Sabtu, 16 Juli 2016

Ini 5 Video yang Membuktikan Dr. Zakir Naik Berpaham Wahabi Takfiri


DutaIslam.Com - Untuk mengenali seseorang berpaham wahabi atau tidak, maka kita perlu mengetahui tentang aqidah dan manhajnya, supaya kita tidak dianggap memfitnah. Ramai masyarakat sekarang bertanya soal "Betulkan Dr. Zakir naik wahabi?"

Jika hendak menjawab soalan ini secara ilmiah, maka dalam postingan ini kami akan menunjukkan beberapa video Dzakir naik adalah seorang yang berpaham wahabi namun ia selalu menyembunyikan akidahnya itu dengan berkata yang biasa ia kampanyekan di mana-mana, yakni: "Tidak ada mazhab dalam Islam". Padahal dia sendiri mengikuti betul dan berkeyakinan sama dengan  Muhammad bin Abdul Wahab, penggasas paham radikal wahabi.

Ini diantara bukti yang menunjukkan jika Dr. Zakir Naik berpaham wahabi. Anda harus menyimak lebih tenah dan detail karena video tersedia dalam bahasa Inggris. Ada yang diterjemah tapi berbahasa Arab. Antara lain: Dr Zakir Naik menyebut Allah ada di Arasy, diatas. Ia juga membid'ahkan maulid Nabi, menyebut tawasul ke Nabi itu syirik dan tauhid dibagi jadi 3. Ini tauhid khas wahabi banget. Simak yah. 

1. Akidah Ahlusssunah wal Jama'ah sepakat menyatakan bahwa Allah SWT itu ada tanpa tempat. 
Di antara ulama yang masyhur menulis hal itu ialah Syaikh Zainal-Abidin ibn Muhammad al-Fatoni yang terkenal dengan "Tuan Minal Fatoni". Dia berkata dalam kitabnya yang berjudul Irsyadul-Ibad ila Sabilir-Rasyad: "Jika berkata bagi engkau oleh yang berkata: di mana Allah? Maka jawabannya: tiada Ia pada suatu tempat".

Namun lihatlah, Dr. Zakir Naik berkata: Allah ada di langit atas Arasy dan karena itu kita mengangkat tangan ke langit apabila berdoa. Mau bukti, lihat pada dua video Dr. Zakir Naik di bawah ini:




2. Membaca al-Qur'an untuk orang yang meninggal
Al-Imam al-Suyuti menukilkan kesepakatan 4 mazhab tentang kabikan membaca Al-Qur'an bagi orang yang meninggal dan ia dapat manfaat atas bacaan Al-Quran tersebut.

Tapi Zakir Naik berkata: "Membacakan Al-Quran bagi orang yang telah mati adalah bid'ah sesat dan tak ada dalilnya."

Lihat bukti videonya berikut:


3. Tawassul kepada Nabi
Setiap hari Jumat, di masjid-masjid Aswaja, dalam doa khotib sering mengucapkan:

اللهم إنا نتوسل إليك بنبيك الأمين

Maknanya:  "Ya Allah, kami bertawassul dengan Nabi-Mu yang bersifat amanah".

Ada hadits yang membuktikan bahwa Rasulullah pernah mengajarkan cara tawassul kepada sahabatnya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Hafidz at-Tobarani dan lainnya. Sejumlah 16 orang ulama hadits berpangkat al-hafiz fil hadith menyatakan keshahihannya.

Namun, Dr. Zakir Naik menyatakan: "Bertawasul dengan nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah amalan syirik."

Saksikan videonya berikut ini:


4. Perayaan Maulid Nabi

Di Indonesia, masyarakat Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah bersama para pemimpin dan ulama, merayakan Maulidur Rasul dengan semarak setiap tahun. Amalan ini adalah bid'ah yang baik sebagaimana dinyatakan oleh al-Hafiz Ibn Dihyah, al-Hafiz al-Suyuti, al-Hafiz al-Sakhawi ulama al-Azhar dan lain-lain.

Tapi, Dr. Zakir Naik justru menyatakan lain. Ia menyebut bahwa perayaan Maulid Nabi صلى الله عليه وسلم adalah bida'h yang membawa kepada neraka.

Penasaran video Zakir Naik? Silakan klik video ini: 


5. Tauhid 
Ulama Nusantara seperti Syaikh Daud al-Fatoni, Syaikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fatoni, Tok Kenali, Mufti Banjar di kurun 12 hijriyah Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari, Mufti Aceh di kurun 11 hijriyah Syaikh Nurud-Din al-Raniri dan lain-lain, mereka mengajarkan sifat 20 yang harus diketahui setiap muslim beriman.

Namun, bagi Dr. Zakir Naik ia justru mengagumi aqidah wahabi yang membagi Tauhid kepada tiga kategori. Lihat videonya berikut:


Bagi Anda yang paham akidah wahabi, 5 video di atas kiranya cukup lah untuk meyakinkan diri Anda bahwa Dr. Zakir Naik adalah pengagum dan penganut keyakinan wahabi yang di Indonesia sudah meresahkan itu. [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini