah yang mayoritas" (HR Ibnu Majah). Hadis ini memang dinilai dlaif namun telah diperkuat hadis di atas.

 ﺷ - (اﻟﺴﻮاﺩ اﻷﻋﻈﻢ) ﺃﻱ اﻟﺠﻤﺎﻋﺔ اﻟﻜﺜﻴﺮﺓ. ﻓﺈﻥ اﺗﻔﺎﻗﻬﻢ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ اﻹﺟﻤﺎﻉ. ﻗﺎﻝ اﻟﺴﻴﻮﻃﻲ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮ اﻟﺴﻮاﺩ اﻷﻋﻈﻢ ﺃﻱ ﺟﻤﺎﻋﺔ اﻟﻨﺎﺱ ﻭﻣﻌﻈﻤﻬﻢ اﻟﺬﻳﻦ ﻳﺠﺘﻤﻌﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺳﻠﻮﻙ اﻟﻤﻨﻬﺞ اﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ. ﻭاﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺒﻐﻲ اﻟﻌﻤﻞ ﺑﻘﻮﻝ اﻟﺠﻤﻬﻮﺭ.

Kelompok mayoritas, kesepakatan mereka lebih dekat pada ijma'. As-Suyuthi berkata: Mereka adalah kebanyakan umat Islam yang berhimpun pada jalan yang lurus. Hadis ini menunjukkan anjuran mengamalkan pendapat mayoritas ulama.

Kalau mayoritas tidak menjamin kebenaran, apalagi yang sedikit sama sekali tidak ada jaminan. Sebab, jika kebenaran diukur dari sedikit maka pasti aliran-aliran yang sedikit akan mengaku paling benar, MTA merasa paling benar, HTI merasa paling benar, Salafi merasa paling benar dll.

Di samping itu, Salafi pecah jadi banyak aliran, Salafi Jihadi, Salafi Sururi, Salafi Ghuraba' dan pecahan lainnya. Sedikit yang mana yang dimaksud paling benar?

Ma'ruf Khozin, pemateri rubrik Kajian Aswaja di Majalah NU Aula.
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Teruslah memberikan penjelasan, sekalipun tetap ada yg tidak sependapat. Setidaknya muslim awam jadi lebih tahu landasan amal-amalnya.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini