Senin, 18 Juli 2016

Erdogan Menurut Ulama Aswaja dan Episode Turki Gagal Dikudeta


DutaIslam.Com - Mungkin banyak yang belum memahami bahwa pemimpin Turki Recep Thayib Erdogan adalah salah satu pemimpin dunia yang menganut fahaman aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Satu di antaranya dapat kita ketahui dari bagaimana i'tiqadnya mengenai keberadaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalam pidatonya, Erdogan mengungkapkan i'tiqadnya seakan ia mewarisi i'tiqad para pemimpin pendahulunya Turki Utsmani seperti Muhammad Al Fatih. Erdogan berkata, "Allah mekandan zamandan munezzehtir doyum", "Allah exists without a place and time"

"الله تعالى منزه عن المكان والزمان"

"Allah Ta'ala Maha Suci dari ruang dan waktu". Anda bisa cek videonya di sini:


Sayangnya, kebanyakan para pengagum Erdogan di Indonesia justru menganut aqidah yang berseberangan. Mayoritas pemuja Erdogan di Nusantara (meski tidak semuanya) malah meyakini Allah itu bertempat, "Allah ada di atas langit", atau "Allah ada di Arsy", dan lain sebagainya. Ini adalah aqidah mujassimah, aqidah di luar ahlussunnah wal jamaah.

Na'udzubillah, jangan sampai kita dan keluarga kita memiliki keyakinan aqidah mujassimah tersebut. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.

Lalu, terkait kondisi Turki maupun kepemimpinan Erdogan akhir-akhir ini, bagaimana sikap kita sebaiknya sebagai muslim ahlussunnah wal jamaah?

Ada baiknya mari kita simak kalam ulama ahlussunnah wal jamaah, Asy-Syahid Syaikh Said Ramadan Al Buthi rahimahullah, sebagaimana dikutip dari salah satu mahasiswa asal Aceh di Suriah di bawah ini:

"Saya (Syaikh Al Buthi) mengenal dia (Erdogan) sejak dia masih di pesantren, dan dia dulu berjalan lurus sebagaimana diajarkan di pesantren. Tapi beberapa tahun terakhir berubah, entah kenapa dia jadi begitu arogan untuk ambisi tertentu. Dia mulai melakukan rencana ini dan itu, tapi Tuhan merencanakan yang lain. Tuhan merencanakan yang lain. Tuhan akan memberinya pelajaran atas kesombongannya itu. Tapi Tuhan akan memberinya kesempatan sekali lagi, kalau dia mengambil pelajaran maka kemenangan akan di tangannya. Kalau seandainya dia tidak berubah, maka mereka akan hancur. Sesungguhnya Allah bisa mengampuni semua dosa tapi tidak dengan orang sombong. Bagaimana dengan kita? Kita doakan semoga dia dianugerahkan Allah agar bisa memperbaiki dirinya dan diberi hidayah agar bisa seperti dulu lagi karena itu demi kebaikan kita. Bagaimana dengan rakyat Suriah? Rakyat suriah harus memaafkannya, jadilah seperti Yusuf yang memaafkan saudara-saudaranya, kita akan mengulurkan tangan kita memaafkan mereka...."

Begitulah kira-kira firasat Syaikh Al Buthi, yang mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan kepada kita semua. Jangan sampai aksi dukung mendukung ataupun pertentangan terkait "kudeta" di Turki justru membawa kemudaratan hingga timbul fitnah belaka. Muncul aksi fanatik buta hingga lupa realita yang sebenarnya.

Dan yang lebih ironi lagi, ternyata masih ada saja manusia-manusia "aneh" yang bertebaran di bumi nusantara ini. Demi membela sang idola, sebagian dari para pendukung Erdogan yang ilmunya bisa dikatakan masih dangkal, yang kadang-kadang bab bersuci pun belum dikuasainya, begitu berani dan lantang mencaci maki bahkan menabur fitnah kepada sosok ulama Sufi Ahlussunnah wal Jamaah Syaikh Fethullah Gullen yang ilmunya telah menyinari Turki dan dunia Islam lainnya. 

Syaikh Fethullah Gullen yang menolak dituduh sebagai dalang kudeta merupakan seorang ulama kharismatik berhati lembut yang di saat bercerita tentang Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam tiada pernah berhenti meneteskan air matanya hingga membasahi kedua pipinya. 

Lalu siapa mereka hingga begitu mudahnya keluar dari mulut mereka hinaan dan cacian bahkan tuduhan Syaikh Fethullah Gullen sebagai Syiah? Semoga Allah mengampuni mereka dan memberikan hidayah.

Ada baiknya mari kita mengenal lebih dekat sosok Syaikh Fethullah Gullen dengan menyimak cuplikan kajian-kajian beliau di sini agar kita tidak mudah ikut-ikutan menebar fitnah sana-sini. Ini videonya:


Source: KBAswaja
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini