Senin, 18 Juli 2016

Ini Dalang Kudeta Turki yang Gagal Total

DutaIslam.Com - Semuanya ber awal dari ambisi besar Erdogan yang menyeret Turki menjadi pemain jangkar di kawasan dimana dia menerima umpan dari Amerika kemudian bermain tik tak dengan Arab Saudi dan Israel. 

Selanjutnya target man mereka adalah ISIS dalam rangka menjebol gawang Suriah dan Iraq, namun sampai dengan perpanjangan waktu 2 x 15 menit malah gawang tim Bendera Hitam kebobolan telak oleh bomber lawan, Rusia gemilang mencetak hattrick berkat umpan manis Iran dan China membungkam tim Bendera Hitam 3-O tanpa balas.

Permainan panjang yang melelahkan, banyak pemain seperti ISIS harus ditandu ke luar lapangan, Arab Saudi kena dua kartu kuning sehingga mendapat hukuman kumulatif harus ke luar lapangan.
Pulanglah Turki dengan kehinaan, terjadi gonjang-ganjing di dalam negeri. 

Melihat hal tersebut, Erdogan harus mengatur siasat agar dia tidak menjadi sasaran amarah rakyat dimana dia dianggap telah melakukan pemborosan keuangan negara dalam perannya membantu ISIS, maka mulailah Erdogan melakukan politik kamuflase antara lain:

1. Mengatur serangan teroris di dalam negerinya sendiri dengan target antara lain: 1). Turki menampakkan diri sebagaimana negara Eropa lainnya adalah juga korban serangan teroris ISIS, artinya bagaimana mungkin Turki disebut oleh dunia Internasional sebagai penyokong ISIS sedangkan mereka juga menjadi korban kebiadaban ISIS. 2). Erdogan dapat meminjam alasan terorisme dalam negeri sebagai legitimasi untuk membungkam Suku Kurdi yang selama ini menuntut merdeka dari penjajahan Turki.

2. Langkah Erdogan mengemis-ngemis minta maaf dari Vladimir Putin atas tertembaknya pesawat Shukoy 27 Rusia oleh tentara Turkey saat Rusia sedang menjalankan misi pembasmian teroris ISIS di wilayah Suriah. Surat permintaan maaf dirobek-robek oleh Vladimir Putin. Di sini Erdogan menjadi kecut hatinya.

3. Kamuflase selanjutnya adalah dengan semakin mempererat hubungan diplomatik dengan Israel, hal ini dibumbui penyedap agar terbukanya blokade laut dari Israel terhadap Gaza. Dan sebagai pembuktian, maka dikirimkan beberapa kapal penuh muatan bahan pangan ke Gaza demi menarik simpati rakyat Palestina yang selama ini terlanjur gandrung kepada Iran.

Langkah catur politik kamuflase yang dilakukan Erdogan di kawasan demi tampil sebagai Santo Erdogan kurang membawa hasil. Sebagian rakyat Turki gonjang-ganjing dan mulai muak terhadap Sang Kaisar dengan langkahnya yang menyeret Turki kepada konflik kawasan yang hanya menghasilkan kekalahan telak.

Erdogan membaca situasi ini dengan baik, maka secara licik dirancang lah sebuah kudeta oleh sebagian tentara muda perwira tingkat pertama. Supaya lengkap, skenarionya kemudian diciptakan kambing hitam, tuduhan diarahkan kepada Fetullah Gulen, seorang tokoh yang sangat terkenal setelah Erdogan dan membayangi Erdogan dalam konstelasi politik dalam negeri Turki.

Tentu akan ada pertanyaan besar, apa iya Erdogan yang merancang kudeta terhadap dirinya sendiri?
Sangat mudah menjawabnya:
1. Turki itu negara Sekuler berdasarkan Konstitusi negara tersebut.
2. Tentara Nasional Turki adalah alat kontrol bagi semua sendi kehidupan Sekularisme Turki.
3. Tentara akan kompak mengambil alih kekuasaan negara dari siapapun yang berkuasa, apabila pemimpin tersebut dianggap telah melanggar Sistem Sekuler Negara Turki.

Hubungannya dengan kudeta yang terjadi Jumat malam 15/07/2016, menimbulkan pertanyaan besar, antara lain:
1. Kenapa tentara tidak kompak mengkudeta Erdogan. Para jenderal AD dan AL sama sekali tidak terlibat.
2. Kenapa hanya perwira pertama yang memimpin sekitar 105 bintara dan tamtama yang melakukan gerakan kudeta.

Jawabannya adalah bahwa kudeta anak-anak ini cuma sebagai alat untuk :
1. Mengukur seberapa besar Kaisar Erdogan mengontrol tentara Turki.
2. Mengukur seberapa besar dukungan rakyat Turki ketika di SMS untuk turun ke jalan, kalau rakyat menganggap demokrasi dibungkam oleh tentara.
3. Mengukur siapa saja yang akan mengambil kepentingan terhadap peristiwa kudeta akal-akalan tersebut.

Masih banyak alasan lainnya bahwa kudeta ini hanya akal-akalan Erdogan semata. Sebab kalau memang Tentara Turki benar-benar kudeta maka Erdogan tidak akan kembali ke Ankara dari Ulanbator. Kemungkinan dia akan mengikuti saran Putin untuk mendapat suaka di Rusia.

Nasib Erdogan selanjutnya ke depan akan sangat ditentukan oleh Bashar Al-assad, bayanganku kalau Assad tetap berkuasa, maka Erdogan akan tersingkir dan lari dari Istana 1000 kamar-nya yang megah itu. [dutaislam.com/ ab]

Source: KBAswaja
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Terlalu berlebihan anda su'udzon terhadap pemimpin negara yg terbuka lebar menampung kurang lebih dua juta saudara muslim suriah.
Memberi mereka makan,tempat tinggal dan berteduh dr kebengisan assad.rezim assad biang keladi krisis suriah.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini